Anies Pilihan Anak Muda di Pilpres, Wagub DKI: Terlalu Prematur Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mengunggulkan Anies Baswedan sebagai presiden pilihan anak muda terlalu dini.

Sebab, kata dia, pesta demokrasi lima tahunan itu baru akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, artinya masih butuh waktu 3 tahun lagi sampai waktu pencoblosan.

"Ini 2021 bulan Maret. Terlalu berlebihan, terlalu jauh, terlalu dini, terlalu cepat, terlalu prematur kalau kita bicara pilpres," ujar Ariza di Polda Metro Jaya, Selasa (23/3).

Baca Juga:

Anies Sosok Capres Terkuat 2024, Pengamat Beberkan Lima Catatan Penting

Ketimbang meributkan pilpres, kata Riza, harusnya kepala daerah yang masuk bursa Pilpres 2024 di Indikator Politik Indonesia bekerja lebih baik lagi untuk menyukseskan berbagai program pembangunan di daerahnya.

"Semua sekarang pejabat mulai dari presiden, wakil presiden sampai dengan bupati di seluruh Indonesia mari kita sukseskan pembangunan kita di seluruh Indonesia, di daerah kita masing-masing sesuai dengan tugas tupoksi kewenangan," pintanya.

Menurutnya, terlalu terburu-buru jika sudah membahas mengenai pertarungan pemilihan presiden yang masih lama itu. Sekarang ini, fokus pada kebijakan yang ada untuk kepentingan warga.

"Mari kita sukseskan, tugas kita adalah melayani, membantu masyarakat kita, memastikan masyarakat aman, damai, sejahtera produktif," ungkap dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota. (MP/Asropih Opih)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota. (MP/Asropih Opih)

Seperti diketahui, survei Indikator Politik Indonesia mengumumkan, Anies Baswedan tokoh yang paling dipilih anak muda Indonesia dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Survei itu digelar kurun waktu dari 4 hingga 10 Maret 2021. Indikator Politik Indonesia memunculkan 17 nama tokoh yang dianggap paling berpotensi maju pada Pilpres 2024 mendatang. Antara lain nama kandidat itu seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga:

Ikuti Pempus, Anies Dimungkinkan Perpanjang PPKM Selama 2 Pekan

Berikut rincian hasil survei Indikator Politik Indonesia:

- Anies Baswedan 15,2 persen,

- Ganjar Pranowo 13,7 persen,

- Ridwan Kamil 10,2 persen,

- Sandiaga Uno 9,8 persen,

- Prabowo Subianto 9,5 persen,

- Agus Harimurti Yudhoyono 4,1 persen,

- Erick Thohir 1,5 persen,

- Tito Karnavian 1,2 persen,

- Puan Maharani 1,1 persen,

- Gatot Nurmantyo 0,8 persen,

- Khofifah Indar Parawansa 0,7 persen,

- Maruf Amin 0,4 persen,

- Budi Gunawan 0.4 persen,

- Bambang Soesatyo 0,4 persen,

- Airlangga Hartarto 0,2 persen,

- Mahfud MD 0,2 persen, dan

- Muhaimin Iskandar 0,0 persen. (Asp)

Baca Juga:

Anies Didesak Buka Sekolah Tatap Muka, Pimpinan DPRD: Harus Berani

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: WHO Ubah Aturan Pakai Masker Hanya Buat Orang Sakit
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: WHO Ubah Aturan Pakai Masker Hanya Buat Orang Sakit

WHO pun menyatakan dukungannya terhadap pemerintah yang berinisiatif mendorong masyarakatnya untuk mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19.

Mahfud Minta Polri Transparan Usut Kasus Brigjen Prasetijo
Indonesia
Mahfud Minta Polri Transparan Usut Kasus Brigjen Prasetijo

"Kita tunggu aja tindakan dari Polri,” kata Mahfud

Aksi Heroik Ibu Rumah Tangga Selamatkan Nyawa Pilot Jet Tempur TNI
Indonesia
Aksi Heroik Ibu Rumah Tangga Selamatkan Nyawa Pilot Jet Tempur TNI

Belum habis dari syoknya, Eti melihat seseorang melayang di udara menggunakan parasut berteriak minta tolong.

DPR Minta Pemerintah Gandakan Aparat Buat Atasi Teror
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gandakan Aparat Buat Atasi Teror

Tindakan aksi teror merupakan perbuatan terkutuk oleh pemeluk agama dan kepercayaan apapun.

Upaya Moeldoko Rebut Partai Demokrat Via KLB Pupus
Indonesia
Upaya Moeldoko Rebut Partai Demokrat Via KLB Pupus

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, mengatakan ikrar setia para Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia ini membuat pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat secara konstitutional, tidak mungkin terjadi.

Vaksin Tak Kunjung Diluncurkan, Kasus COVID-19 Capai 421 Ribu
Indonesia
Vaksin Tak Kunjung Diluncurkan, Kasus COVID-19 Capai 421 Ribu

Satgas Penangan COVId-19, Rabu (4/11), mencatat kasus positif infeksi virus corona di Indonesia sebanyak 3.356 orang.

Kejati NTT Tetapkan Bupati Manggarai Barat Tersangka Korupsi Aset Tanah di Labuan Bajo
Indonesia
Kejati NTT Tetapkan Bupati Manggarai Barat Tersangka Korupsi Aset Tanah di Labuan Bajo

Kejati NTT menetapkan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula bersama 15 orang lainnya sebagai tersangka korupsi pengelolaan aset tanah di Labuan Bajo.

Kata Gubernur Bengkulu Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
Kata Gubernur Bengkulu Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah rampung diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benur.

Rizieq Shihab Belum Pasti Penuhi Panggilan Polisi
Indonesia
Rizieq Shihab Belum Pasti Penuhi Panggilan Polisi

“Keputusannya malam nanti apakah datang atau tidak,” kata Aziz