Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari keenam sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Operasi ini dilaksanakan melalui koordinasi lintas lembaga antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara.

Pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Pada sorti pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah overhead Perairan Selat Sunda. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 10.000–11.000 kaki, dengan target awan Cumulus Mediocris yang memiliki base sekitar 5.000 kaki dan top hingga 12.000 kaki.

Sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) disemai untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek, sehingga presipitasi terkonsentrasi di wilayah perairan. Saat penyemaian berlangsung, angin terpantau bertiup dominan dari arah barat laut, dengan kejadian presipitasi teridentifikasi pada posisi 272 derajat/92 nautical mile.

Baca juga:

Gubernur Pramono Pastikan Modifikasi Cuaca di Jakarta Bisa Tetap Berjalan, Gunakan Dana BTT

Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan area semai masih di overhead Perairan Selat Sunda, pada radial 250–300 dan jarak 80–110 nautical mile dari Halim. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, menggunakan 800 kilogram NaCl.

Sorti ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.

Sementara itu, sorti ketiga difokuskan di wilayah overhead Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO). Upaya ini ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Rabu (21/1) menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem dibandingkan periode sebelumnya.

“Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko bencana hidrometeorologi masih berada pada kategori menengah, sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.

Baca juga:

Warga Jakarta Diminta Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai hingga 27 Januari

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menegaskan bahwa OMC merupakan langkah antisipatif berbasis analisis meteorologi.

“Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat berdampak pada wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya,” jelasnya.

BPBD DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC serta menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, serta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

“Informasi kebencanaan dan peringatan dini dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta,” tutupnya. (Asp)

#Modifikasi Cuaca #Cuaca Ekstrem #BPBD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta meter kubik selama kegiatan OMC.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Indonesia
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
BMKG ungkap penyebab cuaca panas ekstrem dan gerah di Jakarta dan Pulau Jawa yang tembus 37 derajat Celsius. Simak 4 faktor utama & tipsnya di sini!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
Indonesia
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Penasaran kenapa cuaca panas hari ini terasa sangat menyengat? Cek penjelasan lengkap BMKG soal puncak kemarau, El Nino 2026, hingga efek aspal Jakarta!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
BMKG mengingatkan potensi cuaca signifikan 8 Oktober, mulai awan Cb, hujan petir, gelombang 2,5-4 meter hingga banjir rob.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
Indonesia
Awas Cuaca Ekstrem! Prakiraan Cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026 dan Peringatan Dini BMKG
Cek prakiraan cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026. BMKG rilis peringatan dini cuaca ekstrem, hujan lebat, dan dampak kemarau. Siapkan dirimu sekarang!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Awas Cuaca Ekstrem! Prakiraan Cuaca Indonesia 2-5 Oktober 2026 dan Peringatan Dini BMKG
Indonesia
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
BMKG rilis peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter dan ancaman banjir rob di 10 provinsi mulai Sumatra, Jawa, hingga NTB. Cek daftar wilayahnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
BMKG Rilis Warning Darurat! Gelombang 4 Meter dan Teror Banjir Rob Intai 10 Provinsi Hari Ini
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Cek peringatan dini BMKG hari ini terkait potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca di berbagai kota besar. Waspada ancaman cuaca ekstrem dan pelajari respons tsunami di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Ancaman Hujan Badai di Sumatera dan Update Status Tsunami
Indonesia
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Mau bepergian? Cek dulu prakiraan cuaca 16-17 September 2026 dari BMKG. Simak daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Awas Badai! Cek Prakiraan Cuaca 16-17 September 2026 dan Peringatan Dini BMKG di Sini
Indonesia
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Pemerintah sudah menyediakan sarana untuk menambah kedalaman sumur bor. Pemilik rumah hanya perlu menyediakan lokasi serta tempat penampungan air.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Bagikan