Anies Tunggu Kemensos Beberkan Jumlah Penerima Paket Sembako Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan belum mau membeberkan berapa jumlah penerima bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako tahap kedua selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat wabah corona di ibu kota.

Anies beralasan, lantaran Pemprov DKI bersama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mendata berapa warga yang layak disalurkan sembako. Verifikasi data itu dilakukan agar tak ada lagi bansos yang tak tepat sasaran.

Baca Juga:

Jangan Saling Menyalahkan, Pimpinan DPRD: Penerimaan Pajak DKI Turun

"Nanti sesudah selesai dengan Kemensos, kita umumkan jumlahnya," jelas Anies di Jakarta, Selasa (12/5).

Pemprov DKI akan cocokan data penerima bansos dengan Kemensos
ubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies telah memperpanjang PSBB DKI Jakarta selama 28 hari sejak 24 April hingga 22 Mei 2020.

Anies memastikan, bahwa jumlah penerima sembako gelombang kedua ini akan bertambah dari sebelumnya. Lantaran data tersebut merupakan data yang dimiliki pejabat wilayah yakni RT/RW yang dinilai layak menerima bantuan.

"Tapi ya jumlahnya jadi lebih banyak," terang Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Lebih lanjut, Anies juga belum mau menginformasikan komposisi maupun nilai paket bantuan sosial fase II ini. Terkait nilai paket, kata Anies, akan diumumkan bersamaan dengan Kemensos supaya tak terkesan sepihak.

"Nanti diumumkan bareng dengan Kemensos, biar tidak sepihak saya," ungkap Anies.

Baca Juga:

Transportasi Umum Kembali Beroperasi, KAI Daops 6 Belum Buka Layanan KA Jarak Jauh

Diketahui berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Nomor 386 Tahun 2020 tentang penerima bantuan sosial, nilai paket sembako tahap I kemarin sebesar Rp149.500. Angka itu sudah termasuk biaya pengiriman dan pengemasan per paket per kepala keluarga.

Adapun bantuan yang diberikan berupa paket bahan pangan pokok seperti, beras 5 kg 1 karung, sarden 2 kaleng kecil, minyak goreng 0,9 lt 1 pouch, biskuit 2 bungkus, 2 masker kain, dan 2 sabun mandi batang.(Asp)

Baca Juga:

BIN Gelar Rapid Test di Kawasan MRT Blok M Jakarta Selatan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Firli Bahuri Tegaskan Sudah Berhentikan Kompol Rosa Sebagai Penyidik KPK
Indonesia
Firli Bahuri Tegaskan Sudah Berhentikan Kompol Rosa Sebagai Penyidik KPK

"Tolong dipahami bahwa Kompol Rosa dan Indra betul sudah dikembalikan ke Mabes Polri," kata Firli saat dikonfirmasi, Selasa (4/2) malam.

Sepekan Kasus COVID-19 Meroket, Dua Tower di RSD Wisma Atlet Disiapkan untuk Isolasi Mandiri Warga
Indonesia
KPK Pastikan Panggil Ulang Ketum PAN Zulkifli Hasan Terkait Suap Alih Fungsi Lahan
Indonesia
KPK Pastikan Panggil Ulang Ketum PAN Zulkifli Hasan Terkait Suap Alih Fungsi Lahan

Penyidik akan menggali keterangan Zulhas soal Surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK Menhut) Nomor 673/2014 yang ditandatangani Zulhas.

Wisma Atlet Jakabaring Disiapkan Tampung ODP COVID-19, 1 Kamar Bisa Tampung 4 Pasien
Indonesia
Wisma Atlet Jakabaring Disiapkan Tampung ODP COVID-19, 1 Kamar Bisa Tampung 4 Pasien

Dipilihnya wisma atlet sebagai pusat ODP karena kesiapan mulai dari infrastruktur, jarak tempuh

Dua Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi
Indonesia
Dua Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi

Identifikasi jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri.

  Alat Rapid Test Corona Mulai Digunakan, Pemerintah Klaim Hasilnya Banyak yang Negatif
Indonesia
Alat Rapid Test Corona Mulai Digunakan, Pemerintah Klaim Hasilnya Banyak yang Negatif

"Beberapa hari yang lalu sudah dilaksanakan kegiatan serupa dengan metode yang sama. Kita mendapatkan beberapa hasil yang positif, meskipun lebih banyak yang negatif," terang Yurianto

Persiapan Formula E, Lapisan Jalanan di Monas Mulai Uji Coba Diaspal
Indonesia
Persiapan Formula E, Lapisan Jalanan di Monas Mulai Uji Coba Diaspal

Uji coba bertujuan untuk cek material yang bisa lebih mudah dikelupas setelah terpasang selama 4x24jam.

 Solo Terima Ratusan Rapid Test dari Pemprov Jateng, Ternyata Hanya untuk Tim Medis
Indonesia
Solo Terima Ratusan Rapid Test dari Pemprov Jateng, Ternyata Hanya untuk Tim Medis

"Pemkot Solo mendapatkan jatah rapid test sebanyak 245 unit rapid test untuk tim medis. DKK (Dinas Kesehatan Kota) Solo hanya mendapat 75 unit rapid test," ujar Rudy

Daerah-Daerah Mulai Berlakukan Lockdown Tanpa Koordinasi, Pemerintah Pusat Bertindak
Indonesia
Daerah-Daerah Mulai Berlakukan Lockdown Tanpa Koordinasi, Pemerintah Pusat Bertindak

"Sekarang sedang disiapkan, Insya Allah dalam waktu dekat nanti akan keluar peraturan itu agar ada keseragaman policy tentang itu," kata Mahfud

Mahfud MD Klaim 270 Daerah Ngebet Pilkada Serentak Digelar Desember 2020
Indonesia
Mahfud MD Klaim 270 Daerah Ngebet Pilkada Serentak Digelar Desember 2020

"Kalau ditunda terus tanpa tahu kapan selesainya itu kan pemerintahan nanti Plt semua."