Antrean Penumpang Parah, TransJakarta Bela Diri Ikuti Imbauan Jokowi Warga Antre masuk ke Halte Transjakarta (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) membela diri kebijakan pengurangan armada dan modifikasi jarak penumpang yang memicu antrean panjang pagi tadi merupakan penerapan dari imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mencegah meminimalisir penyebaran virus corona kian meluas.

"Hal ini sesuai dengan instruksi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO dalam upaya meminimalisir penyebaran Virus COVID-19 atau Corona dengan bekerja beribadah dan belajar di rumah," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta, Nadia Diposanjoyo dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (16/3).

Nadia juga meminta maaf kepada semua pengguna TransJakarta jika merasa terganggu dengan adanya kebijakan pengurangan armada ini. "Tentunya kami memohon pengertian dan kesabaran pelanggan setia kami, untuk kebaikan bersama," imbuh pejabat BUMD DKI itu.

Baca Juga:

Presiden Jokowi: Saatnya Masyarakat Belajar, Bekerja dan Beribadah di Rumah

Minggu (15/3) kemarin di Istana Bogor, Presiden Jokowi mengimbau agar institusi pemerintah dan perusahaan swasta untuk menerapkan sistem bekerja di rumah. Permintaan ini sebagai bagian dari instruksi untuk meminimalisir penyebaran virus corona di Indonesia dengan membatasi aktivitas di luar rumah.

Jokowi menjelaskan mengurangi kegiatan di luar rumah atau social distancing adalah hal yang perlu dilakukan di tengah merebaknya virus corona. Presiden juga meminta agar masyarakat Indonesia tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi wabah korona, tetapi tetap waspada.

"Dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong. Kita ingin ini menjadi gerakan masyarakat agar masalah COVID-19 ini tertangani dengan maksimal," kata Kepala Negara.

Sejumlah penumpang terlibat cekcok mulut dengan petugas TramsJakarta di Halte Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (16/3/2020). Keributan dipicu aturan jaga jarak antarpenumpang satu hingga dua meter untu

Lebih jauh, TransJakarta berdalih bila warga DKI terpaksa harus pergi ke luar disarankan tetap mengikuti intruksi Presiden yang diturunkan lewat kebijakan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai pembatasan operasional Transportasi Umum selama 14 hari ke depan yang dimulai hari ini hingga 30 Maret 2020.

Untuk melayani mobilitas pelanggan hari ini, TransJakarta menurunkan sebanyak total 290 unit bus yang terdiri dari gabungan bus Maxi dan bus gandeng dan akan melayani di 13 koridor.

Baca Juga:

Pemprov DKI Ubah Jam Operasional MRT, LRT, dan TransJakarta

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengubah jam pelayanan moda transportasi umum di ibu kota dalam pencegahan penularan wabah virus corona. Memodifikasi pelayanan transportasi umum massal di Jakarta di antaranya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Transjakarta, dan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta.

Untuk jadwal MRT semula keberangkatan tiap 5 menit dan 10 menit, diubah menjadi tiap 20 menit. Rangkaian MRT yang tiap hari ada 16 rangkaian akan berubah menjadi 4 rangkaian yang beroperasi. Waktu operasional yang semula pukul 05.00-24.00 menjadi 06.00-18.00.

Kemudian layanan LRT Jakarta, yang biasanya keberangkatan tiap 10 menit, sekarang berubah tiap 30 menit. Waktu operasinya yang semula dari pukul 05.30-23.00 diubah menjadi 06.00-18.00.

Sedangkan, TransJakarta yang biasanya melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan menjadi 13 rute dan keberangkatnya setiap 20 menit. Pelayanan 13 rute ini hanya koridor utama, tanpa mikrotrans, metrotrans, royaltrans dan minitras. Jam operasi yang semula 24 jam diubah menjadi 06.00-18.00. (Asp)

Baca Juga

Anies Batasi Jam Operasional Moda Transportasi Umum, Warga: Malah Bikin Susah

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH