Anies Disarankan Cabut Kebijakan PSBB Jakarta Demi Ekonomi Warga Petugas mendata warga yang kedapatan tidak mengenakan masker saat digelar razia penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah perbatasan DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/

MerahPutih.com - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diberlakukan di DKI Jakarta dinilai membuat perekonomian rakyat jadi korban.

Pengamat ekonomi Rustam Ibrahim menyarankan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar mencabut aturan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta guna mengantisipasi keterpurukan ekonomi masyarakat.

Baca Juga

Klaster Baru Penyebaran Corona Muncul di Jakarta, Mulai dari Komunitas hingga Hotel

"Seketat apa pun PSBB tidak akan mampu lagi mengendalikan penyebaran COVID-19, terutama di Jakarta dan kota-kota besar di Pulau Jawa karena sulitnya 'social distancing' di daerah padat penduduk. Alih-alih pandemi COVID-19 hilang, ekonomi rakyat kecil jadi korban," ucapnya di Jakarta, Kamis (24/9)

Rustam menyatakan penerapan PSBB yang diperketat di Jakarta tetap tidak mampu mengendalikan jumlah pasien yang terpapar maupun menangani kasus COVID-19.

Akun Instagram "@dennysiregar" mengunduh foto seseorang memegang kardus warna cokelat bertuliskan "TOLONGLAH PAK, SAYA KENA PHK ISTRI MALAH KABUR, ANAK2 KELAPARAN DI RUMAH MELAWAN CORONA" dan tercantum lokasi Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada 18 September 2020. (ANTARA/HO/akun Instagram @dennysiregar)
Akun Instagram "@dennysiregar" mengunduh foto seseorang memegang kardus warna cokelat bertuliskan "TOLONGLAH PAK, SAYA KENA PHK ISTRI MALAH KABUR, ANAK2 KELAPARAN DI RUMAH MELAWAN CORONA" dan tercantum lokasi Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada 18 September 2020. (ANTARA/HO/akun Instagram @dennysiregar)

Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial itu mengungkapkan PSBB hanya bersifat sementara mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Begitu PSBB dilonggarkan kembali maka penyebaran virus meningkat lagi," tutur Rustam dilansir Antara.

Rustam mencontohkan di DKI Jakarta, setelah diberlakukannya PSBB dan dilanjutkan PSBB transisi beberapa kali, justru jumlah penderita COVID-19 tetap meningkat.

Jika PSBB ketat tetap diberlakukan, Rustam mengkhawatirkan kebijakan itu akan berpengaruh terhadap keterpurukan perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga

PSBB Jakarta Tekan Ekonomi di Semester II

"Bagi rakyat kecil, penyakit akibat kemiskinan atau kelaparan bisa lebih parah dan menyebabkan tingkat kematian jauh lebih tinggi," pungkasnya.

Rustam meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah sinergis dan fokus terhadap pengawasan protokol kesehatan secara tegas, serta konsisten. (*)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkot Solo Temukan Klaster Warung Makan Soto, COVID-19 Solo Tembus 825 Orang
Indonesia
Pemkot Solo Temukan Klaster Warung Makan Soto, COVID-19 Solo Tembus 825 Orang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Solo menemukan adanya klaster penularan corona di warung makan soto. Jumlah pasien Corona yang terpapar di klaster ini sebanyak lima orang.

PT KAI Catat Kenaikan Jumlah Penumpang KA Reguler di Masa New Normal
Indonesia
PT KAI Catat Kenaikan Jumlah Penumpang KA Reguler di Masa New Normal

Joni menekankan, meski di tengah pandemi, KAI tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan.

Beredar Undangan Reuni Akbar PA 212 di Monas, Pemprov DKI: Belum Dibahas
Indonesia
Beredar Undangan Reuni Akbar PA 212 di Monas, Pemprov DKI: Belum Dibahas

Taufan membenarkan adanya rapat pertemuan dengan sejumlah pihak dari Pemprov hingga kepolisian. Hanya saja ia mengatakan, bila agendanya belum membahas mengenai kegiatan reuni akbar 212.

 Ditemukan Pasien Positif COVID-19 Tertular dari Surabaya, Bupati Klaten Tetapkan KLB
Indonesia
Ditemukan Pasien Positif COVID-19 Tertular dari Surabaya, Bupati Klaten Tetapkan KLB

Sri mengatakan satu pasien yang positif Covid-19 merupakan seorang pria berinisial T (48). Kini yang bersangkutan menjalani perawatan di RSUD Bagas Waras Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Disebut 'Gubernur Rasa Presiden', Makanya Banjir Dimana-mana Salah Anies
Indonesia
Disebut 'Gubernur Rasa Presiden', Makanya Banjir Dimana-mana Salah Anies

Anies seorang pemimpin yang punya sopan santun, namun itu tidak cukup

Korupsi Lahan RTH, Eks Pejabat Pemkot Bandung Dihukum 4 Tahun Penjara
Indonesia
Korupsi Lahan RTH, Eks Pejabat Pemkot Bandung Dihukum 4 Tahun Penjara

Majelis hakim menyatakan Herry terbukti bersalah bersama-sama sejumlah pihak lain melakukan korupsi terkait pengadaan tanah untuk sarana lingkungan hidup.

Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Bergerak
Indonesia
Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Bergerak

"Jadi tentu pemerintah berharap, proses ini bisa terus dijaga tapi syaratnya bahwa sektor kesehatan perlu kita rem," kata Airlangga.

Relawan Berusia 90 Tahun Orang Pertama Disuntik Vaksin COVID-19
Dunia
Relawan Berusia 90 Tahun Orang Pertama Disuntik Vaksin COVID-19

Seorang pria berusia 90 tahun dan relawan rumah sakit menjadi salah satu dari orang-orang pertama yang disuntik vaksin anti COVID-19 buatan Pfizer/BioNtech.

Polisi Tetapkan Reza Artamevia Tersangka Kasus Narkoba
Indonesia
Polisi Tetapkan Reza Artamevia Tersangka Kasus Narkoba

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju
Indonesia
Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju

Kondisi sulit masih akan dihadapi sebagai dampak negatif dari pandemi COVID-19