Anies Perpanjang PPKM Mikro Tingkat RT Warga mengendarai motor di wilayah karantina saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hari pertama di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (9/2). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tingkat RT selama 2 minggu mulai 6 April hingga 19 April 2021.

Kebijakan ini dijalankan melalui Keputusan Gubernur Nomor 405 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

Baca Juga

Anies Manut Jokowi Soal PPKM Mikro

"Kita bersyukur bahwa penekanan kasus aktif melalui PPKM Mikro yang sesuai jalurnya adalah keinginan kita semua," ujar Anies di Jakarta, Senin (5/4)

Anies pun meminta, warga menahan diri untuk tidak keluar rumah, jika tidak ada kepentingan yang mendesak, terutama seminggu sejak diberlakukan perpanjangan PPKM Mikro tersebut. Sebab seluruh umat Islam akan menjalankan ibadah puasa karena memasuki bulan Ramadan 1442 hijriah.

Terlebih masyarakat diimbau untuk tidak hanya patuh terhadap gerakan 3M, melainkan juga harus mengurangi mobilitas, serta mencegah keramaian yang dirasa tidak perlu.

"Saat bulan Ramadan, bisa dijadikan momentum bagi kita untuk terus meningkatkan imunitas sembari menjalankan ibadah puasa agar terhindar dari risiko keterpaparan," pungkas Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Pada Minggu (4/4), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan, jika Pemerintah Pusat berencana memperpanjang kembali PPKM mikro di Jawa Bali.

Dalam kebijakan tersebut nantinya akan ada tambahan 5 provinsi lain pada PPKM mikro terbaru itu.

"Akan ada penambahan provinsi baru, rencana ada 5 provinsi," ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Benny Irwan.

Sebelumnya, terdapat 15 provinsi yang menerapkan PPKM mikro hingga hari ini.

Di antaranya Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. (Asp)

Baca Juga

Kepatuhan Warga Laksanakan 3M Saat PPKM Menurun

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah Pelanggar Protokol Kesehatan Meningkat di Hari Kedua Kampanye Pilkada
Indonesia
Jumlah Pelanggar Protokol Kesehatan Meningkat di Hari Kedua Kampanye Pilkada

Adapun kampanye Pilkada yang melanggar protokol kesehatan itu terjadi di Solok Selatan, Pasaman Barat, Mukomuko, Pelalawan, Sungai Penuh, Lamongan, Purbalingga, Bantul, dan Tojo Una-Unan.

Vaksinasi Berikan Sentimen Positif Bagi Ekonomi
Indonesia
Vaksinasi Berikan Sentimen Positif Bagi Ekonomi

Indonesia mendapatkan proyeksi utang paling rendah dibandingkan negara lain.

Bekas Mensos Juliari Jalani Pemeriksaan Perdana di KPK
Indonesia
Bekas Mensos Juliari Jalani Pemeriksaan Perdana di KPK

Juliari tiba di Gedung KPK, Jakarta, pukul 13.47 WIB.

Mendag Jamin Harga Pangan Pokok Stabil dan tidak Naik
Indonesia
Mendag Jamin Harga Pangan Pokok Stabil dan tidak Naik

"Kebutuhan bahan pokok cukup dan harga stabil, walaupun konsumen turun," kata Agus

Penjualan Secara Daring Terus Membaik
Indonesia
Penjualan Secara Daring Terus Membaik

Berdasarkan survei Bank Indonesia terhadap ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja pada triwulan I 2021, masih lemah.

Jakarta Kembali PSBB, KSP: Silakan tapi Harus Ada Keseimbangan
Indonesia
Jakarta Kembali PSBB, KSP: Silakan tapi Harus Ada Keseimbangan

"Jadi seperti arahan presiden, gubernur silakan mengambil tindakan sesuai data dan fakta di lapangan. Apakah harus direm," ungkap Donny.

Kejati Sumatera Selatan Panggil Jimly Asshiddiqie, Kasus Apa?
Indonesia
Kejati Sumatera Selatan Panggil Jimly Asshiddiqie, Kasus Apa?

Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khaidirman menuturkan, Jimly diperiksa sebagai saksi karena kapasitas-nya selaku Ketua Pembina Yayasan Masjid Sriwijaya.

IDI Prediksi Vaksin Bisa Cegah Varian Baru Virus Corona
Indonesia
IDI Prediksi Vaksin Bisa Cegah Varian Baru Virus Corona

Pada kesempatan yang sama Zubairi Djoerban mengaku tak bisa membayangkan bila mutasi virus corona berkode B117 itu masuk ke Indonesia. Pasalnya, mutasi virus ini 71% lebih menular ketimbang virus corona awalnya.

Sejumlah Pentolan KAMI Ditangkap, Kompolnas Siap Dengar Keluhan Masyarakat
Indonesia
Sejumlah Pentolan KAMI Ditangkap, Kompolnas Siap Dengar Keluhan Masyarakat

Konstitusi UUD NRI Tahun 1945 tegas menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat

Santri Bikin Aplikasi NU Hub Digital Valley
Indonesia
Santri Bikin Aplikasi NU Hub Digital Valley

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi peluncuran aplikasi tersebut lantaran Surabaya merupakan tempat NU Hub Digital Valley.