Anies Usahakan Ojol Masih Bisa Angkut Penumpang Selama PSBB Anies Baswedan ungkap mulai Jumat (10/4) Pemprov DKi akan berlakukan PSBB (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan susunan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota.

Orang nomor satu di Jakarta ini menerangkan, Pergub tersebut nantinya akan berisikan tentang teknis penerapan pelaksanaan PSBB di Jakarta.

Baca Juga:

Sri Sultan Tegaskan Yogyakarta Belum Akan Terapkan PSBB

"Penyusunan Pergub, praktis sudah selesai," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Meski sudah selesai Pergub itu belum bisa diterbitkan Anies. Karena masih ada pembahasan soal nasib ojek online (ojol) selama PSBB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebar peta paparan virus corona di Jakarta (Foto: antaranews)

"Hanya ada satu hal yang masih menunggu, kita sedang koordinasi dengan pusat terkait dengan ojek atau pemberian izin pada ojek untuk bisa beroperasi," ujarnya.

Dalam Pergub yang disusun, Anies ingin ojek daring tetap bisa beroperasi membawa penumpang. Sementara ketentuan dari pemerintah pusat, ojol hanya boleh mengantarkan barang.

Anies mengaku sudah berkoordinasi dengan perusahaan penyedia aplikasi soal kebijakan ini. Mereka akan mengikuti ketentuan tertentu agar bisa aman dari penularan corona.

"Kita sudah berkoordinasi dengan para operator mereka punya mekanismenya. Karena itu, kita merasa ojek selama mereka mengikuti protap itu bisa beroperasi bisa mengangkut orang dan barang," tuturnya.

Baca Juga:

Update COVID-19 DKI: 27.696 Rapid Test 829 Positif Corona

Karena itu Anies mengaku masih membahas soal ojol ini dengan pemerintah pusat. Ia berharap dalam waktu dekat sudah mendapatkan persetujuan soal Pergubnya.

"Kita sedang tunggu finalisasinya seperti apa sehingga nanti masuk dalam satu ketentuan yang sama itu perkembangan sore hari ini," pungkasnya.(Asp)

Baca Juga:

Kepolisian Masih Kaji Skema Penindakan Ketika PSBB Diberlakukan di Jakarta

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Madrasah dan Sekolah Berasrama Dilarang Buka Kegiatan Belajar Meski di Zona Hijau
Indonesia
Madrasah dan Sekolah Berasrama Dilarang Buka Kegiatan Belajar Meski di Zona Hijau

Menurut Nadiem pelarangan tersebut dilakukan lantaran sekolah atau madrasah yang berasrama sangat rentan terhadap penyebaran virus corona.

Ada 'King Maker' di Kasus Djoko Tjandra, Siapa Ya?
Indonesia
Ada 'King Maker' di Kasus Djoko Tjandra, Siapa Ya?

Boyamin mengaku tidak dapat membawa bukti soal 'King Maker' ini ke Polri maupun Kejaksaan Agung

Ribuan Personel Gabungan Jaga Demo Buruh di Dekat Istana
Indonesia
Ribuan Personel Gabungan Jaga Demo Buruh di Dekat Istana

Ribuan personel gabungan TNI, Polri, serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disiagakan untuk mengamankan aksi tersebut.

TKI Hingga ABK Tak Kembali, Demokrat: Entah Berapa Lama Mereka Bisa Bertahan
Indonesia
Ulama Kharismatik NU KH Miftachul Akhyar Pimpin MUI
Indonesia
Ulama Kharismatik NU KH Miftachul Akhyar Pimpin MUI

Saat muda, ia tercatat pernah belajar di pelbagai pesantren NU seperti Pesantren Tambak Beras, Pesantren Sidogiri, hingga Pesantren Lasem di Jawa Tengah.

Tim Pemenangan Naik Pitam Bajo Disebut Calon Boneka Pilwakot Solo
Indonesia
Tim Pemenangan Naik Pitam Bajo Disebut Calon Boneka Pilwakot Solo

"Saya sangat terusik dengan pernyataan pakar politik dan tata negara yang menyebut Bajo calon boneka dan setingan. Itu tidak benar," ujar Sigit

Kejagung Pasang Plang di 87 Aset Milik Para Tersangka Korupsi Jiwasraya
Indonesia
Kejagung Pasang Plang di 87 Aset Milik Para Tersangka Korupsi Jiwasraya

Hari tidak merinci lokasi puluhan aset tersebut

Penyidik Selidiki Aliran Duit dari Djoko Tjandra ke Brigjen Prasetijo
Indonesia
Penyidik Selidiki Aliran Duit dari Djoko Tjandra ke Brigjen Prasetijo

"Sampai saat ini kami belum menerima perkembangan, itu pasti akan sampai ke sana, bertahap pasti akan sampai ke sana," kata Awi

17 Relawan Vaksin COVID-19 di Bandung Mundur, ini Penyebabnya
Indonesia
17 Relawan Vaksin COVID-19 di Bandung Mundur, ini Penyebabnya

Panitia uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung mencatat sampai saat ini ada 17 orang relawan uji klinis yang mengundurkan diri

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Puncak Musim Hujan
Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Puncak Musim Hujan

"Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 93 persen dari 342 zona musim telah memasuki musim hujan," kata Deputi Bidang Klimatologi Herizal.