Anies Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona hingga 19 April Gubernur DKI Anies Baswedan. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat virus corona di ibu kota hingga Minggu (19/4) mendatang.

Kebijakan itu ditandatangani Anies pada Selasa (31/3) kemarin. Aturan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 361 tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana COVID-19 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Baca Juga

Dishub DKI Tunggu Arahan Luhut Setop Operasional Bus Luar Kota dari dan ke Jakarta

"Menetapkan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana COVID-19 di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama 17 (tujuh belas) hari terhitung sejak tanggal 3 April 2020 sampai dengan tanggal 19 April 2020," tulis Anies dalam Kepgub itu, pada Rabu (1/4).

Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: ANTARA

Anies menyampaikan, perpanjangan status tanggap darurat bencana corona di Jakarta dapat dilakukan apabila situasi masih dalam kondisi rawan.

"Atau memenuhi kriteria perpanjangan dalam rencana kontinjensi penanggulangan bencana wabah Covid-19 tahun 2020," jelasnya.

Ia menyebut, biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kebijakan itu dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga

Komnas HAM Lihat PP yang Dikeluarkan Jokowi Layaknya UU atau Kepres

"Keputusan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 3 April 2020," ungkapnya

Adapun hingga saat ini kasus positif COVID-19 di DKI mencapai 794 orang dan sebanyak 87 orang meninggal dunia. Data itu terus meninggat dari hari sebelumnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Sita Dokumen Kontrak Bansos COVID-19
Indonesia
KPK Sita Dokumen Kontrak Bansos COVID-19

Seluruh barang bukti yang disita dari dua lokasi tersebut akan dianalisis

Dinkes DKI Rawat 26 Terduga Corona, 120 Lainnya Masih Dipantau
Indonesia
Dinkes DKI Rawat 26 Terduga Corona, 120 Lainnya Masih Dipantau

121 orang sudah dalam pemantauan Pemprov DKI dan dinyatakan sehat

Ridwan Kamil: Menolak Divaksin Bahayakan Masyarakat
Indonesia
Ridwan Kamil: Menolak Divaksin Bahayakan Masyarakat

Diharapkan tidak ada yang menolak vaksinasi ini dan program vaksin wajib diikuti termasuk oleh semua tenaga kesehatan yang masuk daftar.

 Kemenag: Ramadan di Rumah Tak Mengurangi Kualitas Ibadah
Indonesia
Kemenag: Ramadan di Rumah Tak Mengurangi Kualitas Ibadah

Jangan sampai kita menjemput bahaya, kita berkerumun di suatu tempat, termasuk di tempat-tempat ibadah. Itu sangat berpotensi untuk kita membahayakan diri kita dan juga orang lain

Ma'ruf Amin Tegaskan Keselaman Jiwa Harus Didahulukan di Masa Pandemi
Indonesia
Ma'ruf Amin Tegaskan Keselaman Jiwa Harus Didahulukan di Masa Pandemi

Ma'ruf Amin mengapresiasi keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menunda pelaksanaan Muktamar ke-34 NU

Besok Jokowi Luncurkan Bantuan Pekerja Rp600 Ribu
Indonesia
Besok Jokowi Luncurkan Bantuan Pekerja Rp600 Ribu

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) saat ini tengah menyiapkan administrasi

Akhirnya, Riza Patria Menang Pemilihan Wagub DKI
Indonesia
Akhirnya, Riza Patria Menang Pemilihan Wagub DKI

Riza Patria memperoleh suara sebanyak 81

Kadinkes Ungkap Pasien Terduga Corona di RSUP Kepri Positif HIV/AIDS
Indonesia
Kadinkes Ungkap Pasien Terduga Corona di RSUP Kepri Positif HIV/AIDS

Penderita HIV/Aids dalam kondisi stadium lanjut mudah tertular penyakit lainnya seperti Covid-19

Gugus Tugas Berubah Nama Jadi Satgas, DPR: Jangan Hanya Ganti Istilah dan Gunakan Influencer
Indonesia
Gugus Tugas Berubah Nama Jadi Satgas, DPR: Jangan Hanya Ganti Istilah dan Gunakan Influencer

Sekarang pemerintah membentuk Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di bawah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Liburan Panjang Berpotensi jadi Klaster Penyebaran Corona
Indonesia
Liburan Panjang Berpotensi jadi Klaster Penyebaran Corona

""Jangan sampai liburan panjang ini menjadi masalah baru tentang penyebaran COVID-19," kata Istiono