Anies Tegaskan PSBB di Jakarta Belum Pernah Dicabut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta kepada masyarakat untuk tidak beranggapan bahwa Senin (14/9) pekan depan masuk dalam kondisi yang berbeda dari hari sebelumnya.

Anies berkata, saat ini hingga mulai 14 September mendatang, status ibu kota masih sama berstatus PSBB. Artinya, PSBB di ibu kota belum pernah dicabut.

Baca Juga

Polda Metro Jaya Gandeng 18 Ormas Tanah Abang Awasi Protokol Kesehatan

Papar Anies, sejak 10 April 2020 lalu Jakarta masih berstatus PSBB. Dimulai dari PSBB total, PSBB transisi dan akan kembali ke pengetatan lagi.

"Insyaallah seperti rencana bahwa PSBB di Jakarta ini belum pernah dicabut, Jakarta masih berstatus PSBB sejak 10 April sampai sekarang," ujar Anies di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9)

Jadi, ucap Anies, kebijakan yang akan diambil Pemprov DKI 14 September mendatang bukan merupakan hal yang baru. Ditegaskan Anies lagi, dipastikan pekan depan Jakarta bakal berlakukan pengetatan aktivitas warga.

Baca Juga

Satgas Ungkap PSBB Transisi Jakarta Pengaruhi Penularan COVID-19 Pulau Jawa

"Sesuai rencana, mulai hari senin insya allah akan dilakukan pengetatan," papar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Dalami Penyusunan Kontak Kerja PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
KPK Dalami Penyusunan Kontak Kerja PT Dirgantara Indonesia

Dua saksi yang diperiksa tersebut yakni, Manager Order Management PT. Dirgantara Indonesia, Muhammad Faruq dan Supervisor Kontrak Usaha dan Legal PT. Dirgantara Indonesia, Basuki Santoso.

Layani Perekaman e-KTP, Pegawai Disdukcapil Sleman Kenakan APD
Indonesia
Layani Perekaman e-KTP, Pegawai Disdukcapil Sleman Kenakan APD

"Kami sudah mengubah ruangan perekaman KTP El dan ruangan mengantri pengurusan surat-surat juga melengkapi pegawai dengan APD esuai standar keamanan COVID-19," Jelas Jazim

 Peserta Seminar Bogor Positif Corona Meninggal dan Dimakamkan di Wonogiri
Indonesia
Peserta Seminar Bogor Positif Corona Meninggal dan Dimakamkan di Wonogiri

"Kami pastikan pasien meninggal ini punya punya aktivitas sama dari Bogor dengan pasien Solo yang meninggal pekan lalu," ujar Joko kepada awak media di Wonogiri, Kamis (19/3).

 Kementerian BUMN Siagakan RS Pertamina untuk Isolasi Pasien Corona
Indonesia
Kementerian BUMN Siagakan RS Pertamina untuk Isolasi Pasien Corona

"Kita siap, saat ini kita abis ini ke RSPT [Rumah Sakit Pertamina] jadi kita ada rumah sakit BUMN yang kita siapkan punya ruang isolasi," kata Tiko.

Update COVID-19 Jumat (20/11): Jumlah Kasus Sembuh Tembus 400 Ribu
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (20/11): Jumlah Kasus Sembuh Tembus 400 Ribu

Adapun jumlah orang yang diperiksa lewat PCR dalam 24 jam terakhir sebanyak 38.649

Selain Rano Karno, Saksi Sebut Suti "Atun" Karno Tercatat di Proyek Pemprov Banten
Indonesia
Selain Rano Karno, Saksi Sebut Suti "Atun" Karno Tercatat di Proyek Pemprov Banten

Nama pemeran Atun dalam sinetron "Si Doel Anak Sekolahan" tersebut ada dalam catatan Dadang Prijatna sebagai pihak yang mendapat salah satu proyek.

PBB Sebut Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi
Indonesia
PBB Sebut Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Callamard mengatakan bahwa meskipun tidak memiliki bukti terhadap MBS, tetapi dalam hal perintah pembunuhan, ia adalah tersangka utama.

Begini Perlakuan Negara terhadap Paramedis Meninggal akibat COVID-19
Indonesia
Begini Perlakuan Negara terhadap Paramedis Meninggal akibat COVID-19

Penganugerahan bintang jasa ini diputuskan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan.

PKS Harap Reshuffle Kabinet Bukan Hanya Retorika Jokowi di Tengah Pandemi
Indonesia
PKS Harap Reshuffle Kabinet Bukan Hanya Retorika Jokowi di Tengah Pandemi

Penyerapan anggaran kementerian/lembaga yang rendah, kontras dengan kebutuhan masyarakat

Harga Masker Mahal, Menkes: Enggak Ada yang Nyari Turun Sendiri Harganya
Indonesia
Harga Masker Mahal, Menkes: Enggak Ada yang Nyari Turun Sendiri Harganya

Ia meminta masyarakat tak perlu panik membeli masker