Antisipasi Radikalisme di Kalangan Driver Ojol, Polresta Surakarta Berikan Penyuluhan Kanit Polmas Sat Binmas Polresta Surakarta AKP Eddi Hartono memberikan pembinaan pada driver ojol, Kamis (14/11). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut) dengan melibatkan pelaku mengenakan atribut ojek online (Ojol) mendapatkan perhatian dari Polresta Surakarta, Jawa Tengah.

Polresta Surakarta langsung melakukan pembinaan puluhan driver ojol dengan mendatangi mereka di base camp Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo.

Baca Juga:

Poresta Surakarta Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Kapolresta: Kita Maksimalkan Pengamanan

Kanit Polmas Sat Binmas Polresta Surakarta AKP Eddi Hartono mengatakan pembinaan terhadap driver ojol ini bagian dari langkah antisipasi menyebaran radikalisme dikalangan driver ojol. Kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan bisa menjadi pelajaran penting untuk semua akan pentingya melawan radikalisme.

Para driver ojol di Solo mendapat penyuluhan dari polisi agar terhindar dari radikalisme
Driver Ojol di Solo mendapatkan pembinaan dari Polresta Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (14/11). (MP/Ismail)

"Kami beritahu driver ojol penyebaran paham radikalisme bisa masuk melalui medsos (media sosial) dan bisa melalui orang yang baru saja kita kenal," ujar Eddi, Kamis (14/11).

Eddi juga meminta kepada driver ojol agar tidak mudah meminjamkan jaket dan helmnya kepada orang lain, karena rentan disalahgunakan untuk kejahatan. Ia pun meminta kepada driver ojol untuk ikut melawan radikalisme.

"Saya minta driver ojol bekerja secara profesional. Jangan tergoda dengan ajakan yang bertentangan dengan agama dan melanggar hukum. Kalau ada yang mencurigakan segera laporkan ke polisi," kata dia.

Seorang driver ojol, Supardi (46) mengaku khawatir pasca kejadian bom bunuh diri di Polrestabes Medan dengan pelaku mengenakan atribut ojol dapat mempengaruhi pendapatan driver. Citra driver ojol, kata dia, menjadi rusak dengan kejadian bom diri itu.

"Selama ini para driver ojol menentang keras aksi kejahatan dalam bentuk apapun termasuk terorisme. Kami mengutuk aksi terorisme," ujarnya.

Baca Juga:

Sarekat Islam Kutuk Serangan Teror di Mapolrestabes Medan

Supardi berharap kasus ini tidak terulang lagi. Driver ojol di Solo berkomitmen menjaga nama baik perusahaan dan nama baik Kota Bengawan. Driver ojol siap bekerjasama dengan Polresta Surakarta dalam melawan radikalisme.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Kasus Bom Bunuh Diri di Medan Dinilai Sebagai 'Teguran' untuk Kapolri Idham Azis



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH