Anies Heran Ada Pimred Media Tidak Tahu Stadion JIS Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan keterangan pers usai meninjau vaksinasi bagi pengungsi dari negara lain yang ada di Ibu Kota, Kamis (7/10). ANTARA/Sihol Hasugian

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku bingung dengan apa yang terjadi di Ibu Kota. Sebab, kata dia, di Jakarta hal yang kecil bisa menjadi besar dan hal yang besar bisa jadi kecil.

Ia pun memberikan contoh, jika beberapa waktu lalu dirinya mengajak sejumlah pimpinan redaksi (Pimred) media untuk melihat Jakarta Internasional Stadium (JIS), Jakarta Utara.

Baca Juga

DPRD DKI dan Anak Buah Anies Bahas APBD 2021 di Puncak

Ketika sedang melihat-melihat kondisi di sana, ada pimred yang celetuk bila stadion untuk Persija itu cukup megah dan mereka tidak ada stadion sebesar itu di Ibu Kota.

Anies pun bilang, JIS nantinya akan menjadi stadion terbesar dan terbaik di Indonesia. Terlebih stadion tersebut bisa ditutup, ketika hujat lebat pun pertandingan tetap berjalan.

"Kemarin ada yang bilang, mas barang yang sebesar ini, kita nggak tahu yah," kata Anies dalam acara Workshop PAN, yang ditayangkan di Youtube PAN TV.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaruh pasir ke dalam wadah sebagai simbolis dimulainya pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2021). (ANTARA/Walda)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menaruh pasir ke dalam wadah sebagai simbolis dimulainya pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2021). (ANTARA/Walda)

Maka dari itu, orang nomor satu di Jakarta ini heran stadion yang dibuat di tanah seluas hampir 300 ribu meter dan tinggi 70 meter itu, tidak ramai. Tapi hal-hal yang kecil viral sampai berhari-hari. Memang di Jakarta ini barang besar bisa tidak kelihatan, barang kecil bisa kelihatan.

"(Seperti) kecemplung got saja, so not important, ramai pula jadinya. Sampai ibu saya bilang, ‘Anies memang kecemplung got tadi ya?’ Kenapa? ‘Itu teman-teman saya pada nanya’," ungkap Gubernur DKI itu.

Kendati merasa ada keanehan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, tetap fokus bekerja memimpin Ibu Kota di sisa waktu yang kurang lebih satu tahun ini atau berakhir Oktober 2022 mendatang.

"Nah gimana kita menghadapi itu? rileks, fokus pada pekerjaan, fokus pada janji, fokus pada eksekusi dan saya hampir nggak pernah komentar juga," papar Anies.

"Kenapa? Karena memang banyak sekali yang cara menjawabnya tidak dengan kata-kata, tetapi cara menjawabnya dengan karya-karya yang nyata. Di situ yang dikerjakan," tutupnya menyudahi. (Asp)

Baca Juga

Rencana Anies setelah tak Lagi jadi Gubernur DKI Jakarta

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPRD DKI: Wali Kota Jangan Sampai Jadi Kacung Pengembang
Indonesia
Ketua DPRD DKI: Wali Kota Jangan Sampai Jadi Kacung Pengembang

DPRD DKI Jakarta meminta wali kota tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik.

Vaksinasi COVID-19 di Kota Depok Capai 58 Persen
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Kota Depok Capai 58 Persen

Jumlah warga Kota Depok yang sudah menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 telah mencapai 943.001 orang atau 58,44 persen dari total 1.613.557 orang yang menjadi sasaran vaksinasi.

Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu
Indonesia
Perusahaan Jasa Penerbangan Ini Tawarkan Tes PCR dengan Harga Rp 285 Ribu

Yakni mulai Rp 285 ribu untuk tes PCR dan tes cepat antigen Rp 35 ribu di sejumlah fasilitas kesehatan mitra yang ditunjuk di sejumlah daerah.

PT Sarana GSS Trembul Terancam Dipailitkan
Indonesia
PT Sarana GSS Trembul Terancam Dipailitkan

Blok migas kso pertamina PT Sarana GSS Trembul di blora, Jawa Tengah, terancam dipailitkan oleh para krediturnya yang merupakan para vendor yang sudah tertunggak tagihan pembayarannya sejak tahun 2017 dan 2018

BPKP Tengah Kaji Tunggakan Insentif Nakes 2020 Rp 1,34 triliun
Indonesia
BPKP Tengah Kaji Tunggakan Insentif Nakes 2020 Rp 1,34 triliun

Kebutuhan tunggakan 2020 tahap II Rp 2,69 triliun akan difasilitasi Tim Penyelesaian Klaim Dispute (TPKD) agar dapat segera terselesaikan.

Bongkar Korupsi Kelas Kakap, Jaksa Agung Diminta Waspadai Serangan Balik Koruptor
Indonesia
Bongkar Korupsi Kelas Kakap, Jaksa Agung Diminta Waspadai Serangan Balik Koruptor

Jaksa Agung ST Burhanuddin diminta mewaspadai serangan balik koruptor dan kaki tangannya di tengah gencarnya prestasi Kejaksaan Agung membongkar kasus-kasus korupsi kelas kakap.

Tidak Ada Panitia, Pemkot Bandung Larang Warga Gelar Salat Id Berjamaah
Indonesia
Tidak Ada Panitia, Pemkot Bandung Larang Warga Gelar Salat Id Berjamaah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mendukung kebijakan desentralisasi pelaksaan salat Idul Fitri. MUI juga siap membantu menyediakan khatib maupun teks ceramah Idul Fitri.

Revisi Aturan PPKM Level 3 Nataru, Pemerintah Dituntut Bikin Kajian Berbasis Sains
Indonesia
Revisi Aturan PPKM Level 3 Nataru, Pemerintah Dituntut Bikin Kajian Berbasis Sains

Pemerintah memang kembali mengubah rencana pembatasan pembatasan saat libur Natal dan Tahun Baru.

KPK Tahan Wali Kota Tanjungbalai 20 Hari ke Depan
Indonesia
KPK Tahan Wali Kota Tanjungbalai 20 Hari ke Depan

MS telah ditetapkan tersangka oleh KPK

Yogyakarta Selenggarakan Wayang Night Carnival dengan Konsep Hybrid
Indonesia
Yogyakarta Selenggarakan Wayang Night Carnival dengan Konsep Hybrid

Pertunjukan tahun ini akan mengusung konsep hybrid yakni memadukan penampilan secara langsung dan daring.