Antisipasi Pasien Suspect Virus Corona, Pemerintah Siapkan 20 Kapsul di Bandara Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihartono (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan 20 kapsul darurat untuk penanganan virus corona. Seseorang yang diduga terjangkit virus corona bakal dibawa menggunakan kapsul darurat dari Bandara Soekarno-Hatta ke rumah sakit.

"Sekarang kita sudah ready to use, kita berharap tidak ada kejadian," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihartono dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (27/1).

Baca Juga:

DPR Sarankan Orang Indonesia yang Terkena Virus Corona Harus Dikarantina

Anung mengatakan pengadaan kapsul awalnya sebanyak 21 unit. Namun, hanya 20 unit yang bisa digunakan di bandara. Kapsul ini ada di pintu kedatangan penerbangan Internasional, khususnya dari Tiongkok di Bandara Soekarno-Hatta.

Pemerintah melalui Kemenkes siapkan kapsul di Bandara untuk antisipasi suspect virus corona
Kementerian Kesehatan menyiapkan kapsul untuk suspect virus corona di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: antaranews)

"Ini bisa dipakai untuk evakuasi dari titik pintu masuk ke rumah sakit," ujarnya.

Menurut Anung tidak semua rumah sakit bisa menangani virus corona. Dia mengatakan pihaknya telah menunjuk sejumlah rumah sakit buat menangani pasien terjangkit virus corona.

"Rumah sakit rujukan yang sudah ditetapkan sebagaimana ada di Permenkes soal flu burung," pungkas Anung.(Pon)

Baca Juga:

Cegah Kecemasan Massal Soal Virus Corona, IDI Imbau Para Dokter Pelajari Informasi WHO

Menkes Terawan Pastikan Belum Ada Penderita Virus Corona di Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Hari Kartini, Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar Titip Pesan Antikorupsi
Indonesia
Hari Kartini, Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar Titip Pesan Antikorupsi

"Terasa sebagai perempuan Indonesia masa sekarang beban semakin berat, wabah memaksa perempuan berfikir keras untuk tetap memberi gizi, memberi kenyamanan bagi anak-anak dan keluarga," bebernya.

Enam Jenazah Pengikut Rizieq Shihab Ada di RS Polri
Indonesia
Enam Jenazah Pengikut Rizieq Shihab Ada di RS Polri

Dokter Forensik Arif Wahyono membenarkan enam jenazah pengikut Muhammad Rizieq Shihab (MRS) berada di RS Polri Kramat Jati.

Tangani Dampak COVID-19, Stimulus Fiskal Harus Dibarengi Kebijakan Moneter
Indonesia
Tangani Dampak COVID-19, Stimulus Fiskal Harus Dibarengi Kebijakan Moneter

Koordinasi antarkementerian juga mutlak diperlukan

228 Terduga Teroris Ditangkap Selama Tahun 2020
Indonesia
228 Terduga Teroris Ditangkap Selama Tahun 2020

Densus 88 Antiteror telah menangkap 228 terduga teroris selama tahun 2020.

Periksa Pejabat Bappenas, KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
Periksa Pejabat Bappenas, KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Selain Rizky, hari ini penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi lainnya

MPR Dorong TNI-AD Investigasi Helikopter Jatuh di Kendal
Indonesia
MPR Dorong TNI-AD Investigasi Helikopter Jatuh di Kendal

Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran

JPU Tanggapi Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Pekan Depan
Indonesia
JPU Tanggapi Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Pekan Depan

JPU akan menyampaikan pendapat atas eksepsi yang diajukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte, pasa Senin (16/11) pekan depan.

DPR Sebut Kasus Djoko Tjandra Jadi Momentum Benahi Imigrasi
Indonesia
DPR Sebut Kasus Djoko Tjandra Jadi Momentum Benahi Imigrasi

Sistem keimigrasian semestinya dapat memberikan informasi terkait data warga negara asing (WNA).

DPR Desak Kedubes Malaysia Ungkap Aktor di Balik Parodi Lagu Indonesia Raya
Indonesia
DPR Desak Kedubes Malaysia Ungkap Aktor di Balik Parodi Lagu Indonesia Raya

Politisi Partai Golkar itu mendesak Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia untuk mengungkap aktor di balik pelecehan lagu kebangsaan Indonesia itu.

Epidemiilogi UI Sebut Klaster Keluarga Muncul karena Kebijakan Pemerintah yang Salah
Indonesia
Epidemiilogi UI Sebut Klaster Keluarga Muncul karena Kebijakan Pemerintah yang Salah

"Betapa kejamnya sampai salahkan warga. Kebijakannya yang salah," ungkapnya.