Animo Warga Bandung dan Peluang Wisata dalam Karnaval KAA 2018 Warga Bandung menyaksikan karnaval Konferensi Asia Afrika 2018 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

MerahPutih.Com - Matahari menyengat di atas ubun-ubun Kota Bandung pada Sabtu, (28/4). Dibalik terik yang tak bersahabat itu, warga Bandung tetap saja menyemut di jalanan. Siang itu tengah berlangsung puncak perhelatan karnaval Asia Afrika 2018.

Parade peserta karnaval dengan beragam corak serta gaya busana seperti memaksa warga Bandung tak beranjak dari panasnya jalanan untuk menyaksikan karnaval yang dihelat sekali setahun itu.

Jalan Asia Afrika mulai dari depan kantor Pikiran Rakyat hingga menuju Jalan Cikapundung Timur disesaki warga yang sudah memadati kawasan tersebut sejak pagi hari.

Perayaan Karnaval Asia Afrika yang dimulai pukul 13.00 WIB, diawali dengan barisan pasukan berkuda dari TNI AD Kavaleri yang menelusuri kawasan Asia Afrika setelah dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Multi Kultural dari Kementrian Pariwisata, Esthy Reko Astuty.

Peserta karnaval Asia Afrika 2018
Peserta parade mengikuti Karnaval Asia Afrika di jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Salah satu warga, Roni Romansyah mengatakan, ia bersama tiga orang anggota keluarganya sengaja datang dari Jakarta untuk melihat langsung parade Karnaval Asia Afrika.

"Saya tahu baca-baca di media online. Ini kan jarang setahun sekali acaranya, jadi pengen liat langsung dan mengabadikan momennya," kata dia saat ditemui di kawasan Jalan Asia Afrika, Sabtu.

Hal senada juga diungkapkan Sutrisno, salah seorang warga dari Cilacap. Ia mengaku sangat antusias menikmati parade karnaval Asia Afrika. Menurutnya, yang paling berkesan saat bisa mengunjungi Museum Asia Afrika.

"Sekalian wisata edukasi buat anak-anak juga mas," katanya.

Karnaval Asia Afrika tersebut diikuti oleh 2.867 peserta dari 15 daerah yang ada di Indonesia serta 15 negara dari Asia Afrika dan Eropa diantaranya Canada, Australia, India, Pakistan, Taiwan, Inggris, Madagaskar, Thailand, Vietnam, Uganda dan Korea Selatan.

Karnaval Asia Afrika 2019
Peserta Karnaval Asia Afrika 2018 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Mereka menampilkan baju khas daerah maupun negara masing-masing dihadapan warga. Bahkan, mereka mendapat sambutan meriah dari warga saat menampilkan pakaian maupun seni pertunjukannya masing-masing.

Sementara itu di tempat yang sama, Staf Ahli Multi Kultural Kementrian Pariwisata, Esthy Reko Astuty sebagaimana dilansir Antara, mengatakan karnaval Konferensi Asia Afrika dapat menjadi salah satu faktor pendorong untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kota kembang tersebut.

"Peringatan Konferensi Asia Afrika bisa menjadi salah satu pendorong meningkatkan wisatawan. Tahun depan kegiatan ini tetap berlangsung, berharap terus berpromosi," kata Eshty dalam sambutannya membuka Karnaval Asia Afrika di Bandung.

Menurutnya, Kota Bandung merupakan kota kreatif, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan besar haruslah menawarkan suguhan yang baru dan berbeda dari tahun ke tahunnya.

Keunikan peserta karnaval Asia Afrika
Penampilan unik parade KAA 2018 (ANTARA FOTO/Agung Rajasa)

Ia pun mengapresiasi gelaran karnaval kali ini, yang tak hanya melibatkan masyarakat Kota Bandung semata namun warga di luar Bandung serta perwakilan dari 15 negara Asia, Afrika, dan Eropa turut hadir.

Karnaval KAA ini, menjadi salah satu dari tujuh kalender even besar Jawa Barat. Diharapkan, karnaval KAA mampu menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara dari target yang ditetapkan pemerintah pusat pada tahun ini sebesar 17 juta orang. Apalagi dengan adanya Bandara Kertajati yang dapat menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.

"Jadi ajang tahunan. Diharapkan bisa meningkatkan wisatawan, target 17 juta dari mancanegara, KAA menjadi salah satu pendorong meningkatkan wisatawan," katanya.

Peserta Karnaval AA 2018
. Parade tersebut merupakan rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-63 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Karnaval Asia Afrika yang berlangsung diikuti oleh 2.867 peserta dari 15 daerah yang ada di Indonesia serta 15 negara dari Asia Afrika dan Eropa diantaranya Canada, Australia, India, Pakistan, Taiwan, Inggris, Madagaskar, Thailand, Vietnam, Uganda dan Korea Selatan.

Mereka menampilkan baju khas daerah maupun negara masing-masing dihadapan warga. Bahkan, mereka mendapat sambutan meriah dari warga saat menampilkan pakaian maupun seni pertunjukannya masing-masing.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Budaya Tradisional Aceh Pikat Wisatawan Asing



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH