Anies: Kasus COVID-19 di DKI Cuma 3,8 Persen Gubernur DKI Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim kasus positif perhari di ibu kota dalam 2 hari terakhir mengalami penurunan. Biasanya saat masa transisi PSBB kasus positif rata-rata 5 persen, tapi pada Rabu-Kamis kemarin hanya diangka 3,8 persen.

"Jakarta alhamdulillah sudah satu bulan ini angka positifnya rata-rata 5 persen. Bahkan dua hari ini 3,8 persen. Artinya kondisi di Jakarta sudah makin terkendali," kata Anies saat mengikuti acara Gebyar Dzikir DKI Jakarta melalui virtual, pada Kamis (26/6) malam.

Baca Juga

Kasus Belum Terpecahkan, Bayi Kembar Tiga Positif COVID-19 dengan Kedua Orang Tua Negatif

Menurut Anies, angka positif di DKI saat ini jauh di bawah persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menerapkan transisi menuju hidup baru dalam menghadapi corona.

"Kita dibolehkan untuk melakukan transisi dalam standar dunia (WHO) bila angka positifnya 10 persen," ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) memberi salam usai memimpin upacara peringatan HUT ke-493 Kota Jakarta di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6/2020). Upacara HUT Kota Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni itu diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) memberi salam usai memimpin upacara peringatan HUT ke-493 Kota Jakarta di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6/2020). Upacara HUT Kota Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni itu diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

Hanya saja, Anies menegaskan, bahwa wabah COVID-19 belum selesai menyerang Jakarta. Untuk itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk hidup bersih dan tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dalam beraktifitas sehari-hari.

"Tapi ini belum selesai, tantangannya masih besar. Ke depan, kita perlu lebih disiplin," terang Anies.

Orang nomor satu di Jakarta ini pun mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa wabah corona ini dilihat sebagai ujian, bukan dianggap sebagai siksaan.

Baca Juga

TKA Tiongkok Dinyatakan Positif COVID-19 di Batam

"Ujian yang memberikan hikmah. Tapi memang hikmah tidak pernah kemarin, hikmah selalu datangnya besok" jelas dia.

"Hikmah yang sangat terasa adalah kita semua berada di rumah. Kita semua bersama keluarga. Kita semua mengalami tinggal lebih lama dengan keluarga, dengan lingkungan," sambungnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Legislator PDIP Ihsan Yunus Diduga Terima Duit Rp1,5 M dari Tersangka Kasus Bansos
Indonesia
Legislator PDIP Ihsan Yunus Diduga Terima Duit Rp1,5 M dari Tersangka Kasus Bansos

Ihsan Yunus melalui operatornya, Agustri Yogaswara alias Yogas, diduga menerima duit dari Harry Van Sidabuke.

Golkar DKI Desak Anies Kembali Perketat PSSB
Indonesia
Golkar DKI Desak Anies Kembali Perketat PSSB

"Iya (rem darurat) dan kalau rem darurat itu kita ambil maka semua akan rugi, tapi harus kita ambil demi menyelamatkan rakyat Jakarta," kata Baco

Usai Terima Vaksin COVID-19, Masyarakat Diminta Jangan Merasa Superman
Indonesia
Usai Terima Vaksin COVID-19, Masyarakat Diminta Jangan Merasa Superman

Mudah-mudahan ini bisa memberikan keyakinan kepada teman-teman sekalian bahwa vaksinasi ini aman

Tiongkok Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ini Hasilnya
Dunia
Tiongkok Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ini Hasilnya

Bagi yang menerima dua suntikan dengan interval 28 hari serekonversinya bisa mencapai 100 persen.

FX Rudy-Gibran Kompak, Siap Tempur Menangkan Pilwalkot Solo Siapapun Lawannya
Indonesia
FX Rudy-Gibran Kompak, Siap Tempur Menangkan Pilwalkot Solo Siapapun Lawannya

Gibran juga menyikapi adanya calon lawan dari jalur independen

PPKM Mikro Bikin Pengendalian COVID-19 Efisien dan Terfokus
Indonesia
PPKM Mikro Bikin Pengendalian COVID-19 Efisien dan Terfokus

Kapasitas tempat isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif ,yaitu Rumah Lawan COVID-19 juga ditambah sebanyak 150 tempat tidur.

HPN 2021, Industri Media Diminta Berubah di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
HPN 2021, Industri Media Diminta Berubah di Tengah Pandemi COVID-19

Ada sejumlah kontemplasi yang harus menjadi pelajaran, termasuk perubahan sesuai tuntutan zaman. Sinyal perubahan itu sudah 20 tahun lalu pada saat ramai-ramainya teknologi digital.

Airlangga Ajukan 89 Proyek Rp1.422 T Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Airlangga Ajukan 89 Proyek Rp1.422 T Jadi Prioritas Nasional

Untuk mendorong pemulihan ekonomi dari tekanan pandemi COVID-19.

TNI Diduga Ikut Diperankan Dalam Penanganan Tewasnya Pengawal Rizieq
Indonesia
TNI Diduga Ikut Diperankan Dalam Penanganan Tewasnya Pengawal Rizieq

Pembentukan Tim Independen seyogyanya diberikan mandat untuk menguak semua peristiwa di Indonesia

Berbagai Fenomena Antariksa Bakal Terjadi di Bulan September
Indonesia
Berbagai Fenomena Antariksa Bakal Terjadi di Bulan September

Salah satu yang menarik di antara fenomena yang akan terjadi pada September adalah fenomena oposisi Neptunus pada 11 September.