Apa Bisa Menghilangkan Tato Menggunakan Krim Penghilang Tato? Krim penghilang tato banyak beredar di pasaran (Foto: Pexels/Clem Onojeghuo)

MUNGKIN beberapa orang enggak berpikir dua kali sebelum membuat tato. Keindahan tinta yang ditorehkan di kulit manusialah yang membuat banyak orang tertarik membuat tato. Tapi setelah membuat tato beberapa orang ingin menghilangkannya. Karena secara medis tato dapat membuat alergi dan rentan membuat orang terkena infeksi.

Masalahnya, menghilangkan tato bukan perkara mudah. Cara yang bisa dilakukan ialah menggunakan laser. Pun enggak bisa hanya satu kali di laser, tapi harus lebih dari satu kali agar tato benar-benar hilang. Iya, dan ada bekasnya juga.

Namun, beberapa tahun terakhir ini, muncul produk krim penghilang tato di pasaran. Katanya krim ini bisa menghilangkan tato dengan mudah. Lantas, apa benar krim penghilang tato benar-benar bisa menghilangkan tinta di kulit manusia?

Laman Today mencoba membuktikan khasiat dari krim tato ini.

1. Mengapa susah banget menghilangkan tato?

Memakai tato sama saja menambahkan pigmen kulit baru (Foto: Pexels/Pixabay)

Ada alasan mengapa tato susah banget dihilangkan dari kulit kamu. Sebenarnya tinta pada tato itu enggak tertoreh di lapisan luar kulit kamu. Mentato kulit sama saja menanamkan sebuah pigmen baru di dalam kulit kamu, yaitu tinta.

"Saat mendapatkan tato, Anda pada dasarnya menanamkan segumpal besar pigmen di kulit Anda sehingga sel-sel kecil Pac-Man Anda yang disebut makrofag tidak dapat menelan dan mengambilnya," kata Bruce Robinson, MD, FAAD, instruktur klinis dermatologi, Northwell Health di Rumah Sakit Lenox Hill.

Ketika jarum tato memasukkan tinta ke dalam dermis (lapisan kulit di bawah permukaan), epidermis kamu (kulit tingkat permukaan) bertindak layaknya sebagai penghalang agar tidak 'dibuang'. Karena tinta tato dilindungi secara menyeluruh, dan tentu saja sulit untuk menghilangkannya.

"Ukuran pigmen membuatnya sulit untuk menghilangkan pigmen kecuali jika dibuat menjadi ukuran yang lebih kecil dengan laser," kata Robinson. Dengan bantuan laser, pigmen tersebut kemudian diubah menjadi gumpalan kecil yang bisa diangkut oleh makrofag.

2. Ternyata krim tato benar-benar enggak berkhasiat menghilangkan tato

Harus ada formula tambahan pada krim tapi berbahaya (Foto: Pexels/Clem Onojeghuo)

Pada dasarnya tato itu permanen. Jadi pemikiran untuk hanya membalurkan krim untuk menghilangkan semua tinta yang sudah berurat akar itu terdengar agak dibuat-buat. Sayang, banyak krim tato yang sudah beredar di pasaran

"Sebagian besar krim penghilang tato mengklaim bekerja dengan memutihkan atau mengupas epidermis, atau lapisan atas kulit. Namun, tinta tato umumnya disimpan ke dalam dermis, atau lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga tidak mungkin efektif untuk menghilangkan sepenuhnya tinta tato," kata dokter kulit kosmetik Dr. Sejal Shah.

Agar krim penghapus tato benar-benar menembus epidermis, krim ini perlu diformulasikan dengan seluruh tanaman bahan kimia berbahaya, dan tentu saja bahan-bahan tersebut dipastikan enggak akan aman untuk kulit kamu.

3. Hanya ada satu cara untuk menghilangkan tato

Hanya laser yang bisa menghilangkan tato (Foto: Pexels/Dan Prado)

Ya, benar banget, hanya ada satu cara untuk menghilangkan tato. Yaitu dengan menggunakan laser. Metode ini memang sangat menyakitkan. Tapi enggak perlu khawatir, rasa sakit karena paparan lasar dapat dilakukan menggunakan krim mati rasa dan kompres dingin.

"Dengan laser Q-Switched dan Picosecond, menghancurkan tinta sehingga Anda dapat menghilangkan tinta dengan membuatnya cukup kecil untuk masuk melalui limfatik ke kelenjar getah bening. Partikel tinta yang lebih kecil pergi ke sana dengan penempatan tinta tato normal. Proses ini cukup memecahnya sehingga lebih banyak dapat dihilangkan. "kata Dr Suzanne L. Kilmer, direktur Laser & Bedah Kulit Medical Group, Inc.

Sebagian besar tato membutuhkan setidaknya enam hingga delapan sesi laser untuk sepenuhnya dihapus, dan biasanya bisa juga lebih. Meskipun penghapusan tato dengan laser cukup efektif namun metode ini tetap memiliki risiko.

Saat dilaser, pigmen tato akan pecah dan melewati proses detoksifikasi alami tubuh. Masalahnya pigmen tato yang dipecah ini akan melalui organ dalam tubuh seperti hati dan ginjal. Terlebih jika tinta yang digunakan enggak sepenuhnya organik. Tinta ini dapat menghasilkan senyawa karsinogenik yang diaktifkan oleh paparan laser tadi.

Intinya, sahabat Merah Putih harus berpikir dua kali sebelum membuat tato ya. Jika sudah dibuat berisiko bagi kulit, menghilangkannya juga memiliki risiko yang cukup serius untuk kesehatan kamu. (ikh)

Baca juga: Pertimbangkan Membuat Tato, Ada Dampak Negatif pada Kesehatan

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH