Anies Diminta Redam Euforia Warga dan Persiapkan RS Jelang Nataru Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memberikan pernyataan pada awak media di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/11/2021). ANTARA/Ricky Prayoga/am.

MerahPutih.com - Warga Ibu Kota Jakarta kini dihantui ancaman COVID-19 Omicron pasca-terdeteksi di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memberikan saran bagi Gubernur Anies Baswedan.

Menurut pria yang akrab disapa Pras ini, tim Satgas COVID-19 DKI mesti lebih tanggap. Apalagi, kini mendekati Natal dan Tahun Baru 2022 di mana banyak warga ingin berlibur.

Baca Juga:

Varian Omicron Terdeteksi, Legislator PDIP Usul Aturan Nataru Diubah

"Euforia masyarakat Jakarta kan luar biasa soal tahun baru, saya rasa itu bisa diredam," ujar Pras kepada wartawan, Jumat (17/12).

Politikus PDI Perjuangan ini juga meminta Pemprov DKI Jakarta lebih peka dalam menyikapi masuknya COVID-19 varian Omicron ke Indonesia.

"Saran buat Pemprov ya harus lebih sensitif, rumah sakit (RS) harus terjaga," jelas dia.

Ia khawatir tingkat penularan virus corona di Jakarta kembali meledak seperti beberapa waktu lalu.

"Jangan sampai kejadian, amit-amit jabang bayi, jangan sampai terjadi kayak bulan Juni-Juli itu kita harus sudah siap. Maka saya rasa kita berdoa bersama, kita tidak ingin melebar ke mana-mana," ujar Pras.

Baca Juga:

Jutaan Orang Diprediksi ke Jateng saat Libur Nataru, Polda Perketat Pengamanan

Semua pihak juga diminta lebih disiplin terhadap protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan virus corona yang telah disiapkan pemerintah serta melakukan vaksinasi.

Diketahui kasus Omicron pertama ditemukan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Salah seorang petugas kebersihan dikonfirmasi terjangkit.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria memastikan, petugas kesehatan di Wisma Atlet yang terpapar bukanlah warga Jakarta.

Ia menyebut, saat ini kawasan Wisma Atlet sedang dalam pemantauan ketat. Politisi Gerindra ini tak ingin nantinya virus Omicron menyebar lebih luas lagi. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Waspadai Penyebaran Omicron saat Nataru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Napoleon Bonaparte Diperiksa dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece
Indonesia
Napoleon Bonaparte Diperiksa dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Penyidik Bareskrim Polri akan memeriksa terduga pelaku penganiayaan youtuber Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte hari ini.

Inflasi Melonjak, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Warga
Indonesia
Inflasi Melonjak, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Warga

Indonesia beruntung karena harga komoditas ekspor andalan meningkat di global, yang mengerek penerimaan negara meningkat drastis.

Taliban Kuasai Afghanistan, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Indonesia
Taliban Kuasai Afghanistan, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Pengamat intelijen Soleman Ponto menilai, ada sejumlah dampak dari kembalinya Taliban ke pemerintahan Afghanistan

Vaksinasi Anak-Anak 5-11 Tahun Tunggu Uji Klinis dari Tiga Produsen Vaksin
Indonesia
Vaksinasi Anak-Anak 5-11 Tahun Tunggu Uji Klinis dari Tiga Produsen Vaksin

Ini yang pasti akan menentukan jenis vaksin yang digunakan

Gibran Diminta Prabowo Lanjutkan Karier Politik di Jakarta atau Jateng
Indonesia
Gibran Diminta Prabowo Lanjutkan Karier Politik di Jakarta atau Jateng

"Beliau (Prabowo) minta saya melanjutkan karier politik di salah satu provinsi," kata Gibran.

Gerak Cepat Aparat Redam Bentrok di Maluku Tengah
Indonesia
Gerak Cepat Aparat Redam Bentrok di Maluku Tengah

Warga Pelauw dan Ori sepakat menginginkan perdamaian. Namun dengan catatan, agar sumber masalah yang selama ini sering terjadi yaitu soal batas tanah untuk dapat diselesaikan terlebih dahulu.

PSI Siap Melawan Kader di PN Jakarta Pusat
Indonesia
PSI Siap Melawan Kader di PN Jakarta Pusat

Tudingan penggelembungan dana reses, menurut Viani Limardi adalah bentuk fitnah yang tidak bisa dibiarkan.

[HOAKS atau FAKTA]: Marquez Ditolak RS Karena Tak Punya BPJS dan PeduliLindungi
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Marquez Ditolak RS Karena Tak Punya BPJS dan PeduliLindungi

Sebuah akun Facebook mengunggah foto pembalap MotoGp Marc Marquez disertai narasi yang menyebutkan bahwa pembalap asal Spanyol itu ditolak di RS karena tidak memiliki kartu BPJS dan aplikasi peduli lindungi yang belum aktif.

Dinkes DKI Tegaskan Moderna Bukan untuk Vaksin Booster Masyarakat Umum
Indonesia
Dinkes DKI Tegaskan Moderna Bukan untuk Vaksin Booster Masyarakat Umum

Vaksin COVID-19 jenis Moderna tidak diberikan untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster masyarakat umum.

Satgas COVID-19 Minta Masyarakat Pikir Ulang untuk Liburan Nataru
Indonesia
Satgas COVID-19 Minta Masyarakat Pikir Ulang untuk Liburan Nataru

Masyarakat diminta menunda liburan menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru). Hal itu untuk menghindari potensi lonjakan kasus COVID-19.