Anies Singgung Kebijakan Larangan Motor Lewat Sudirman-Thamrin Era Ahok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyinggung kebijakan era kepemimpinan Basuki Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal soal kebijakan pelarangan pemotor melewati Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin.

Menurut Anies, kebijakan tersebut tidak memperhatikan asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab, ia beranggapan, di ruas jalan tersebut, ada jatah rezeki driver ojek online yang terampas.

Baca Juga

Pesan Anies untuk Pj Gubernur

"Ini kalau dihentikan dari sepeda motor di jalan itu, maka itu jatah teman-teman Grab 500 ribu delivery per hari di Jalan Jenderal Sudirman. Itu artinya pendapatan di rumah-rumah di Jakarta dalam satu bulan Rp 15 juta, orang yang melakukan delivery ke tempat itu," ujarnya dalam kegiatan Jakarta Innovation Days di Balai Kota DKI, Selasa (27/9).

Menurut dia, pejabat haruslah memperhatikan masalah-masalah kesejahteraan warga yang ekonominya masih rendah.

"Jadi jangan sampai ketika kita sudah makmur, keadilan itu tidak menjadi bagian dari perhatian kita," jelasnya.

Baca Juga

Anies Disebut Curi Hati Masyarakat Menengah Izinkan Bangun Rumah 4 Lantai

Oleh karena itu, orang nomor satu di Jakarta ini beranggapan, sebagai pemegang pemangku kebijakan wajib untuk memperhatikan berbagai aspek sehingga tidak ada yang dirugikan.

"Ini terjadi di tingkat pengambilan kebijakan, bahwa inginnya kita adil, ketika sudah dapat keadilan, tidak menjadi prioritas. That must not happen," papar Anies.

Anies pun mengingatkan jajarannya agar menanamkan dalam diri masing-masing untuk berkomitmen memberikan keadilan bagi sesama. Sebab, menurutnya banyak kejadian orang sudah mendapatkan keadilannya sendiri, kemudian lupa dengan keadilan untuk orang lain.

"Ini sering terjadi. Kita yang sudah mendapatkan itu tidak mau yang lain untuk mendapatkan. Kebijakan tidak boleh lagi seperti itu. Ingat, keadilan itu harus diterapkan pada semuanya," tutupnya. (Asp)

Baca Juga

Respons Anies usai Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Penyebaran Tabloid di Masjid

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Awal Agustus, 805.570 Sapi telah Divaksin PMK
Indonesia
Awal Agustus, 805.570 Sapi telah Divaksin PMK

805.570 ekor sapi telah menjalani vaksinasi PMK hingga Senin, 1 Agustus 2022.

Harta Kekayaan Lukas Enembe Meroket Rp 12,5 Miliar dalam 2 Tahun
Indonesia
Harta Kekayaan Lukas Enembe Meroket Rp 12,5 Miliar dalam 2 Tahun

Harta kekayaan Lukas naik Rp 12.594.214.580 dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Bharada E Tergerak Hatinya Eksekusi Brigadir J Usai Mendengar Cerita Putri
Indonesia
Bharada E Tergerak Hatinya Eksekusi Brigadir J Usai Mendengar Cerita Putri

Bharada E yang tak tau apa-apa langsung diperintah atasannya untuk mengeksekusi Yosua. Lagi-lagi Sambo beralasan bahwa Yosua telah melecehkan istrinya. Disebutkan oleh jaksa, Putri Candrawathi juga turut terlibat dalam pembicaraan tersebut.

[HOAKS atau FAKTA]: Nikotin Mampu Mengobati COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Nikotin Mampu Mengobati COVID-19

Telah beredar di media sosial Facebook sebuah informasi yang mengklaim bahwa nikotin efektif dalam mengobati Covid-19.

Pertamax Kembali Turun, Berikut Daftar Harga BBM Non-Subsidi Terkini
Indonesia
Pertamax Kembali Turun, Berikut Daftar Harga BBM Non-Subsidi Terkini

PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Sabtu (1/10).

Suharso Masih Enggan Menjawab Soal Kisruh Kepemimpinan PPP
Indonesia
Suharso Masih Enggan Menjawab Soal Kisruh Kepemimpinan PPP

Suharso yang diberhentikan dari jabatan Ketum PPP lewat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Ka'bah beberapa waktu lalu ini enggan menjawab pertanyaan tersebut.

Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak
Indonesia
Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak

Peningkatan volume juga disumbang oleh para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah

Penambahan Harian Kasus COVID-19 di Bawah Angka 6 Ribuan Per Hari
Indonesia
Penambahan Harian Kasus COVID-19 di Bawah Angka 6 Ribuan Per Hari

Penambahan kasus harian COVID-19 mengalami penurunan dibawah angka 6 ribu. Per Jumat (29/7), kasus harian COVI-19 di Indonesia mencapai 5.831 kasus, sehingga total kasus COVID-19 tercatat 6.197.495.

Kasus Wartawan Disiksa hingga Dipaksa Minum Air Seni, Polisi Pastikan Usut Tuntas
Indonesia
Kasus Wartawan Disiksa hingga Dipaksa Minum Air Seni, Polisi Pastikan Usut Tuntas

Polres Kabupaten Karawang memastikan akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut.

Demo Kenaikan Harga BBM Terus Berlangsung, Jalan Menuju Istana Negara Ditutup
Indonesia
Demo Kenaikan Harga BBM Terus Berlangsung, Jalan Menuju Istana Negara Ditutup

Aksi massa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih berlangsung.