Anies Minta Karyawan Enggak Diam Saja Lihat Kantornya Langgar Protokol Kesehatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA/Livia Kristianti)

Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta pegawai perkantoran tidak tinggal diam dan melapor ke Pemprov DKI bila perusahaan tempat mereka bekerja tak menaati protokol kesehatan menyusul munculnya 'Klaster Perkantoran'. Salah satunya melebihi 50 persen dari kapasitas saat PSBB transisi.

"Ya laporin saja, kalau anda bekerja disitu, tempat anda bekerja tidak menaati protokol atau ngga," kata Anies di Jakarta, Minggu (26/7).

Baca Juga:

Wapres Semangati Anak-anak untuk Optimistis di Masa Pandemi

Untuk mengatasi adanya penyebaran penyakit COVID-19 di wilayah kantor, pegawai harus menaati protokol kesehatan antara lain pakai masker, jaga jarak saat bekerka, dan rutin mencuci tangan.

"Ya makanya pakai masker jaga jarak itu yang paling penting," paparnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Andri Yansyah mengatakan, setidaknya ada tiga perusahaan yang telah melaporkan ada pegawainya terpapar corona.

Tapi mantan Kadishub DKI itu tak menyebut nama ketiga perusahaan tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa ketiganya berada di kawasan Jakarta Timur.

“Enggak boleh kami kasih tahu, tapi daerahnya Jakarta Timur itu tiga-tiganya,” ungkap dia.

Dari ketiga pegawai perusahaan itu, Andri mengatakan, ada satu karyawan meninggal dunia. Sedangkan dua lainnya masih dirawat di Rumah Sakit.

“Satu perusahaan rata-rata satu (positif COVID-19). Tapi, ada yang begitu dia masuk rumah sakit, dua tiga hari kemudian meninggal. Yang meninggal ada di satu perusahaan, dua lainnya masih di rawat,” tutupnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan PSBB transisi, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan PSBB transisi, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Disnakertransgi sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 1363 Tahun 2020 Tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran/Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

Berikut aturan lengkap protokol kesehatan yang harus diterapkan perusahaan:

1. Pembentukan Tim Gugus Tugas COVID-19 di Internal Perusahaan

2. Pembatasan jumlah pekerja paling banyak 50 persen

3. Penyesuaian hari kerja, jam kerja, shift kerja, dan sistem kerja melalui pengaturan jam kerja dengan jeda minimal tiga jam

4. Melakukan pengaturan penggunaan fasilitas pekerja

5. Mewajibkan seluruh pekerja dan tamu atau pengunjung diwajibkan setiap saat menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya

6. Melakukan disinfeksi di lingkungan kerja secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai serta menjaga kebersihan lingkungan kerja

7. Melakukan pengukuran suhu tubuh (skrining)

Baca Juga:

Diskotek Belum akan Dibuka, Pengusaha Hiburan Ancam Kembali Geruduk Kantor Anies

8. Menyediakan alat sanitasi kebersihan seperti hand sanitizer

9. Menyediakan sarana dan prasarana untuk cuci tangan atau membersihkan diri dengan sabun dan air mengalir

10. Tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dan tetap memberikan hak-hak yang biasa diterima oleh pekerja

11. Melakukan Self-Assessment Risiko COVID-19, satu hari sebelum pekerja masuk kantor bagi seluruh pekerja untuk memastikan pekerja dalam kondisi tidak terjangkit COVID-19 serta mewajibkan tamu atau pengunjung untuk mengisi Form Self- Assessment

12. Perusahaan menetapkan jumlah maksimal pekerja yang berada dalam satu ruangan dengan memperhatikan jarak minimal antar pekerja paling sedikit dalam rentang satu meter (physical distancing)

13. Memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mengurangi kontak langsung antar pekerja

14. Melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif

15. Menghimbau pekerja untuk menggunakan kendaraan pribadi, diutamakan sepeda dan jalan kaki

16. Menyediakan fasilitas pendukung bagi pekerja yang bersepeda ke kantor

17. Melakukan pembersihan pada kendaran operasional kantor

18. Melakukan rekayasa engineering

Baca Juga:

Ini Pesan Ibu Negara di Hari Anak

19. Menyediakan area atau ruangan tersendiri untuk observasi

20. Memberikan surat perintah tugas, ID Card, dan seragam kantor apabila ada kepada pekerja yang ditugaskan

21. Menyampaikan informasi terkini serta kepada seluruh pekerja melalui sarana prasarana dan media yang paling efektif

22. Memberikan pembinaan bagi pekerja yang tidak melaksanakan protokol pencegahan dan pengendalian COVID-19

23. Menempel Pakta lntegritas di area perusahaan yang mudah dibaca. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Reaktif COVID-19, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law Dievakuasi ke Wisma Karantina
Indonesia
Reaktif COVID-19, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law Dievakuasi ke Wisma Karantina

Jika nantinya hasil swab mereka positif, mereka akan tak dibawa ke Wisma Atlet

Menteri Agama Pastikan Vaksin Sinovac Tak Mengandung Babi dan Turunannya
Indonesia
Menteri Agama Pastikan Vaksin Sinovac Tak Mengandung Babi dan Turunannya

Vaksin ini bagian dari upaya untuk menjalankan agama

Polresta Surakarta Bongkar Kasus Pembunuhan Dua Orang dengan Cara Diracun Tikus
Indonesia
Polresta Surakarta Bongkar Kasus Pembunuhan Dua Orang dengan Cara Diracun Tikus

Tersangka mengaku nekat membunuh seorang laki-laki dan perempuan itu dengan motif ingin mengambil uang senilai Rp725 juta milik korban lelaki.

Penyebab Hujan Lebat di Jawa Barat Versi BMKG
Indonesia
Penyebab Hujan Lebat di Jawa Barat Versi BMKG

BMKG memprediksikan dalam periode sepekan kedepan, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi di berbagai wilayah

Bahas Agenda Nasional, TNI-Polri Gelar Rapat Pimpinan
Indonesia
Bahas Agenda Nasional, TNI-Polri Gelar Rapat Pimpinan

Saat awal menjabat Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menemui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Subden Denma Mabes TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Didi Kempot Masuk RS Kasih Ibu Kondisi Tak Sadar Pukul 07.25, Meninggal 07.45
Indonesia
Didi Kempot Masuk RS Kasih Ibu Kondisi Tak Sadar Pukul 07.25, Meninggal 07.45

Didi Kempot sempat dirawat tidak lebih dari setengah jam di rumah sakit sebelum meninggal.

Jokowi Apresiasi Temuan dan Inovasi Buat Tangani Pandemi COVID-19
Indonesia
Jokowi Apresiasi Temuan dan Inovasi Buat Tangani Pandemi COVID-19

Dengan terus mengembangkan inovasi dan teknologi, BPPT dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional.

Soal Utang DKI 12,5 Triliun, PSI: Mendingan Gak Usah Diambil
Indonesia
Soal Utang DKI 12,5 Triliun, PSI: Mendingan Gak Usah Diambil

Utang dari Menteri Keuangan itu harus dikelola dengan baik.

DPR Sebut Kasus Djoko Tjandra Jadi Momentum Benahi Imigrasi
Indonesia
DPR Sebut Kasus Djoko Tjandra Jadi Momentum Benahi Imigrasi

Sistem keimigrasian semestinya dapat memberikan informasi terkait data warga negara asing (WNA).