Animo Cukup Tinggi, INTI Lemhannas Kembali Gelar Taplai Angkatan II Tenaga Pengajar Bidang Ilpengtek Lemhanas Mayjen TNI Achmad Yuliarto (kiri), Juru Bicara INTI Lexyndo Hakim (tengah) dan Ketua INTI Teddy Sugianto (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) akan kembali melaksanakan pendidikan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) Angkatan II tahun 2019 mendatang.

Pendaftaran Taplai Lemhannas INTI Angkatan II ini dibuka dari tanggal 29 November Sampai 14 Desember 2018 mendatang. Cara Pendaftaran peserta Taplai Lemhannas INTI Angkatan II bisa langsung ke Kantor Sekretariat INTI Gedung MGK Kemayoran, Jakarta Pusat.

Adapun Pendidikan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan ini akan diselenggarakan pada tanggal 14 sampai 20 Januari 2019 mendatang.

Juru Bicara INTI Lexyndo Hakim mengatakan sebenarnya penyelenggaraan Taplai Lemhannas INTI Angkatan II ini seharusnya berlangsung di pertengahan tahun 2019, dan lebih fokus untuk kaderisasi internal INTI. Namun lantaran antusias kader INTI dari daerah, cabang, dan bahkan dari pusat sendiri cukup tinggi, dipercepat Taplai Lemhannas INTI Angkatan II ini.

Peserta Taplai INTI angkatan pertama (MP/Rizki Fitrianto)

Mengingat Pendidikan Nilai-nilai Kebangsaan INTI Lemhannas angkatan I dilaksanakan pada 30 Juli sampai 5 Agustus 2018 lalu.

"Animo teman-teman dari INTI, pengurus daerah, cabang untuk ikut taplai sangat tinggi, dan INTI sebagai salah satu organisasi kebangsaan mengambil inisiatif untuk lebih memperkuat semangat nilai-nilai kebangsaan dengan tujuan lebih sebagai perekat sesama anak bangsa," kata Lexy kepada MerahPutih.com, Kamis (29/11).

Dengan begitu, Lexy mengajak, kader INTI cabang, daerah, pusat, dan organisasi Tionghoa lain, bahkan masyarakat dan perusahaan untuk ikut berpartisipasi dalam program Taplai Lemhannas INTI Angkatan II ini.

"Kami mengajak teman-teman silahkan mendaftar untuk ikut Taplai Lemhannas INTI Angkatan ke II ini," tutup Lexy. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mabes Polri Sebut Benny Wenda Tengah Memprovokasi Warga Papua
Indonesia
Mabes Polri Sebut Benny Wenda Tengah Memprovokasi Warga Papua

Polri merespons pernyataan aktivis Benny Wenda soal pembentukan pemerintahan Papua.

Muhammadiyah Desak Pemerintah Indonesia Bantu Lebanon
Indonesia
Muhammadiyah Desak Pemerintah Indonesia Bantu Lebanon

Termasuk bantuan kemanusiaan untuk pemerintah dan rakyat Lebanon.

Wagub DKI: UU Cipta Kerja Urusan Pemerintah Pusat
Indonesia
Wagub DKI: UU Cipta Kerja Urusan Pemerintah Pusat

Ahmad Riza Patria menyampaikan tak mau berkomentar lebih jauh mengenai Undang-undang (UU) Omnibus Las Cipta Kerja yang kini ramai di masyarakat.

Ketum BPP HIPMI: Perempuan Harus Berani Hadapi Tantangan Berbisnis
Indonesia
Ketum BPP HIPMI: Perempuan Harus Berani Hadapi Tantangan Berbisnis

"Akibatnya, perempuan menjadi lebih takut gagal untuk memulai bisnis. Solusinya adalah sebaiknya jangan dengarkan semua omongan orang lain," ujar Maming

Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya
Indonesia
Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya

Pidato Mega Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya

Awal Januari Jakarta Bakal Tarik Rem Darurat, Pengusaha Khawatir
Indonesia
Awal Januari Jakarta Bakal Tarik Rem Darurat, Pengusaha Khawatir

Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan diharapkan dengan melakukan berbagai pertimbangan, karena sudah 10 bulan dunia usaha tertekan dan terpuruk bahkan nyaris frustasi.

Desak Tarik Commitment Fee Formula E, Ketua Komisi E: Keputusan Ada di Anies
Indonesia
Desak Tarik Commitment Fee Formula E, Ketua Komisi E: Keputusan Ada di Anies

Perhetalan mobil balap berenergi listrik itu dilaksanakan pada 6 Juni lalu.

Penolakan RUU Cipta Kerja Meluas, MPR: Jangan Hanya Pertimbangkan Korporasi Besar
Indonesia
Penolakan RUU Cipta Kerja Meluas, MPR: Jangan Hanya Pertimbangkan Korporasi Besar

Sebanyak 35 investor yang prihatin tersebut merupakan investor yang mengelola dana hingga US$ 4,1 Triliun

100 Dokter Wafat Akibat COVID-19 Bukti Pemerintah Lemah Tangani Corona
Indonesia
100 Dokter Wafat Akibat COVID-19 Bukti Pemerintah Lemah Tangani Corona

Menurutnya, bertambahnya angka kematian tenaga medis tersebut merupakan konsekuensi dari model penanganan COVID-19 oleh pemerintah yang lemah dalam memprioritaskan aspek kesehatan.

Empat Provinsi Penyumbang Terbanyak COVID-19 Per Jumat (28/8)
Indonesia
Empat Provinsi Penyumbang Terbanyak COVID-19 Per Jumat (28/8)

Sementara itu, kasus sembuh COVID-19 juga bertambah sebanyak 2.325