Anies Diminta Kaji Secara Mendalam Rencana Sekolah Tatap Muka di DKI Jakarta Ilustrasi ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Merahputih.com - Pemprov DKI Jakarta diminta mengkaji secara matang pelaksanaan sekolah tatap muka di ibu kota. Kebijakan itu sendiri sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

"Ini kan khususnya anak-anak yang rentan yah," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD, Gembong Warsono di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (26/11).

Baca Juga:

Wali Kota Solo Pilih Buka Sekolah Tatap Muka Desember

Anggota Komisi A ini meminta, Gubernur Anies Baswedan agar tidak terburu-buru memutuskan belajar tatap muka. Menurutnya Pemprov DKI harus menimbang secara mendalam sehingga nantinya tidak terjadi klaster pendidikan.

Siswa sedang belajar daring. (ANTARA/Nanang Mairiadi/Elmayani)
Siswa sedang belajar daring. (ANTARA/Nanang Mairiadi/Elmayani)

Gembong menilai, saat ini Jakarta belum layak melaksanakan tatap muka. Alasannya, kondisi dan situasi kasus corona di DKI masih tinggi.

"Mudah-mudahan perkembangannya semakin menurun. Sehingga di akhir tahun nanti kita bisa evaluasi untuk menetapkan di bulan Januari kita melakukan belajar tatap muka," terangnya.

Baca Juga:

KPAI Protes Zona Kuning Diizinkan Sekolah Tatap Muka

Bila benar-benar dilaksanakan, dirinya menyarankan agar tingkatan sekolah yang lebih tinggi diizinkan lebih dahulu sekolah tatap muka.

"Tapi untuk SMP SD TK nanti dulu kaji dulu," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tenaga Kesehatan yang Sudah Divaksinasi COVID-19 Lebih dari 100 Ribu
Indonesia
Tenaga Kesehatan yang Sudah Divaksinasi COVID-19 Lebih dari 100 Ribu

Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi COVID-19 tersebut didapat dari pelaksanaan vaksinasi dari 14 hingga 21 Januari 2021

Kapolri Diminta Tak Hanya Beri Imbauan ke Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
Kapolri Diminta Tak Hanya Beri Imbauan ke Pelanggar Protokol Kesehatan

Polisi perlu bergerak tanpa menunggu adanya laporan dari masyarakat

Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony Meninggal akibat COVID-19
Indonesia
Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony Meninggal akibat COVID-19

Edward diketahui sudah seminggu dirawat di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Calon Penumpang Pesawat Tetap Wajib Patuhi Aturan PSBB
Indonesia
Calon Penumpang Pesawat Tetap Wajib Patuhi Aturan PSBB

Otoritas Angkasa Pura (AP) II segera melakukan koordinasi yang melibatkan multipihak.

Isu SARA dalam Bursa Calon Kapolri Dinilai Merusak Proses Demokrasi
Indonesia
Isu SARA dalam Bursa Calon Kapolri Dinilai Merusak Proses Demokrasi

Seluruh anggota polisi punya hak sama menjadi Kapolri. Terlepas apa pun latar belakangnya.

Pasien Positif Corona Melonjak Bukti Pemerintah Kecolongan
Indonesia
Pasien Positif Corona Melonjak Bukti Pemerintah Kecolongan

Jansen juga mengkritisi terlambatnya pemerintah dalam mendiagnosa suspect corona hingga akhirnya terlanjur menyebarkannya ke orang lain.

Hitung Cepat, Idris-Imam Unggul di Pilkada Depok
Indonesia
Hitung Cepat, Idris-Imam Unggul di Pilkada Depok

Tercatat, Idris yang berpasangan dengan Imam Budi Hartono meraih suara 54,54 persen

Warga DKI Diizinkan Rayakan Tahun Baru Islam
Indonesia
Warga DKI Diizinkan Rayakan Tahun Baru Islam

Meski begitu Mawardi mengimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan penularan COVID-19

6 Orang Terkait OTT Rektor UNJ Dilepaskan, KPK Dinilai Makin Ngawur
Indonesia
6 Orang Terkait OTT Rektor UNJ Dilepaskan, KPK Dinilai Makin Ngawur

Ia mengakui ada janji KPK sendiri yang akan mengurangi OTT dengan memperbanyak pencegahan.

Aktivitas Saat New Normal Meningkat, MPR: Ini Saatnya Masyarakat Berperan
Indonesia
Aktivitas Saat New Normal Meningkat, MPR: Ini Saatnya Masyarakat Berperan

Normal Baru itu bukan berarti kembali normal seperti dahulu tetapi lebih pada penerapan kebiasaan baru