Anita Kolopaking Penuhi Panggilan Bareskrim Anita Kolopaking (tengah), pengacara terpidana Djoko Soegiarto Tjandra (@a_kolopaking2018)

Merahputih.com - Pengacara Djoko Soegianto Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking (AK), memenuhi panggilan kedua sebagai tersangka di Mabes Polri, Jumat (4/8). Polri telah mengancam akan memanggil paksa Anita jika ia tak muncul dalam pemanggilan hari ini.

Anita sebenarnya hendak diperiksa Selasa (4/7) kemarin. Namun dia malah tak datang lantaran datang ke LPSK.

Baca Juga

Akhir Pelarian Buron Kakap Djoko Tjandra

“Jam 10.30 tadi tersangka AK menghadap penyidik di Subdit 5 Dit Tipidum Bareskrim Polri untuk diperiksa,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Jumat (7/8).

Pemeriksaan terhadap Anita hingga kini belum selesai. "Sudah mulai diperiksa sebagai tersangka," kata Ferdy.

Anita sempat mangkir dari pemeriksaan penyidik pada panggilan pertama, Selasa (4/8). Saat itu ia beralasan sedang mengajukan permohonan perlindungan saksi di LPSK.

Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking keluar ruangan usai menjalani pemerikaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta, Senin (27/7). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

Penyidik kemudian melayangkan panggilan kedua untuk diperiksa hari ini. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono meminta Anita kooperatif.

"Tentunya kalau panggilan kedua tidak hadir, penyidik bisa melakukan upaya paksa melakukan penjemputan dari yang bersangkutan,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

Baca Juga

Belum Periksa Djoko Tjandra, Kejagung: Yang Penting Dieksekusi Dulu

Anita Kolopaking dijerat Pasal 263 KUHP ayat 2 dan Pasal 223 KUHP, karena dianggap membantu Djoko Tjandra melarikan diri ke luar negeri dengan surat jalan yang dikeluarkan Brigjen Prasetijo Utomo. Kasus ini pun masuk dalam bentuk tindak pidana pemalsuan surat. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komnas HAM Dapatkan Barang Bukti di Jalan Tol untuk Ungkap Kasus Penembakan Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Dapatkan Barang Bukti di Jalan Tol untuk Ungkap Kasus Penembakan Laskar FPI

Sayangnya, Anam belum bisa membeberkan barang bukti yang dimaksud

Novel: Penyingkiran Pegawai Tahap Akhir Matikan Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Novel: Penyingkiran Pegawai Tahap Akhir Matikan Pemberantasan Korupsi

"Saya yakin kawan-kawan akan tetap semangat, karena memang tidak semua perjuangan akan membuahkan hasil," ujarnya.

[Hoaks atau Fakta]: Denda E-Tilang Capai Rp5 Juta
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Denda E-Tilang Capai Rp5 Juta

Tilang elektronik ini juga akan diberlakukan di sejumlah daerah pada 17 Maret 2021.

Hakim Ungkit Kapasitas Ngabalin Ikut ke Hawai Bareng Edhy Prabowo
Indonesia
Hakim Ungkit Kapasitas Ngabalin Ikut ke Hawai Bareng Edhy Prabowo

"Beliau sebagai Penasehat Komisi Pemangku Kepentingan Publik," kata Desri.

Graha Wisata Ragunan Siap Digunakan untuk Isolasi Mandiri Pasien COVID-19
Indonesia
Graha Wisata Ragunan Siap Digunakan untuk Isolasi Mandiri Pasien COVID-19

Graha Wisata Ragunan juga pernah dijadikan tempat isolasi mandiri bagi tenaga kerja Indonesia yang baru pulang dari Jepang

Didukung Demokrat dan PKS, Putri Ma'ruf Amin Langsung Tancap Gas
Indonesia
Didukung Demokrat dan PKS, Putri Ma'ruf Amin Langsung Tancap Gas

Ia mengatakan, kepercayaan yang diberikan partai Demokrat dengan mengusungnya dan Ruhammaben akan langsung diimplementasikan dengan kerja-kerja politik.

Besok Irjen Napoleon Cs Jalani Sidang Perdana Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Besok Irjen Napoleon Cs Jalani Sidang Perdana Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Perkara dugaan suap pengurusan red notice merupakan bagian dari rentetan skandal Djoko Tjandra

Selama Tiga Hari, Pelanggar Ganjil Genap Belum Ditilang
Indonesia
Selama Tiga Hari, Pelanggar Ganjil Genap Belum Ditilang

Polda Metro hanya lakukan sosialisasi saja.

Pengamat Politik Nilai Pencalonan Gibran Bukan Masalah
Indonesia
Pengamat Politik Nilai Pencalonan Gibran Bukan Masalah

Majunya Gibran Rakabuming Raka menimbulkan pertanyaan.

Penumpang Melonjak, KAI Daop 8 Operasionalkan 6 Kereta Api Jarak Jauh
Indonesia
Penumpang Melonjak, KAI Daop 8 Operasionalkan 6 Kereta Api Jarak Jauh

pengopersional kereta api ini khusus akhir pekan dan tanggal tertentu di Agustus 2020 setelah dihentikan kini beroperasi kembali.