Anies Sebut Transportasi Umum di Jakarta Rawan Penyebaran COVID-19 Bus Trans-Jakarta melintas di bawah Halte Trans-Jakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) koridor 13 di Jakarta. Foto: ANTARA/Aprillio Akbar

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan titik rawan penyebaran virus corona. Menurut Anies, ada dua lokasi yang harus diwaspadai masyarakat.

“Pertama adalah tempat transportasi umum, di situ ada situasi di mana menjaga jarak itu sulit, kedua di pasar. Kondisi di pasar sering kali membuat interaksi jadi pendek, pastikan bahwa semuanya disiplin,” kata Anies dalam video yang dilihat dari akun Youtube Pemprov DKI, Minggu (12/7).

Baca Juga

PDIP Nilai Pernyataan Anies soal Reklamasi Ancol tidak Nyambung

Anies memastikan pihaknya terus mengawasi lebih dari 300 pasar di wilayah DKI Jakarta. Terbaru, Pemprov DKI menutup Pasar Pramuka setelah seorang pedagang dinyatakan positif COVID-19.

“Kita pun melaksanakan pengawasan pemantauan, ada lebih dari 300 pasar, 153 di bawah Pemprov DKI kemudian sisanya adalah pasar rakyat,” ujarnya.

Anies mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

“Hal yang paling sederhana, satu, pakai masker, memakai masker di mana saja, kapan saja, dalam aktivitas apa saja. Kedua, jaga jarak aman, satu meter, itu adalah jarak keamanan,” jelasnya

Bus Zhong Tong yang beroperasi di koridor 1 jurusan Blok M- Kota melintasi Halte Bundaran HI, Jumat (18/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)
Bus Zhong Tong yang beroperasi di koridor 1 jurusan Blok M- Kota melintasi Halte Bundaran HI, Jumat (18/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

“Ketiga, mencuci tangan dengan sabun, pastikan ini terjadi, lalu dalam aktivitas apa pun, pastikan ruangan tempat Anda berkegiatan, tempat kita berkegiatan tidak boleh lebih dari kapasitas 50 persen,” pungkasnya.

Ia menyatakan, ada penambahan tinggi kasus positif virus Corona selama dalam sepekan ini. Anies menyebut, penambahan kasus positif Corona COVID-19 pada hari ini, Minggu (12/7) menjadi kasus tertinggi.

"Tadi pagi pukul 10.00 WIB, Dinas Kesehatan melaporkan angka kasus baru yang muncul di Jakarta, dalam seminggu terakhir kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian," ujar Anies.

Menurut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, tingginya penambahan kasus Corona COVID-19 diakibatkan gencarnya active case finding, yakni setiap fasilitas kesehatan atau puskesmas di Jakarta langsung terjun ke lapangan untuk mencari kasus baru.

"Artinya kita tidak menunggu pasien di fasilitas kesehatan, tapi puskemas kita kejar kasus positif di masyarakat. Bukan kita pasif di Jakarta, kita aktif lakukan tracing dan testing, dari situ kita kemudian diisolasi," jelas Anies.

Untuk diketahui, terdapat penambahan 344 kasus pada Rabu, 8 Juli 2020 dan 359 kasus pada Sabtu, 11 Juli 2020. Sementara itu, Jumlah pasien positif virus Corona COVID-19 di DKI Jakarta bertambah 404 orang pada Minggu (12/7).

Berdasarkan penambahan tersebut, saat ini jumlah kumulatif pasien di mencapai 14.361 kasus.

Baca Juga

CFD di 30 Titik, Pemprov DKI Sebut tak Ada Kerumunan

"Dari jumlah tersebut, 9.200 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 702 orang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

Selain itu dia mengatakan, terdapat 554 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.905 orang melakukan self isolation di rumah. Kemudian, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 355 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 734 orang. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH