Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Produk Kecantikan Ramah Lingkungan
Jangan buru-buru membeli produk ramah lingkungan. (Foto: Freepik/Cookiestudio)
IKLAN produk kecantikan ramah lingkungan bertebaran. Terkadang karena termakan rasa bersalah kepada alam yang telah sedemikian rusak, kita sering kali tak pikir panjang. Langsung membeli produk kecantikan berlabel “Eco”.
Melakukan transisi ke produk ramah lingkungan memang baik, tetapi dengan melakukan hal tersebut, sebenarnya kamu justru memperburuk keadaan. Mengapa begitu? Karena membeli produk ramah lingkungan tak serta merta membuatmu jadi pahlawan lingkungan.
Supaya pembelian tersebut tepat guna, berikut langkah-langkahnya ala Vogue:
Baca juga:
1. Gunakan Apa yang Kamu Masih Miliki
Seperti dikatakan pada awal, buru-buru membeli produk ramah lingkungan, tetapi tidak benar-benar butuh bukanlah langkah yang baik.
“Sering kali orang merasa perlu membuang barang lama dan membeli barang baru yang ramah lingkungan agar dianggap melakukan sesuatu dengan benar, tetapi sebenarnya ini lebih buruk,” kata Ashlee Piper, seorang eco-lifestyle expert.
Langkah pertama untuk membuat rutinitas kecantikan menjadi lebih ramah lingkungan adalah dengan menggunakan produk lama sampai habis sebelum membeli produk pengganti.
Jika ada produk yang memang tidak cocok dengan kulitmu, kamu bisa menjualnya atau memberikannya kepada orang lain yang dapat memanfaatkannya.
Baca juga:
Gunakan produk 3-in-1 atau produk yang sama untuk pipi, mata, dan bibir. (Foto: Sociolla)
2. Beli Produk Ramah Lingkungan
Nah, setelah kamu menghabiskan produk lama, barulah kamu bisa mulai membeli produk-produk yang ramah lingkungan. Untuk membeli produk kecantikan dan perawatan yang ramah lingkungan, fokuslah pada pengemasannya yang dapat didaur ulang, diisi ulang, atau tanpa kemasan.
Selain itu, jangan lupa juga untuk memperhatikan bahan alternatif yang lebih berkelanjutan seperti aluminium, bambu, dan kaca.
Perhatikan juga formulasi produk dengan melihat dari database EWG. Ini untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan dan simbol apa yang tertera. Misalnya, Green Dot atau Leaping Bunny untuk mengetahui apakah produk tersebut dapat didaur ulang atau tidak.
3. Kurangi Pemakaian Sebisa Mungkin
“Aku selalu berusaha mencari produk yang bisa digunakan lebih dari satu tujuan seperti blush on yang juga bisa digunakan di bibir dan di mata,” kata Jhánneu, pembuat konten sekaligus pakar sustainable living.
Jika ingin menerapkan rutinitas lebih eco-friendly, tak hanya dari segi kemasan yang harus diperhatikan, tetapi juga kegunaannya yang lebih compact untuk mengurangi limbah kecantikan.
Beberapa contohnya, menggunakan apa yang sudah kita miliki sebelum membeli produk baru. Bisa juga memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang atau tanpa kemasan. Atau mencari produk yang bisa digunakan untuk lebih dari satu tujuan adalah cara yang baik untuk memulai.
Selain itu, menghindari produk sekali pakai seperti tisu makeup juga dapat membantu mengurangi limbah.
“Semakin sedikit produk yang kita butuhkan, semakin sedikit pula limbah yang dihasilkan, yang baik untuk planet dan juga dompet kita,” tutup Ashlee. (kmp)
Baca juga:
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Terpidana Kerja Sosial Bakal Dikerahkan Bersihkan Ribuan Tempat Kotor
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Iklan Digital Kosmetik Vulgar Jadi Incaran BPOM, Termasuk di Marketplace
Kaum Pria Hati-Hati! Ini 13 Kosmetik dengan Klaim Menyesat Terkait Alat Vital
Pramono Ingin Kembangkan Sanitasi Ramah Lingkungan
2 Pemuda Lumajang Berhasil Olah Limbah MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan, Buka Lapangan Kerja Baru
BPOM Cabut Izin Edar 14 Kosmetik Pembesar Payudara Hingga Perapat Vagina, Ini Daftarnya!
Kamu Juga Bisa Nih, Pakai Perawatan Kulit Harian ala Jennifer Coppen
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau
Tren Kecantikan Indonesia Berkembang Pesat, Konsumen Minati Prosedur Noninvasif dengan Teknologi Aman dan Tesertifikasi