Anies Isolasi Mandiri di Bangunan Berusia 114 Tahun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Selasa (17/11/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjalani isolasi mandiri di dalam bangunan berusia ratusan tahun di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan itu ditempati Anies selama proses penyembuhan COVID-19.

"Bangunan ini, rumah dinas ini, dibangun kalau tidak salah tahun 1906. Jadi usianya sudah 114 tahun, bangunan ini. Dan di sini ada, masih pakai balkon, model rumah lama, ada balkonnya," ujar Anies dalam siaran langsung Instagram di akunnya @aniesbaswedan, Rabu (2/12).

Baca Juga

COVID-19 Jadi Pencabut Nyawa Penderita Komorbid

Rumah dinas tersebut beralamat di Jalan Taman Suropati Nomor 7, RT05/RW05, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam tayangan video berdurasi 27 menit itu, Anies memperkenalkan kondisi rumah dinas yang saat ini bertetangga dengan rumah Duta Besar India.

"Tetangga saya di sebelah situ adalah Duta Besar India. Itu salah satu rumah paling lama juga (di Jakarta)," jelas dia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat live di Instagram pribadinya. Foto: @aniesbaswedan

Anies menjalani isolasi mandiri pada salah satu kamar di rumah dinas yang memiliki jendela menghadap langsung ke Taman Suropati.

"Ini di depan sana adalah Taman Suropati. Pagi-pagi tadi sudah banyak kegiatan di sana. Jadi kalau teman-teman lihat di Taman Suropati ini, pagi-pagi banyak sekali yang berolahraga di sini," beber Anies.

Menurut Anies, mereka semua menikmati suasana Taman Suropati yang asri, hijau dan banyak kegiatan, terutama jika Sabtu atau Ahad, bahkan Jumat sore.

"Banyak (kegiatan), ada yang bawa alat musik. Jadi taman yang hidup," ujar Anies menambahkan.

Baca Juga

Anies Positif COVID-19, DKI Tidak Bakal Tunjuk Pelaksana Harian Gubernur

Anies berharap, proses penyembuhan diri dari COVID-19 bisa berjalan cepat.

"Inilah lokasi tempat saya menjalani isolasi mandiri sampai selesai nanti. Belum tahu kapan. Mudah-mudahan bisa lebih cepat selesai, lebih cepat tuntas," katanya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pilkada di Masa Pandemi, Publik Merasa Was-Was
Indonesia
Pilkada di Masa Pandemi, Publik Merasa Was-Was

Publik mulai sanksi terhadap relevansi dan signifikansi pilkada

Tiga Terduga Teroris Ditangkap di Serang, Ditemukan Beragam Senjata dan Buku Imam Samudra
Indonesia
Tiga Terduga Teroris Ditangkap di Serang, Ditemukan Beragam Senjata dan Buku Imam Samudra

Polisi masih mendalami kelompok jaringan tiga teroris yang diamankan.

Nyaris 2.000 Polisi Dikerahkan Saat Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal' Hari Ini
Indonesia
Nyaris 2.000 Polisi Dikerahkan Saat Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal' Hari Ini

Penempatan personel akan dibagi menjadi dua jam pengaturan

Update COVID-19 Senin (7/9) 196.989 Positif, 140.652 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (7/9) 196.989 Positif, 140.652 Sembuh

Jumlah tersebut bertambah 2.880 kasus baru dibanding hari sebelumnya.

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Bahas Oknum Nakal di Sengketa Tanah Cakung
Indonesia
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Bahas Oknum Nakal di Sengketa Tanah Cakung

ementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Rabu (11/11) menggelar rapat koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah membahas dugaan oknum pejabat nakal terkait sengketa tanah di Cakung, Jakarta Timur.

75 Tahun TNI, Begini Catatan Kontras
Indonesia
75 Tahun TNI, Begini Catatan Kontras

KontraS mendesak Jokowi, melalui kementerian terkait dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar merumuskan rancangan Peraturan Presiden Tugas TNI terkait terorisme secara cermat.

KPK Jebloskan Perantara Suap Eks Bupati Talaud ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Jebloskan Perantara Suap Eks Bupati Talaud ke Lapas Sukamiskin

KPK mengeksekusi perantara suap mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, Benhur Lalenoh ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sumamiskin.

Terbengkalai 43 Tahun, Stasiun Pulau Air Padang Aktif Kembali
Indonesia
Terbengkalai 43 Tahun, Stasiun Pulau Air Padang Aktif Kembali

PT Kereta Api Indonesia wilayah Sumatera Barat mengaktifkan kembali Stasiun Pulau Air Padang di Kawasan Kota Tua Padang Kecamatan Padang Selatan.

 MA Ungkap Alasan Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
MA Ungkap Alasan Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

"Kalau dengan BPJS yang tinggi-tinggi (biaya mahal) itu tidak sanggup. Pasien merasa beban kalau iuran tinggi, semrntara dia orang sakit tidak bekerja tidak punya simpanan. Siapa yang membayar," ujarnya.

Polri Beberkan Alasan Habiskan Duit APBN Miliaran Rupiah Bayar Influencer
Indonesia
Polri Beberkan Alasan Habiskan Duit APBN Miliaran Rupiah Bayar Influencer

Lelang tersebut pun, telah melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)