Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Boyolali Pasang CCTV Gunung Merapi. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali bersama Provinsi Jateng memasang lima unit Closed Circuit Television (CCTV) di permukiman penduduk kawasan rawan bencana (KRB), untuk antisipasi bencana erupsi Gunung Merapi.

Kepala BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan, lima unit CCTV tersebut dipasang di daerah pemukiman penduduk, masuk kawasan rawan bencana (KRB), seperti di Desa Tlogolele Kecamatan Selo, Boyolali.

"Desa Tlogolele permukiman penduduk yang paling dekat dengan puncak Merapi, atau masuk KRB III. Alat CCTV itu, untuk mengetahui lebih cepat jika terjadi erupsi Merapi yang datang secara tiba-tiba," kata Bambang di Boyolali, Rabu (26/12).

Warga mengamati puncak Gunung Merapi di pos pemantauan kawasan Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Warga mengamati puncak Gunung Merapi di pos pemantauan kawasan Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Menurut Bambang Sinungharjo, Gunung Merapi sejak akhir November 2018 sudah mengeluarkan lava pijar.

Meski gugurannya tidak mengarah ke Desa Tlogolele atau wilayah Boyolali lainnya. Namun, warga di KRB harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

Bambang mengatakan guguran lava pijar Merapi selama ini, memang mengarah ke hulu Kali Gendol ke wilayah Sleman Yogyakarta.

Meski demikian, katanya, pihaknya memasang alat CCTV sebanyak lima unit di Desa Tlogolele Selo tersebut, sejak Kamis (20/12) hingga sekarang. Dipilihnya Tlogolele, karena masuk KRB III yang memiliki jarak radius sekitar tiga kilometer dari puncak.

"Dengan alat CCTV ini kami dapat mengakses secara langsung melalui smartphone," katanya.

Dia mengatakan, lima titik yang dipasang CCTV, dapat memantau kondisi dan situasi di wilayah yang perlu pengawasan secara intens, seperti di jalur evakuasi, di Dukuh Stabelan Tlogolele yang menjadi permukiman yang paling dekat dengan puncak Merapi.

"Alat itu sebagai deteksi dini kalau terjadi apa-apa, termasuk kemungkinan luncuran awan panas dan sebagainya, sehingga langkah penanganan dapat efektif," katanya.

Menurut dia, kondisi Merapi hingga sekarang statusnya Waspada.

Pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di wilayah KRB II untuk tetap mengikuti perkembangan rekomendasi yang dikeluarkan dari instansi terkait.

Kendati demikian, pihaknya meminta masyarakat tetap tenang dan jangan termakan isu atau berita tidak benar, serta tetap menjaga kewaspadaan.



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH