Anthony Sinisuka Ginting, Pemuda Jagoan Bulu Tangkis Negeri Aing Pemuda 25 tahun sebagai atlet bulu tangkis. (Foto: Instagram/@sinisukanthony

ANTHONY Sinisuka Ginting menatap lawannya yang siap melakukan service. Ini sudah set ketiga dengan skor 20-11 untuk keunggulan pemuda berusia 25 tahun ini. Sang lawan memasang kuda-kuda service, lalu memukul kok ke arah Athony. Lantas Anthony sigap dengan melakukan pukulan tipuannya, mengubah papan nilai menjadi 21-11. Dia memenangi final pertama Thomas Cup 2020 mewakili Indonesia.

Siapa sangka, sebelum menjuarai Thomas Cup, Anthony Ginting melewati banyak rintangan. Anthony sudah mulai mengenal bulu tangkis sejak kecil. Anthony tertarik terhadap bulu tangkis setelah ayahnya mengajak menonton pertandingan bulu tangkis bersama teman-teman kantornya. Naluri seorang ayah yang mendorong Anthony mengikuti kegiatan bulu tangkis.

Baca Juga:

Aku Tak Mau Lagi Bergaul dengan Teman Bertopeng

Ia menjuarai kompetisi MILO School Competition pada 2008. Ajang yang ia ikuti saat berseragam sekolah dasar itu menjadi jalan masuk Anthony untuk mengenali lebih dalam dunia bulu tangkis.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2012, ia kembali mengikuti ajang MILO School Competition Anthony menduduki bangku menengah pertama dan kembali menjadi juara. Kemudian Anthony melanjutkan langkahnya bersama Sangkuriang Graha Sarana PLN Bandung pada 2013. Klub buku tangkis yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat itu menjadi tempat ia berlabuh dan menjalani karier profesionalnya.

Bersama klub tersebut, Anthony mulai menjalani banyak kompetisi bulu tangkis. Mulai dari Indonesia Open Grand Prix Gold, Vietnam International Challenge, dan Maldives International Challenge. Kompetisi nasional dan internasional itu, membentuk pola permainan dan jam terbang bagi Anthony.

Ia juga pernah meraih medali perunggu di ajang BWF World Junior Championship kategori tunggal putra. Ajang itu berlangsung pada 7-18 April 2014. Sesudahnya, pemuda yang lancar berbahasa Sunda ini, diresmikan menjadi atlet bulu tangkis tingkat superseries di Indonesia Open pada 2015.

Perjuangan Anthony tidak berhenti pasca masuk pelatnas. Ia selalu mengayunkan raketnya untuk mendapatkan kemenangan. Persembahan emas di ajang Sea Games 2015 kategori beregu putra, adalah pembuktiannya. Tapi, pencapaian itu tidak berpengaruh besar pada catatannya pada 2015. Ia selalu terhadang di bagian semifinal, seperti dikalahkan oleh tunggal putra Tiongkok, Tian Houwei, di Hong Kong Open 2015. Begitu juga dengan Vietnam Open Grand Prix dan Indonesia Masters pada 2015, dengan lawan masing-masing.

Kompetisi Australia Open 2016 juga memberikan hasil tak memuaskan bagi Anthony. Ia kerap gagal ke babak final, dan belum menemukan permainan terbaiknya saat itu.

Baca Juga:

Pemuda, 'Healing' Tak Harus 'Travelling'

Anthony mulai bangkit ketika mengikuti Asian Championship pada akhir Februari 2016. Ia meraih emas kategori ganda putra dan berlanjut pada Korea Open 2017. Ia makin memantapkan dirinya sebagai pemenang dengan menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2018, yang berlangsung pada 23-28 Januari 2018.

Anthony adalah sosok yang tak pernah menyerah saat bertanding. Ia menunjukkan ketangguhannya saat bertarung melawan Shi Yuqi di Asian Games 2018. Ketika itu, ia mengalami cedera berupa kram paha, padahal pertandingan sedang berlangsung.

Ia juga mendapat kartu kuning akibat menunda pertandingan. Akan tetapi, rasa semangatnya tetap berkobar. Ia melanjutkan pertandingan sampai skor seri 20-20. Walaupun kalah, aksi heroik yang dilakukan Anthony menarik perhatian para warganet Indonesia. tagar 'Ginting' menggema di Twitter. Ia kalah tapi tetap menyumbangkan medali perak.

Kekuatan utama dari atlet ini adalah kecepatannya. Kemampuannya menjadi perhatian pebulutangkis mancanegara seperti Chen Long dan Kento Momota.

Prestasi terbaik yang diberikan Anthony kepada Indonesia adalah mendapatkan perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Tidak sebaik emas, tapi memecahkan rekor buruk tunggal putra di ajang tersebut selama 17 tahun terakhir. Anthony berhasil menumbangkan lawannya, Kevin Cordón, dengan skor telak 21-11 dan 21-13.

Tiga kali sudah pemuda ini memperkuat tim Piala Thomas Indonesia hingga akhirnya berhasil menjadi kampiun pada 17 Oktober lalu. Saat Thomas Cup 2016, pemuda asal Cimahi ini mendapatkan pelajaran berharga dari babak final pertamanya di Tiongkok. Pemuda ini juga belajar tentang keteledorannya di Thomas Cup 2018 yang bertempat di Thailand. (bed)

Baca Juga:

Lika-Liku Pemuda Tangguh Pekerja Lepas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hanya dengan Konsumsi ini, Kamu Bisa Mengontrol Kadar Kolesterol Tubuh
Fun
Hanya dengan Konsumsi ini, Kamu Bisa Mengontrol Kadar Kolesterol Tubuh

Cara mudah mengontrol kadar kolesterol di tubuh.

Tips Manajemen Waktu di Tengah Kesibukan Kuliah dan Syuting ala Prilly Latuconsina
Fun
Tasya Kamila Gaungkan Pesan Peduli Lingkungan
Hiburan & Gaya Hidup
Tasya Kamila Gaungkan Pesan Peduli Lingkungan

Tasya Kamila mengatakan, bahwa dirinya percaya pada setiap masyarakat khususnya anak muda, bisa mengatasi masalah lingkungan apabila dilakukan bersama

Brand Skincare Lokal Buat Kampanye Peduli Korban Pelecehan Seksual
Fun
Brand Skincare Lokal Buat Kampanye Peduli Korban Pelecehan Seksual

Jiera bekerjasama dengan Human Initiative untuk menciptakan kampanye bernama It's Okay.

Memahami Istilah Blockchain Bagi Pemula
Hiburan & Gaya Hidup
Memahami Istilah Blockchain Bagi Pemula

Merupakan buku besar dari transaksi koin digital

Kulit Wajah Sehat dengan Facial Steam
Fun
Kulit Wajah Sehat dengan Facial Steam

Facial steam bisa dilakukan di rumah.

E-Commerce Dukung Pemulihan Bisnis UMKM
Fun
E-Commerce Dukung Pemulihan Bisnis UMKM

Pandemi kondusif, bisnis UMKM mulai pulih.

Yuk Ajak Anak Ikut Gymnastic
Fun
Yuk Ajak Anak Ikut Gymnastic

Gymnastic memberikan banyak manfaat untuk anak.

Berburu Barang Preloved Branded Jelang Ramadan di Irresistible Bazaar
ShowBiz
Berburu Barang Preloved Branded Jelang Ramadan di Irresistible Bazaar

Irresistible Bazaar hadir di Main Atrium Mall Gandaria City, Jakarta Selatan