Anies Mengadu ke Presiden Jakarta Butuh Integrasi Antarmoda Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Pelican Crossing di dekat Bunderan Hotel Indonesia (HI), bebera waktu lalu. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu menyampaikan kepada Presiden RI, Jokowi bahwa Jakarta butuh transportasi yang terintegrasi antarmoda.

Jika ini diterapkan, kata Anies, semuanya akan berkesinambungan, rute akan terintegrasi dari transportasi satu dengan yang lainnya, tiketnya pun hanya satu bila ingin ke transportasi lain.

"Teman-teman sekalian kenapa kemarin di dalam rapat kabinet saya sampaikan ke pak presiden, Jakarta membutuhkan integrasi antarmoda. Supaya pengguna kendaraan umum itu bisa naik dari mana saja ke mana saja tersambungkan," kata Anies di Jakarta Selatan, Rabu (20/3).

Gubernur Anies saat melayani pertanyaan para wartawan (MP/Asropih)
Gubernur Anies saat melayani pertanyaan para wartawan (MP/Asropih)

Anies melanjutkan, untuk pengaturan subsidi nantinya akan dibuat secara integrasi Tarif. Nanti subsidi bukan lagi pada satu moda, namun secara keseluruhan.

"Subsidi itu diberikan bukan untuk tiap-tiap moda tapi untuk keseluruhan sistem. Jadi satu kesatuan. Kami sedang bergerak menuju integrasi. Saya katakan kata kuncinya integrasi, dan Pak Presiden menyetujui," tuturnya.

Meski begitu, Anies meminta masyarakat tak khawatir dengan besaran tarif yang dikenakan. Karena lanjut dia, semua moda transportasi yang terintegrasi sudah mendapatkan subsidi.

"Tidak terlalu khawatir lagi soal naiknya apa, subsidinya berapa, karena subsidi itu sudah menjadi satu kesatuan. Ongkos kemacetan, ada studi yang menyebutkan 60 triliun ada studi yang menyebutkan 100 triliun pertahun ongkos kemacetan," jelasnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, pemberian subsidi kepada masyarakat bisa dianggap sebagai kompensasi dari penghematan ekonomi.

"Jadi subsidi yang kita berikan bila dia bisa mengurangi kemacetan maka kita memberikan penghematan perekonomian yang sangat besar. Sehingga tidak menjadi relevan lagi," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga: Macet Rugikan Negara Rp100 Triliun, Jokowi Semprot Semua Ego

Kredit : asropih


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH