Anies Heran Nama Cawagub DKI Tambah Terus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengaku heran nama pendamping dirinya di bursa calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI Jakarta terus bertambah.

Partai Gerindra secara mendadak mengajukan empat nama cawagub DKI ke DPP PKS. Keempat nama tersebut ialah Dewan Penasihat DPP Gerindra; Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra; Ferry J Yuliantoro, Sekretaris Jenderal Gerindra; Arizka Patria, dan Sekda DKI Jakarta; Saefullah.

Baca Juga

Cawagub Syaikhu Geram Gerindra Ajukan Empat Nama Pengganti Sandi

Sedangan untuk PKS sudah ada dua nama yang disodorkan menjadi pengganti Sandiaga Uno yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

"Namanya banyak terus ya," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Meski demikian, sambung Anies dirinya tak memusingkan keputusan tersebut. Tapi maunya Anies, sosok yang mengganti Sandiaga Uno nantinya harus nurut dengan visi gubernur saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Foto: MP/Asropih

Sebab kata Anies, semua yang diajukan menjadi DKI oleh PKS dan Gerindra tidak mengikuti masa kampanye Pilkada lalu. Untuk itu Anies berharap cawagub DKI harus mengerti visi gubernur.

Baca Juga

Gerindra Usulkan Empat Cawagub DKI, Begini Reaksi PKS

"Okay? Kalau ikut kampanye, pasti meresapi kan isi janji? Kalau ini kan harus belajar. Jadi pertama, komitmen pada visi itu, karena itu yang menjadi janji," paparnya.

Kemudian, harap Anies, sosok pendamping dirinya di Jakarta meski bisa kerja sama menjalankan roda pemerintahan DKI. Dengan begitu orang nomor satu di Pemprov DKI itu tak boleh membawa visi sendiri. "Tegak lurus pada agenda Gubernur," jelasnya.

Baca Juga

Satu Cawagub PKS akan Dicoret?

"Kalau bawa agenda sendiri, ada deal-deal sendiri, kita tidak tahu tuh nanti seperti apa. Jadi ikut pada apa yang sudah menjadi janji Gubernur," imbuh Anies.

Ketika disinggungkan apakah figur Sekda DKI cocok mengisi jabatan nomor dua di pemerintahan DKI sebab sudah dua tahun ini Anies dan Saefullah kerap kerja bersama di Ibu Kota. Ia pun menyerahkan semuanya ke partai pengusung.

"Wilayahnya partai politik. Biarkan mereka yang memutuskan. Saya konsentrasi pada pekerjaan saya sebagai Gubernur, dan kegiatan yang sifatnya teknokratik," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH