Anies Salahkan Gubernur Sebelumnya yang Tak Pikirkan Integrasi Simpang CSW Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan rancangan Cakra Selaras Wahana (CSW) karya Biro Studio Lawang sebagai pemenang sayembara desain Skybridge atau prasarana terintegrasi Halte BRT Transjakarta dengan Stasiun MRT ASEAN Simpang Centrale Stichting Wederopbouw (CSW)-Kebayoran Baru.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, sayembara ini bentuk kebijakan Jak Lingko yang mengintegrasikan transportasi publik ibu kota yaitu koridor 1 dan 13 Transjakarta dengan MRT Jakarta.

Selain itu, kata Anies, penyelenggaraan melalui sayembara terbuka memungkinkan masyarakat untuk turut serta berkolaborasi bersama pemerintah dalam membangun Jakarta.

"Salah satu tantangan di Jakarta hari ini adalah bagaimana membuat sebuah sistem transportasi umum massal yang terintegrasi. Sehingga, antar moda transportasi konsekuensinya bagi warga bisa berangkat dari mana saja, bisa transfer dengan mudah untuk tujuan ke mana saja," kata Anies di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, pada Senin (15/4).

Desain Cakra Selaras Wahana Pemprov DKI Jakarta
Desain Cakra Selaras Wahana pemprov DKI Jakarta (MP/Asropih)

Anies mencontohkan simpang CSW merupakan salah satu contoh perencanaan yang kurang memperhatikan integrasi karena pembangunan infrastruktur BRT dan MRT yang hampir bersamaan, namun tidak berorientasi pada kemudahan untuk penumpang.

Karena itulah, Anies menangkap peluang agar ruang yang tidak terkelola dengan baik antara Halte Transjakarta CSW dengan Stasiun ASEAN MRT Jakarta mendapatkan solusi terbaik dari anak bangsa melalui mekanisme sayembara terbuka.

"Jadi, saya berharap Transjakarta dan MRT Jakarta bisa kerja bersama menuntaskan ini. Targetnya sebetulnya kita berharap kurang dari satu tahun, sudah semuanya bisa selesai," jelas Anies.

Pendaftaran sayembara ini dibuka selama seminggu pada 6-14 Februari 2019 dan berhasil mendapatkan 25 karya, yang kemudian diseleksi hingga tersisa 5 karya terbaik.

Kelima karya desain terbaik itu kemudian dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri atas pihak pemerintah, swasta, ahli profesional maupun akademisi, yakni Anies Baswedan, PhD (Gubernur Provinsi DKI Jakarta); Basauli Umar Lubis, MSA, PhD (Dosen Pakar Arsitek Institut Teknologi Bandung); Dr. Ir. Agus Prabowo (Pakar Pengadaan dan Lingkungan Hidup); Prof. Dr. Danang Parikesit (Pakar Transportasi); Her Pramtama, ST. MT (Arsitek dan Anggota TGUPP); Dr. Agung Wicaksono (Direktur Utama PT Transjakarta); dan Dr. William Sabandar (Direktur Utama PT MRT Jakarta).

Pemenang sayembara ini mendapatkan hadiah uang sebesar 160 juta rupiah dan melanjutkan proyek dengan menyusun Detail Engineering Design (DED). Adapun pemenang kedua mendapatkan uang tunai sebesar Rp40 juta dan pemenang ketiga memperoleh Rp20 juta.

Adapun rencana anggaran biaya dan rincian fasilitas prasarana berdasarkan estimasi pemenang sayembara sebagai berikut:

Fase I
Halte Penghubung CSW
Total luas 2.145 m2
Total estimasi biaya Rp21,45 miliar.

Rincian:
Lantai 1 berfungsi sebagai Halte dengan luas 100 m2 dan biaya Rp1 miliar, lantai 2, 3 dan 4 berfungsi sebagai retail dengan luas masing-masing 480 m2 dan biaya masing-masing 4,8 miliar rupiah, lantai 5 merupakan atap dan bordes seluas 500 m2 dengan biaya 5 miliar rupiah, lantai 6 menjadi Halte Existing CSW dengan luas 105 m2 dan memakan estimasi biaya Rp1,05 miliar.

Fase II-IV
Total luas 955 m2
Total estimasi biaya Rp8,25 miliar.

Rincian:
Jembatan dengan luas 402 m2 dan biaya Rp4,02 miliar, halte di bangunan penghubung Koridor 1 dengan luas 90 m2 dan biaya Rp900 juta, bangunan penghubung seluas 363 m2 dengan estimasi biaya Rp 3,63 miliar, jembatan penghubung dengan JPO seluas 100 m2 dengan biaya Rp700 juta.(Asp)

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH