Apa Benar Belanja Daring Dapat Mencemari Lingkungan? Belanja daring mencemari lingkungan (Foto: Pexels/Negative Space)

SIAPA sih yang belum pernah belanja secara daring? Karena mudah dan praktis. Tentu belanja daring sangat menggiurkan. Apalagi sudah banyak platform belanja daring yang hadir di Indonesia. Seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia.

Kamu pun enggak perlu keluar rumah dengan belanja daring. Tinggal pesan barang sesuai keinginan kamu. Lalu penjual akan mengirim barang yang kamu beli dalam bentuk paket.

Namun pernah terpikir enggak sih oleh kamu. Ada enggak dampak belanja daring. Mungkin kamu tahunya dampak belanja daring cuma bikin dompet kamu tipis. Tapi rupanya ada hal yang lebih serius lagi loh guys. Karena belanja daring itu ternyata bisa mencemari lingkungan.

Enggak percaya? Nih buktinya. Pada Selasa, (23/4) merahputih.com mencoba mengulik masalah ini. Dengan bertanya langsung oleh Co-Founder Parongpong, Gadis Prameswari. Parongpong sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.

Jadi begini menurut Gadis mengenai dampak belanja daring terhadap pencemaran lingkungan.

1. Pengemasan yang menggunakan bahan plastik berlebihan

Pengemasan paket menggunakan bahan plastik berlebihan
Terlalu banyak bahan plastik untuk mengemas paket barang (Foto: Pexels/bruce mars)

Plastik memang kalian butuhkan banget. Termasuk untuk mengemas barang yang kamu beli di toko daring. Tentu sebelum dikirim oleh vendor pengiriman barang. Barang yang kamu beli itu dikemas menggunakan plastik.

Karena plastik sulit terurai. Akhirnya sampah kemasan paket kamu pun bisa mencemari lingkungan. Hal ini kata Gadis enggak cuma terjadi di Indonesia. Tapi di Amerika sekalipun. "Kalau kasus di Amerika tuh Online Shopping packagingnya tebel banget, akhirnya plastiknya berlapis-lapis," tutur Gadis.

2. Solusi menggunakan vendor pengiriman barang ramah lingkungan

Vendor pengirman barang ramah lingkungan
Vendor ramah lingkungan juga ada di Indonesia (Foto: Pixabay/GraphicMama-team)

Sebenarnya ada solusi untuk mengurangi kemasan plastik pada paket yang ingin dikirim. Kata Gadis ada beberapa vendor pengiriman barang yang ramah lingkungan. Mereka enggak boros dalam membungkus paket menggunakan plastik. "Jadi online shop bisa memilih pengiriman yang enggak terlalu requiring plastik," saran Gadis.

Baca juga:

Perlu Enggak Sih Menghentikan Pemakaian Plastik? Begini Saran Bijak Nadine Chandrawinata

Cintai Bumi dengan Cara Liburan Ramah Lingkungan di Selandia Baru

3. Alternatif bubble wrap namun enggak efektif untuk barang tertentu

Bubble wrap
Bubble wrap dapat meredam getaran pada barang (Foto: Pixabay/stux)

Salah satu bahan plastik yang berguna banget untuk mengemas barang ialah bubble wrap. Sifatnya lentur dan dapat meredam getaran pada barang. Cocok untuk mengemas barang yang mudah pecah. Sayang, karena berbahan plastik bubble wrap juga sulit terurai.

Nah, alternatif dari bubble wrap ini sebenarnya koran. Meskipun begitu. Lanjut Gadis koran enggak akan efektif untuk membungkus benda-benda elektronik. Dalam arti bubble wrap memang sulit digantikan dengan bahan lain. "Koran sebenarnya bisa, tapi enggak sama kayak bubble wrap. misalnya buat barang elektronik," imbuhnya.

4. Jangan pakai plastik sekali pakai

Plastik
Bahkan kamu bisa mencuci plastik supaya layak digunakan berkali-kali (Foto: Pixabay/RitaE)

Walaupun plastik dapat mencemari lingkungan. Sebenarnya bukan berarti kamu harus berhenti menggunakan plastik. Hanya saja kamu harus lebih bijak dalam memakainya. Jangan memakai plastik sekali pakai.

Contohnya seperti bubble wrap tadi. Menurut Gadis banyak orang yang salah menggunakan bubble wrap. Karena bubble wrap hanya digunakan sekali. Padahal bahan tersebut bisa dipakai berkali-kali.

Oleh karena itu, simpan sampah bubble wrap. Siapa tahu akan berguna saat kamu ingin mengemas barang untuk dikirim ke orang lain. Bahkan Gadis mengatakan boleh-boleh saja bahan plastik dicuci supaya bisa lebih layak digunakan berkali-kali. "Kalau rekomendasi saya nih bubble wrap itu jangan dibuang. Tapi disimpan aja. Pasti berguna untuk sesuatu yang lain," tukasnya.

5. Manfaat plastik untuk keperluan medis

Kantong darah
Plastik bermanfaat untuk keperluan medis (Foto: Pixabay/kshirl02)

Bagaimanapun juga plastik itu tetap memiliki manfaat. Walaupun di satu sisi dapat mencemari lingkungan. Manfaat terbesar dari bahan plastik sendiri sangat berguna untuk keperluan medis.

Gadis menuturkan, bahan plastik berfungsi untuk kantong infus. Bahkan berguna untuk menyimpan darah untuk tindakan transfusi darah. Intinya bahan plastik sangat praktis digunakan untuk keperluan medis. "Plastik itu murah, steril, dan bisa diproduksi masal," tukasnya.

Sahabat Merah Putih. Yuk mulai sekarang lebih bijak lagi ya dalam menggunakan plastik. (ikh)

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo