Anies Dinilai Paling Responsif Tangani COVID-19, Ganjar dan Risma? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei tentang Evaluasi Publik: Penanganan Pandemi COVID-19 dan Implikasi Sosiopolitik Nasional. Survei ini memotret persepsi publik terhadap kepala daerah berdasarkan kinerja paling responsif dalam penanganan COVID-19.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati urutan pertama dengan persentase 62,6 persen. Kemudian disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 60,1 persen, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono 54,3 persen.

"Formasi ini menggeser Ridwan Kamil yang hanya memperoleh penilaian 53,0 persen, dari yang biasanya selalu bersanding dengan Anies dan Ganjar," kata Dedi dalam sebuah diskusi, Sabtu (4/7).

Adapun posisi keempat diisi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 53 persen; Gubernur Bali I Wayan Koster 48,4 persen; Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah 45,2 persen, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 40,1 persen.

Baca Juga:

Ikut Sosialisasi Pilkada, KPK Dalami Motif Bupati Kutai Timur Bawa Duit Miliaran

Kemudian, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendapat 40 persen; Bupati Bolaang Mengondow Timur Sehan Salim Landjar sebesar 37,7 persen; dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 36,2 persen;

“Popularitas Bupati Boltim cukup mendapat perhatian publik, ia dianggap responsif dan lebih baik dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Meskipun Khofifah berada di Jawa, faktanya ia dianggap lebih lamban dari Gubernur Bali, Gubernur Aceh Darussalam, Gubernur Sumatera Utara, bahkan dari Walikota Surabaya sekalipun," ungkap Dedi.

Walikota Surabaya Risma
Wali Kota Surabaya Risma. (Foto: Antara).

Survei dilakukan dari tanggal 8 - 25 Juni 2020 melalui metode Wellbeing Purposive Sampling (WPS) melihat komposisi jumlah populasi di tiap wilayah survei. Validitas data menggunakan triangulasi bertingkat, membandingkan antar data terinput.

Dengan analisis coder expert dan pengecekan ulang melalui wawancara via telepon sejumlah 20 persen dari total 1350 responden tersebar di 30 Provinsi terpilih. Sedangkan, untuk penentuan sampling error pada 3.54 persen dengan tingkat akurasi data dalam rentang maksimum 97 persen. (Pon)

Baca Juga:

Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Masih Bertambah


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH