Antisipasi Kerawanan Pemilu, Mabes Polri Gelar Simulasi Pengamanan di Solo Simulasi Pengamanan Pemilu di Karanganyar, Jawa Tengah (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Mabes Polri menggelar simulasi pengamanan Pemilu di Solo, Jawa Tengah. Pemilihan Solo sebagai tempat simulasi dilatari pertimbangan karena kota tersebut menempati peringkat pertama potensi terjadi kerawanan Pemilu 2019.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan Solo menjadi wilayah Jawa Tengah dengan indeks kerawanan tertinggi sehingga perlu pengamanan ekstra agar penyelenggaraan Pemilu berlangsung aman dan damai.

Dalam simulasi pengamanan yang dilakukan Mabes Polri, sekitar 23.600 personel kepolisian dan 14.000 personel TNI diterjunkan. Simulasi pengamanan berlangsung di halaman parkir Museum De Tjolomadeo, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memberikan keterangan pada media terkait daerah rawan Pemilu di Jateng, Rabu (14/3). (MP/Ismail)

"Solo masuk prioritas pengamanan Pemilu 2019. Kami menjadikan Solo masuk prioritas pengamanan karena selama proses kampanye banyak agenda besar melibatkan capres dan cawapres," ujar Irjen Pol Condro Kirono usai simulasi pengamanan kota di Karanganyar, Rabu, (13/3).

Analisis intelijen menunjukkan adanya konflik sosial saat pemilu nanti. Polda Jateng perlu melakukan simulasi pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi di Solo.

Simulasi pengamanan pemilu
Simulasi Pengamanan Pemilu oleh Mabes Polri di Solo, Jawa Tengah (MP/Ismail)

"Mabes Polri yang menunjuk langsung Solo sebagai percontohan simulasi pengaman Pemilu 2019 tingkat nasional. Setelah ini semua Polda se-Indonesia melakukan hal sama," kata dia.

Kapolda menjelaskan selain wilayah eks Karesiden Surakarta, juga ada eks Kresiden Kedu dan Banyumas yang masuk peringkat kedua dan ketiga indeks kerawanan pemilu. Polda Jateng perlu melakukan simulasi ini agar semua satuan tahu Standar Operasional Prosedur (SOP) atau protap penanganan ketika ada kejadian.

Pengamanan Pemilu di daerah rawan konflik oleh Mabes Polri
Solo dipilih sebagai lokasi simulasi pengamanan Pemilu lantaran dianggap rawan konflik (MP/Ismail)

"Ada serangan teror bom, satuan mana dulu yang bergerak. Ada kerusuhan di kantor Bawaslu apa yang harua dilakukan Dalmas dan Brimob. Kita uji kemampuan pengamanan dalam simulasi ini," jelasnya.

Ditanya terkait adanya ancaman terorisme saat pemilu, Kapolda menegaskan sudah ada Densus 88 yang siap bergerak melawannya. Satgas Intelejen juga ikut membantu mendeteksi ancaman teror.

"Kami pastikan situasi Solo serta Jateng mendekati sebulan pencoblosan kondusif dan aman tanpa ada gangguan keamanan," pungkas Irjen Pol Condro Kirono.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Sandiaga Uno Dikepung Massa Saat Kampanye di Kota Bima



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH