Antisipasi Sampah Salat Id, Pasukan Oranye DKI Siaga di Ring 1 Sampah koran bekas Salat Id. Foto: Antara

MerahPutih.com - Petugas kebersihan atau biasa disebut dengan pasukan oranye dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta tetap disiagakan saat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Hanya sekitar 10 persen petugas yang mudik pada Lebaran kali ini, sisanya tetap bertugas,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji di Jakarta Pusat, Rabu (13/6).

Isnawa menyebut kebijaksanaan memperbolehkan sebagian kecil personel kebersihan mengambil cuti dikarenakan saat libur lebaran timbunan sampah sedikit menurun dan sampah hanya menumpuk di tempat-tempat tertentu saja, seperti di lokasi digelarnya Salat Id dan tempat wisata.

Pasukan Oranye
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau dikenal dengan sebutan Pasukan Oranye. Foto: Antara

DLH Provinsi DKI Jakarta pada prinsipnya memperkenankan Penyedia Jasa lainnya Perorangan (pasukan oranye) untuk mudik setelah sebelumnya melalui proses pendataan.

“Prinsipnya tidak boleh ada kekosongan di lokasi tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Namun, khusus wilayah Jakarta Pusat pada hari H semua petugas disiagakan karena merupakan kawasan ring 1,” kata Isnawa.

Volume Sampah Sehari 8.000 Ton

Untuk diketahui Volume rata-rata sampah mulai 1 hingga 26 Ramadan yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menjadi 7.999 ton per hari, naik 289 ton/hari atau meningkat empat persen dibanding hari biasa. Sebagaimana dilaporkan Antara, padahal pada sebelum ramadan sampah yang masuk ke TPST Bantargebang hanya berjumlah 7.710 ton per hari.

sampah plastik
Tumpukan sampah botol plastik. Foto: Antara

Beberapa jenis sampah yang mengalami peningkatan itu sebagian besar berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik serta pembungkus makanan lainnya.

Puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7, H+8, H+9 dan H+10 Lebaran, dan setelahnya kembali ke rata-rata timbunan normal. Peningkatan tonase tersebut disebabkan sebagian besar warga Jakarta kembali dari kampung halamannya masing-masing.

"Kemudian, tukang gerobak sampah yang sempat mudik juga sudah kembali bertugas, sehingga tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah rumah tangga mulai dikirim ke tempat penampungan sementara (TPS)," tutur Isnawa.

tempat penampungang sampah
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Jakarta. Foto:Antara

Selain itu, DLH Provinsi DKI Jakarta juga membuat jadwal piket para pejabat selama libur Lebaran untuk memastikan penanganan kebersihan di darat, badan air dan tempat pengolahan sampah tetap berjalan optimal.

Selain kesiapan pasukan oranye dan pejabat DLH Prov. DKI Jakarta, pendukung operasional seperti unit storing kendaraan dan petugas bengkel juga tetap bertugas. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH