Anies Diminta Tempatkan Pengungsi Banjir di Hotel Banjir dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter di kawasan Citraland, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin malam (21/9/2020). (ANTARA/Devi Nindy)

Merahputih.com - Ahli hidrologi Universitas Indonesia (UI) Firdaus Ali menyarankan kepada Pemprov DKI menyiapkan tempat pengungsian yang aman bagi korban banjir di tengah pandemi COVID-19.

“Sekarang kita sudah masuk musim penghujan, untuk rekomendasi penanggulangan banjir nanti dulu. Yang paling penting saat ini bagaimana kita bisa membuat para korban banjir nantinya dapat tempat yang aman dan nyaman saat kondisi penyebaran virus corona ini," ujar Firdaus di Jakarta, Rabu (21/10).

Baca Juga:

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Lebat

Pemprov DKI harus juga menyiapkan hotel sebagai tempat pengungsian korban banjir di ibu kota.

"Saya sarankan Pemprov menempatkan mereka di Hotel karena saat ini kita tidak bisa membuat penampungan seperti sebelumnya. Protokol kesehatan harus diutamakan,” terangnya.

Sementara itu Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna menilai saat ini mitigasi banjir yang dilaksanakan Pemprov DKI belum optimal. Dengan demikian, ia menyarankan agar Dinas Sumber Daya Air (SDA) menempatkan pompa mobile di kawasan prioritas rawan banjir.

Ini penting dilakukan mengingat upaya mitigasi dengan proyek pengerjaan fisik tidak mungkin dilakukan lagi di saat Jakarta masuk dalam musim penghujan seperti saat ini.

“Siapkan apa saja peralatan untuk mengejar performa tersebut. Target kita dalam waktu dekat, kita fokus dulu pada penanganan saat banjir. Kapasitas pompa harus ditambah, petugas lapangan ditambah. Kongkritnya petakan dulu wilayah langganan banjir yang surutnya paling lama, kita push di wilayah itu,” ungkapnya.

Warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, melintas di RT11 RW05 yang terendam banjir dengan ketinggian berkisar 50-70 sentimeter, Selasa (22/9). (ANTARA/Andi Firdaus)
Warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, melintas di RT11 RW05 yang terendam banjir dengan ketinggian berkisar 50-70 sentimeter, Selasa (22/9). (ANTARA/Andi Firdaus)

Adapun diketahui Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD menggelar rapat dan mengundang 3 para ahli terkait penanganan banjir di Jakarta.

Kehadiran mereka itu untuk mencari tahu bagaimana solusi mengendalikan banjir di ibu kota yang kerap menghantui warga Jakarta tiap tahunnya.

Baca Juga:

Jokowi Perintahkan Cegah Lonjakan COVID-19 Saat Libur Panjang Oktober

Ketiga ahli itu yakni Firdaus Ali sebagai Ahli Hidrologi Universitas Indonesia (UI); Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga; dan Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna.

Berdasarkan hasil diskusi kemarin, ketiganya kurang lebih memiliki pendapat yang sama yakni Pemda DkI belum memiliki keinginan politik baik secara program maupun anggaran untuk menuntaskan masalah banjir. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DKPP Sidangkan 118 Perkara Terkait Tahapan Pilkada
Indonesia
DKPP Sidangkan 118 Perkara Terkait Tahapan Pilkada

Dari 626 aduan yang masuk pada tahun 2020—2021, sebanyak 327 aduan atau 52,2 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat dan sebanyak 299 aduan atau 47,8 persen yang disidangkan.

Purnomo Ditolak Mundur PDIP Solo, Gibran: Kompetitor Adalah Teman dan Saudara
Indonesia
Purnomo Ditolak Mundur PDIP Solo, Gibran: Kompetitor Adalah Teman dan Saudara

Gibran menegaskan tidak mempermasalahkan lawannya itu tetap maju di Pilwakot Solo.

[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengan Air Garam Redakan COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Berkumur Dengan Air Garam Redakan COVID-19

Setelah dilakukan pencarian fakta, ternyata narasi ini adalah hoaks lama. dan sudah ada dilaman resmi hoax buster covid.go.id.

DKPP: Ada Penyelenggara Pemilu Ahli Manipulasi Perolehan Suara
Indonesia
DKPP: Ada Penyelenggara Pemilu Ahli Manipulasi Perolehan Suara

Berdasarkan hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik Tahun 2020 memberi rekomendasi perlunya penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu.

Densus 88 Belum Dikerahkan Tangani KKB, Polri: Satgas Nemangkawi yang Kerja
Indonesia
Antrean Ambulans di RS Darurat Wisma Atlet karena Mengantar Pasien OTG
Indonesia
Antrean Ambulans di RS Darurat Wisma Atlet karena Mengantar Pasien OTG

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9) malam.

1.000 Orang Lebih Ditangkap Terkait Aksi Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
1.000 Orang Lebih Ditangkap Terkait Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 1.192 orang yang mengikuti aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law berujung ricuh.

81 Persen Penerima BLT Dana Desa Pertama Kali Dapat Bantuan Pemerintah
Indonesia
81 Persen Penerima BLT Dana Desa Pertama Kali Dapat Bantuan Pemerintah

Terdapat Desa yang sengaja tidak menyalurkan BLT Dana Desa karena tidak satupun warganya masuk ke dalam kriteria penerima BLT Dana Desa.

Pengembangan Kasus Jiwasraya, Kejagung Garap Benny Tjokro dan Heru Hidayat di KPK
Indonesia
Pengembangan Kasus Jiwasraya, Kejagung Garap Benny Tjokro dan Heru Hidayat di KPK

Ali mengaku tak mengetahui materi pemeriksaan yang dijalani Benny dan Heru. Pasalnya hal tersebut merupakan ranah Kejagung.

Kata Anak Buah AHY soal Pendaftaraan Logo Demokrat ke Dirjen KI
Indonesia
Kata Anak Buah AHY soal Pendaftaraan Logo Demokrat ke Dirjen KI

“Pendaftaran (nama dan logo) dilakukan sebagai langkah hukum untuk mencegah pihak-pihak lain di luar Partai Demokrat yang selama ini secara melawan hukum menggunakan merk dan logo Partai Demokrat,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra lewat pesan tertulisnya di Jakarta, Rabu (14/4)