Anies Minta Warganya Salat Iduladha di Rumah Masing-Masing Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta kepada umat muslim di ibu kota untuk tidak melaksanakan salat Iduladha di masjid. Alasannya, saat ini tengah terjadi lonjakan kasus COVID-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat.

Anies menyarankan masyarakat menggelar salat Iduladha di rumah masing-masing. Hal ini sebagaimana diberlakukan tahun lalu.

Baca Juga:

Vaksin COVID-19 Moderna Datang, 1,4 Juta Nakes Bakal Dapat Suntikan Ketiga

"Tahun ini mengulang, kita mengimbau seluruh penyelenggara untuk mengadakan saat Iduladha di rumah masing-masing," kata Anies di Jakarta, Senin (19/7).

Imbauan ini ditekankan Gubernur Anies, supaya ibadah salat Eid tak menjadi klaster virus corona dan kasus COVID-19 dapat terkendali.

Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Tangkapan layar)
Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Tangkapan layar)

"Sebagai mana kita pernah melakukannya tahun lalu dengan itu insyaalah semua terlindungi," ucap Anies.

Anies mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pihak masjid agar mereka tidak gelar salat IdulAdha. Saat ini sudah ada lebih dari 3 ribu masjid yang disosialisasikan tidak melaksanakan salat Eid.

"Masih 245 masjid lagi yang akan disosialisasikan agar tidak ada salat Iduladha," tutur Anies.

Baca Juga:

Dapatkan Informasi Seputar COVID-19 di Layanan Ini

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menginstruksikan anak buahnya di wilayah untuk sosialisasi dan kontrol pelaksanaan salat Iduladha 1442 Hijriah ini.

"Saya minta kepada lurah, camat, Babinsa dan Kapolsek untuk meminta kepada pihak masjid untuk meniadakan sementara salat Iduladha," jelasnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Datangi Papua, Panglima TNI dan Kapolri Beri Peringatan ke Seluruh Prajurit
Indonesia
Datangi Papua, Panglima TNI dan Kapolri Beri Peringatan ke Seluruh Prajurit

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Papua.

Tangkal Hoaks, Gunakan Media Sosial Tidak Boleh Fanatik
Indonesia
Tangkal Hoaks, Gunakan Media Sosial Tidak Boleh Fanatik

Media sosial juga bisa membuat orang-orang menjadi berkelompok yang mengarah ke homogen.

Sudah 22 Hari Gubernur Anies Masih Positif COVID-19
Indonesia
Sudah 22 Hari Gubernur Anies Masih Positif COVID-19

"Sampai hari Senin masih Anies masih positif corona," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Kasus COVID-19 Melonjak, Penerbangan dari Indonesia Dilarang ke Hong Kong
Indonesia
Kasus COVID-19 Melonjak, Penerbangan dari Indonesia Dilarang ke Hong Kong

KJRI Hong Kong akan memastikan pemenuhan hak-hak pekerja migran Indonesia

Polisi Terima Satu Laporan Terkait Ilegal Akses Data Nasabah BRI Life
Indonesia
Polisi Terima Satu Laporan Terkait Ilegal Akses Data Nasabah BRI Life

Rusdi belum merinci secara detail perkembangan proses pendalaman kebocoran data BRI Life

Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Bareskrim Punya Bukti Kuat Dugaan Suap
Indonesia
Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Bareskrim Punya Bukti Kuat Dugaan Suap

Suharno mengatakan putusan itu diambil setelah majelis hakim mempertimbangkan surat permohonan dan surat jawaban yang diajukan kedua belah pihak

Satpol PP Siap Bubarkan Kerumunan di Pasar Tanah Abang
Indonesia
Satpol PP Siap Bubarkan Kerumunan di Pasar Tanah Abang

FKDM mempunyai tugas mendeteksi secara dini potensi-potensi yang dapat menimbulkan kebencanaan

Penularan COVID-19 di Kota Bandung Mulai Terkendali
Indonesia
Penularan COVID-19 di Kota Bandung Mulai Terkendali

Pemkot Bandung melalui Wakil Wali Kota Yana Mulyana menyampaikan terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang telah berjibaku menghadapi pandemi COVID-19.

Harus Diawasi Orang Tua, Jadi Syarat Anak Masuk Mal
Indonesia
Harus Diawasi Orang Tua, Jadi Syarat Anak Masuk Mal

Warna kuning atau oranye di PeduliLindungi artinya pengunjung telah mendapatkan vaksin dosis pertama. Sementara warna hijau berarti pengunjung dalam kondisi aman karena telah mendapatkan vaksin dosis lengkap.

Bantuan Tunai DKI Tahap 2 Tertunda Hingga 1 Bulan
Indonesia
Bantuan Tunai DKI Tahap 2 Tertunda Hingga 1 Bulan

Penerima manfaat usulan baru tersebut akan memperoleh bantuan di bulan Maret 2021