Antasari Azhar: Saya Berharap SBY Jujur Antasari Azhar di Bareskrim (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar membeberkan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang menyeretnya ke dalam bui selama 8 tahun lamanya.

Dalam keterangannya, Antasari Azhar menyebut bahwa SBY merupakan inisiator kasus yang membuatnya mendekam di penjara.

"Inisiator dari kriminalisasi kasus saya adalah SBY," tegasnya saat menjawab pertanyaan awak media di Bareskrim Polri, Gedung KKP Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).

Antasari Azhar menduga kasusnya terkait erat dengan penguasa saat itu, SBY. Sebab, sebelum dirinya menjadi tersangka kasus pembunuhan tersebut, ia sempat didatangi bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT).

"HT, malam itu mendatangi saya mengatasnamakan utusan keluarga Cikeas. HT memohon kepada saya agar besan SBY, Aulia Pohan tidak ditahan," kata Antasari Azhar.

Permohonan HT tersebut tidak disanggupi Antasari Azhar. "Saya tolak, meskipun bapak mau berbicara sampai subuh di sini," kata Antasari bercerita.

"Saya berharap SBY jujur, saya yakin SBY tahu kasus ini," tandasnya.

Antasari Azhar mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan SMS misterius dugaan kasus pembunuhan yang menyeretnya ke penjara.

Ia didampingi pengacara dan adik kandung Nasrudin, Andi memberikan laporan yang disertai sejumlah bukti terkait kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen 2008 silam.

Pernyataan Antasari Azhar itu langsung ditanggapi SBY melalui akun twitter pribadinya @SBYudhoyono Selasa (24/2) sore. Ada berapa rangkaian twit yang disampaikan Presiden ke-6 itu. Diantaranya SBY menduga bahwa pengakuan Antasari Azhar terkait dengan Pilgub DKI 2017.

"Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya," kata SBY. "Tujuan penghancuran nama SBY oleh Antasari & para aktor di belakangnya ~ agar Agus-Sylvi kalah dlm pilkada besok, 15 Feb 2017."

SBY juga menyatakan dalam dekat akan melakukan bantahan terhadap pernyataan Antasari Azhar. Ia juga memastikan akan menempuh langkah hukum terhadap Antasari.

"Apa belum puas terus memfitnah & hancurkan nama baik saya sejak November 2016, agar elektabilitas Agus hancur & kalah *SBY*."

"Luar biasa negara ini. Tak masuk di akal saya. Naudzubillah. Betapa kekuasaan bisa berbuat apa saja. Jangan berdusta. Kami semua tahu *SBY*."

"Dalam waktu dekat akan saya sampaikan bantahan & penjelasan saya. Saya ingin saudaraku rakyat Indonesia tahu kebenaran yg sejati *SBY

SBY menilai pemberian grasi kepada Antasari Azhar lebih beraroma politis ketimbang alasan hukum dan keadilan.

"Yg saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kpd Antasari punya motif politik & ada misi utk serang & diskreditkan saya (SBY)," kata SBY. Pernyataan itu langsung dari SBY dengan tanda "*SBY*" pada akhir kalimat.

Kredit : fadhli


Eddy Flo