Anies Fasilitasi Aksi 212, Beda Saat Zaman Ahok Memimpin Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma. (MP/Asropih)

Merahputih.com - Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma mengaku sangat terkesan terhadap Reuni 212 tahun ini. Dari tahun ke tahun, kegiatan ini makin baik.

Apalagi, setelah Anies Baswedan menjadi orang nomor satu di Ibukota, Pemprov DKI selalu memfasilitasi peserta alumni 212 untuk menggelar reuni di kawasan Monas. Berbeda dengan Aksi Bela Islam ketika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga:

Gelar Apel Reuni 212, Polisi Pastikan Tidak Dilengkapi Senjata Tajam

"Makin tahun makin bagus. Kalau kemarin-kemarin (zaman Ahok) yang jauh-jauh kayaknya izinnya susah, kalau sekarang boleh. Dan penghadangan juga saya kira juga enggak ada. Kalaupun ada itu sedikit sekali, beda dengan 3 tahun lalu Jadi saya pikir makin tahun makin baik," kata Lieus kepada wartawan, Selasa (3/12).

Aksi Bela Islam sendiri merupakan rangkaian unjuk rasa yang dilakukan oleh berbagai ormas Islam untuk mendesak penegask hukum memproses hukum mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) karena kasus penistaan agama.

Massa reuni akbar 212 dijamin akan damai dalam aksinya
Massa 212 dalam salah satu aksinya beberapa waktu yang lalu (MP/Rizki Fitrianto)

Menariknya, meski disebut Aksi Bela Islam hingga diperingati lewat Reuni 212, Lieus selalu mengikuti kegiatan tersebut sejak awal karena ingin membawa pesan damai ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia tentang umat Islam di Indonesia.

"Saya kira (Reuni 212) bagus sekali. manfaatnya ini adalah bentuk kita punya campaign bahwa Indonesia itu Islamnya damai dan jarang sekali bisa begitu," jelas dia.

Baca Juga:

Ratusan Bus Angkut Massa Reuni 212 dari Solo ke Jakarta

Koordinator Forum Rakyat ini juga mendukung Reuni 212 digelar setiap tahun dan diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah pusat diminta juga ikut berkontribusi.

"Kegiatan seperti ini harusnya didukung penuh oleh pemerintah pusat, jangan hanya Pemprov DKI. Bahkan bila perlu pemerintah tetapkan tanggal 2 Desember untuk diperingati secara nasional," jelas dia. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH