Antisipasi Demo, Sekolah Diminta Cek Pelajar 3 Kali Sehari Puluhan pelajar terjaring razia unjuk rasa diboyong ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)

MerahPutih.com - Mengantisipasi para pelajar kembali ikut demo hingga berbuat kerusuhan, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, minta sekolah di wilayahnya rutin menggelar pertemuan virtual pada pagi, siang, dan sore hari.

Pertemuan virtual wajib dihadiri oleh orangtua dan pihak sekolah juga, khususnya anak SMP kelas 7-9 dan SMA kelas 10-12. Dengan begini, maka diharapkan para pelajar bisa dicegah ikut demo, apalagi sampai membuat rusuh.

"Sejauh ini kami juga selalu memberikan informasi melalui WA, bahkan bebarapa saat lalu kita undang semua kepsek-kepsek, termasuk swasta untuk diberikan arahan," kata Kepala Sudin Pendidikan 1 Jakarta Selatan, Joko Sugiarto kepada wartawan, Jumat (16/10).

Baca Juga:

Mengapa Justru Pelajar Paling Banyak Ditangkap Saat Kerusuhan?

Sebagai contoh, adanya demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia hari ini, lantas pihaknya telah memberi informasi pada semua sekolah di Jakarta Selatan sehingga anak didiknya mengikuti kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) bukan malah demo.

Para pelajar diminta melakukan komunikasi atau daftar hadir selama tiga kali yaitu pagi, siang, dan sore agar terpantau aktivitasnya.

"Dengan begitu tentunya dia jadi terbatas di rumah saja dan terpantau orangtuanya juga, lalu dikasih juga tugas tambahan diatas jam 13.00 WIB selain dari tugas BDR itu. Dengan pertemuan secara virtual artinya terjadi diskusi antara pihak sekolah dan murid-murid, yang mana diharapkan kita semua bisa sama-sama menjaga," katanya.

Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto menambahkan, sejauh ini, berdasar data pihaknya selama dua kali demo 8 dan 13 Oktober 2020 lalu yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law, ada 288 siswa yang diamankan.

Sebanyak 57 siswa diantaranya murid dari 28 sekolah SMP dan SMA di Jakarta Selatan. Sisanya merupakan murid dari sekolah SMP dan SMA di Bogor, Depok, dan Bekasi.

Sekelompok remaja diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan dalam patroli mencegah pergerakan massa aksi penolakan UU Cipta Kerja ke Istana Merdeka, Selasa (13/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Sekelompok remaja diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan dalam patroli mencegah pergerakan massa aksi penolakan UU Cipta Kerja ke Istana Merdeka, Selasa (13/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

"Ternyata kita paham dari Sudin Pendidikan Jaksel juga ada sistem, warning, dan pemberitahuan pada pihak sekolah juga orangtua murid (terkait demo)," kata Agus.

Dirinya menambahkan, sebagai langkah pencegahan, pihaknya juga akan gencar memberikan sosialisasi ke pihak Sudin Pendidikan Jaksel sejak sebelum adanya demo. Sosialisasi tersebut pun diteruskan juga ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta Selatan.

Polisi akan minta perwakilan dari Sudin Pendidikan Jaksel untuk berada di kantor polisi guna memantau saat ada pelajar yang diamankan. Dengan demikian, pihak sekolah pun bisa langsung dibertahu tentang anak didiknya, termasuk orangtuanya.

"Contoh, seperti demo hari ini, H-1 kita beritahu Sudin Pendidikan akan ada demo, nah dari Sudin akan beritahu ke sekolah sampai ke orangtua untuk diberikan tugas dari sekolah dan diberikan absen dari pagi, siang, hingga sore, ditambah orangtuanya juga memantau lagi," kata Agus. (Knu)

Baca Juga:

Dua Pelaku Pembakaran Truk Satpol PP Sukoharjo Diamankan Polisi

Kredit : joseph_kanugrahan

Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH