Anies Dipastikan Tak Langkahi Pemerintah Pusat Terapkan PSBB Total Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (tiga kiri). ANTARA/HO-Satuan Tugas Penanganan COVID-19

MerahPutih.com - Pemerintah pusat memastikan mendukung penuh langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerbitkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020 tentang PSBB ketat mulai berlaku 14 September 2020.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, PSBB DKI sudah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

"Ini sudah melalui proses koordinasi dengan Satgas dan pemerintah pusat. Seperti kita ketahui bersama, dalam pengaturan PSBB ini, selalu ada proses tahapan," kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Balai Kota, Minggu (13/9).

Baca Juga:

Jelang PSBB Total Jakarta, Tambahan Kasus COVID Capai 3.636

Wiku menuturkan, PSBB DKI yang akan berlaku esok hari ini ialah kelanjutan dari sebelumnya. PSBB ini, lanjut Wiku, merupakan bagian dari gas dan rem.

Dengan keadaan yang berkembang ini, dilakukan PSBB di DKI yang memang sebagai kelanjutan dari PSBB selanjutnya. Dengan harapan kasusnya bisa terkendali dan penularan bisa dicegah.

"Dan aktivitas sosial, ekonomi, budaya bisa dijalankan dalam kapasitas yang terbatas. Dan untuk selanjutnya, ini bagian dari gas dan rem," ujarnya.

Tangkapan layar - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta pada Jumat (11/9/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)
Tangkapan layar - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta pada Jumat (11/9/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Ia menjelaskan, peraturan PSBB ini dijalankan melalui proses tahapan yakni tahap prakondisi, menentukan waktu yang tepat, prioritas PSBB, koordinasi pusat dengan daerah, serta pengawasan dan evaluasi.

Dia berharap, masyarakat dapat menjalani proses PSBB ini dengan disiplin dan ketat menjalankan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, Jumlah pasien positif corona di Indonesia terus bertambah 3.636 pada Minggu (13/9).

Baca Juga:

PSBB Total di DKI, Warga Jakarta Dilarang Keras Kumpul Lebih dari 5 Orang

Akumulasi kasus terkonfirmasi 218.382 kasus.

Kasus sembuh bertambah 2.552 menjadi 155.010 orang. Sedangkan kasus meninggal bertambah 73 orang. Sehingga pasien meninggal menjadi 8.723 orang.

Jumlah kasus suspek di Indonesia sebanyak 97.227 orang.

Akumulasi kasus terbanyak berada di DKI Jakarta dengan 54.220 kasus. Kemudian, Jawa Timur dengan 38.088 kasus, Jawa Tengah dengan 17.742 kasus, dan Jawa Barat dengan 14.388 kasus. (Knu)

Baca Juga:

Anies Pastikan Tutup Gedung Kantor dengan Karyawan Positif Corona


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH