Anies Positif COVID-19, DKI Tidak Bakal Tunjuk Pelaksana Harian Gubernur Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menegaskan tidak akan ada Pelaksana Harian (Plh) Gubernur yang menggantikan Anies Baswedan, yang saat ini tengah menjalani isolasi karena terkonfirmasi terpapar virus corona. Permintaan adalanya Plh ini diajukan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi.

Penjabat Sekretaris Daerah DKI Sri Haryati mengatakan, Gubernur Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur (Wagub) Ahmad Riza Patria, tetap bekerja memimpin penyelenggaraan pemerintahan melalui daring.

Baca Juga:

Ketua DPRD Minta Pemprov Tunjuk Plh Gubernur Pengganti Anies

“Bapak Gubernur sudah menyampaikan kepada kami semua, jajaran di Pemprov DKI Jakarta, agar tetap bekerja melayani masyarakat dengan giat. Pelayanan harus berjalan dengan baik dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, karena COVID-19 bisa menimpa siapa saja,” ujar Sri di Jakarta, Selasa (1/12).

Sri mengaku, komunikasi dengan Gubernur Anies maupun Wagub Riza tetap berjalan, khususnya laporan secara berkala terkait perkembangan pembahasan rancangan APBD 2021.

Saat ini, Pemprov bersama DPRD DKI tengah membahas APBD 2021 di Puncak. Untuk eksekutif dipimpin langsung oleh Sekda selaku Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bersama para Asisten Sekda dan OPD lainnya.

"Kami berharap mudah-mudahan pembahasannya cepat selesai, ” ungkap Sri.

Relawan menyemprotkan cairan disinfektan di fasilitas umum kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan untuk antisipasi penyebaran COVID-19 di gedung tersebut ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Relawan menyemprotkan cairan disinfektan di fasilitas umum kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Sri menambahkan, kegiatan pelacakan juga dilakukan di lingkungan Pemprov DKI agar pandemi dapat segera ditangani dengan baik dan tidak meluas.

Ia pun berharap seluruh warga Jakarta dapat terus saling mengingatkan dan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi.

“Marilah kita saling mengingatkan, saling mendukung, dan saling memfasilitasi, berkolaborasi, bergotong royong untuk tegaknya protokol kesehatan di setiap tempat dan setiap waktu,” pungkasnya. (Asp).

Baca Juga:

Berani Umumkan Positif COVID-19, Anies Dinilai Sosok Bertanggung Jawab

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Larangan Mudik, Penumpang AKAP Keluar Jabodeta Meningkat
Indonesia
Usai Larangan Mudik, Penumpang AKAP Keluar Jabodeta Meningkat

Untuk pengguna layanan AKAP di Terminal Poris Plawad Tangerang, usai masa peniadaan mudik juga mengalami peningkatan sekitar 74 persen.

Dituduh Debt Collector, Seorang Pria Diserang Warga hingga Lompat ke Kali Ciliwung
Indonesia
Dituduh Debt Collector, Seorang Pria Diserang Warga hingga Lompat ke Kali Ciliwung

Seorang pria nekat menceburkan dirinya ke Kali Ciliwung, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

PT DKI Korting Hukuman Pinangki dari 10 Jadi 4 Tahun Penjara
Indonesia
PT DKI Korting Hukuman Pinangki dari 10 Jadi 4 Tahun Penjara

Dalam putusan pengadilan yang ditayangkan laman Mahkamah Agung (MA), majelis hakim tingkat banding menilai putusan yang dijatuhkan majelis hakim tingkat pertama terlalu berat.

Propam Amankan Penyidik KPK Peras Wali Kota Tanjungbalai
Indonesia
Propam Amankan Penyidik KPK Peras Wali Kota Tanjungbalai

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Polri berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Intoleransi Yang Mengancam Kehidupan Warga
Indonesia
Intoleransi Yang Mengancam Kehidupan Warga

Kasus intoleransi paling mencolok dan terus berulang dari tahun ke tahun adalah gangguan terhadap kebebasan beragama.

Beredar Identitas Perempuan Diduga Pelaku Teror di Mabes Polri
Indonesia
Beredar Identitas Perempuan Diduga Pelaku Teror di Mabes Polri

Beredar di media sosial identitas seorang terduga teroris yang melancarkan aksi di gedung Mabes Polri.

[Hoaks atau Fakta]: Hakim Penolak Banding Rizieq Yang Ngurangin Hukuman Djoko Tjanda
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Hakim Penolak Banding Rizieq Yang Ngurangin Hukuman Djoko Tjanda

Kasus HRS pertama kali disidang dan diadili oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada tanggal 27 Mei 2021. Dalam putusannya, HRS harus menanggung hukuman 8 bulan penjara.

Datangi Ombudsman Terkait TWK, Pimpinan KPK Hargai Tupoksi ORI
Indonesia
Datangi Ombudsman Terkait TWK, Pimpinan KPK Hargai Tupoksi ORI

Tentu kehadiran KPK hari ini sekaligus menghargai tugas pokok dan fungsi ORI

Semua Kontak Erat Pasien COVID-19 Wajib Karantina, Menkes: Supaya Tidak Menularkan
Indonesia
Semua Kontak Erat Pasien COVID-19 Wajib Karantina, Menkes: Supaya Tidak Menularkan

Pada hari ke-5 karantina, perlu dilakukan pemeriksaan kembali

Densus 88 Masih Dalami Keterkaitan Munarman dengan Jaringan Teroris
Indonesia
Densus 88 Masih Dalami Keterkaitan Munarman dengan Jaringan Teroris

Saat ini, Densus 88 mendalami hubungan Munarman dengan jaringan teroris tertentu.