Anoreksia Nervosa, Gangguan Mental Serius Seberapa berbahayanya anoreksia? (Foto: recursosdeautoayuda)

DARI sekian banyak jenis kelainan makanan yang ada, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan ‘anoreksia nervosa’, bukan? Mari kita mengenal penyakit ini lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut!

Kelainan Pola Makan

Anoreksia nervosa adalah kelainan pola makan yang ditandai dengan perilaku seseorang mempertahankan berat badannya serendah mungkin. Ketimbang dikategorikan sebagai kondisi medis, anoreksia lebih condong dikelompokkan sebagai gangguan mental yang serius.

Kelainan ini paling sering dialami pada remaja berusia 13-18 tahun. Anoreksia biasanya mudah dikenali karena beberapa gejala khasnya. Seperti tubuh yang sangat kurus dan tidak adanya keinginan dari pasien untuk mencapai berat badan yang ideal, kebiasaan enggan makan, sengaja memuntahkan makanan yang dikonsumsi atau berolahraga secara berlebihan. Bahkan memiliki anggapan tubuhnya selalu terlihat gemuk.

anoreksia
Penderita anoreksia merasa gemuk. (Foto: healthliving)


Epidemiologi

1. Anoreksia ditemukan di semua negara.

2. Anoreksia dapat terjadi pada orang yang gemuk.

3. Terdapat beberapa kelompok individu yang rentan mengalami kondisi anoreksia, diantaranya adalah atlet, model, pegulat, dan

4. Di Amerika Serikat, angka kejadian anoreksia diperkirakan sebanyak 4%.

5. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih rentan mengalami gejala anoreksia dibandingkan pria.

6. Perbandingan kasus anoreksia antara pria dengan wanita ialah 20 : 1

7. Tercatat 85 % kasus anoreksia terjadi pada remaja usia 13 – 18 tahun.


Penyebab

Sayangnya, penyebab pasti anoreksia nervosa hingga kini belum diketahui. Namun, para ahli mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor, seperti:

1. Faktor psikologis.

2. Stres, nyatanya rasa takut akan masa depan dapat mimacu kejadian anoreksia.

3. Keinginan untuk mendapat tubuh yang sempurna; keinginan untuk mendapatkan tubuh yang ideal bisa membuat seseorang menetapkan standar yang ketat terhadap pola makan.

4. Faktor lingkungan; pubertas, sikap rendah diri, dan tuntutan keluarga diyakini berkontribusi terhadap pola makan.

5. Pekerjaan; faktanya, beberapa jenis pekerjaan (seperti atlet, model, aktor, dan pegulat)dapat membuat seseorang menderita

6. Faktor biologis; perubahan fungsi otak dan/atau tidak stabilnyakadar hormonal ternyata dapat memicu anoreksia. Mengapa? Sebab, dua faktor tadi bisa memengaruhi bagian otak yang mengendalikan nafsu makan, atau memicu timbulnya perasaan cemas dan rasa bersalah setiap kali mengonsumsi makanan.

anoreksia
Banyak faktor yang menyebabkan anoreksi. (Foto: portlandpediatricnutrition)


Gejala

Beberapa tanda dan gejala khasnya:

1. Pembatasan asupan energi yang mengarah atau dengan tujuan memperoleh berat badan yang kurus secara cepat.

2. Penurunan berat badan yang ekstrim.

3. Ketakutan bertambahgemuk.

4. Menganggap bahwa diri sendiri sangat gemuk, padahal tidak demikian.

5. Penampilan kurus.

6. Kelelahan.

7. Pusing.

8. Rambut menipis atau rontok berlebih.

9. Sembelit.

10. Tidak tahan terhadap cuaca dingin.

11. Dehidrasi.

12. Muntah yang dilakukan secara sengaja.

13. Penggunaan obat pencahar atau produk diet secara berlebihan.

14. Menolak untuk makan.

15. Menarik diri dari lingkungan sekitar.

16. Mudah marah.

Anoreksia tidak selamanya menimpa mereka yang bertubuh kurus kering saja, tapi juga bisa mendera individu yang memiliki tubuh gemuk. Bawa dan konsultasikan kesehatan sahabat atau kerabat jika mereka terbukti menunjukkan satu atau banyak gejala anoreksia di atas!


Diagnosis


Dalam sebagian besar kasus anoreksia nervosa, penderita tidak ingin mendapatkan perawatan karena menganggap dirinya tidak sakit. Karenanya, peran keluarga, teman, sahabat, atau orang yang dipercaya terhitung besar dan dominan dalam mengembalikan kondisi normal pasien.

Langkah awal yang dapat kamu praktikkan dalam menangani kasus anoreksia adalah dengan mencari bantuan medis sesegera mungkin. Tunjukkan dukungan moral yang baik bagi pasien, sebab hal ini dapat mendorong mereka agar lebih terbuka dan tidak lagi merasa malu dengan kondisinya.

Kepekaan dalam mengenali gejala anoreksia secara dini, turut memengaruhi keberhasilan pengobatan. Jika yakin ada anggota keluarga atau sahabat yang menderita kondisi ini, jangan tunda keputusan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga ahli lainnya.

anoreksia
Kenalilah gejala anoreksia untuk menolong penderitanya. (Foto: diabetesdaily)


Penanganan


Pengobatan anoreksia nervosa umumnya dilakukan dengan mengombinasikan terapi psikologis dan perubahan gaya hidup. Penanganan ini perlu dilakukan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi. Rencana perawatan akan melibatkan beberapa tenaga medis, sebut saja dokter, dokter spesialis nutrisi, psikiater, psikolog, dan perawat.

Pada kasus anoreksia parah, pasien mungkin perlu dirawat inap di rumah sakit untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan demi meningkatkan rasa percaya diri, mengubah pola makan, mengembalikan persepsi positif mengenai diri sendiri dan meningkatkan kualitas hidup.


Komplikasi


Jika tidak ditangani dengan segera, anoreksia nervosa dapat memicu timbulnya komplikasi lain, seperti:

1. Anemia.

2. Hipoglikemia.

3. Osteoporosis.

4. Gangguan irama jantung.

5. Gagal jantung.

6. Bengkak pada tubuh.

7. Kehilangan kemampuan mengingat.

8. Gangguan pencernaan.

9. Konstipasi.

10. Dehidrasi.

11. Bunuh diri. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH