Anies 'Dikerjai' Pemerintah Pusat soal Penanganan Corona Gubernur DKI Anies Baswedan. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalami kesulitan dalam penanggulangan COVID-19.

Pasalnya, Anies seorang kepala daerah, tetapi terkesan tidak bisa berbuat banyak karena terganjal kebijakan pemerintah pusat. Karena sebagai gubernur tak bisa power full dalam menangani persoalan Corona di Jakarta.

Baca Juga

Pemprov DKI Punya Bilik Isolasi Mandiri Kasus ODP Corona, Ukurannya 2,5x2,5 Meter

"Banyak keinginan dan kebijakan Anies yang terhalang oleh pemerintah pusat," ujar Ujang kepada wartawan, Senin (18/5).

Menurut dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini, Anies ingin menunjukkan dirinya bukan seorang superman. Butuh dukungan pemerintah pusat dalam memutus mata rantai pandemi COVID-19. Namun, yang terjadi justru pemerintah pusat terkesan tidak memberikan support terhadap keinginan dan kebijakan tersebut.

"Anies ingin A, tetapi pemerintah pusat ingin B. Jadinya tak ketemu,"jelas Ujang.

Uajng
Ujang Komarudin

Direktur eksekutif Indonesia Political Review ini menilai, kebijakan-kebijakan pemerintah pusat juga terkesan berubah-ubah, bertabrakan, dan bertentangan soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Saya kira kebijakan pemerintah pusat soal PSBB yang terkesan berubah-ubah merugikan Anies," kata Ujang.

Ia juga menilai, selama pandemi Corona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 'mendapat' keuntungan secara citra politik.

Dia menilai, sejauh ini Anies Baswedan tampak kerap tampil di muka publik lebih cepat dibandingkan pemerintah pusat dalam menangani pandemi Covid-19.

Karena Anies punya potensi nyapres itulah yang membuat takut banyak kalangan. Termasuk elite-elite di pusat.

"Dan tentu hal tersebut sudah menyinggung wibawa pemerintah pusat. Sebagai gubernur tentu Anies punya keinginan ke arah sana," kata Ujang.

Maka tak heran, kata Ujang, masyarakat kini menyoroti silang pendapat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat soal sengkarut penyaluran sembako. Menurutnya, ketegangan antara pusat dan Pemprov DKI juga tak lepas dari persoalan politik.

"Karena Anies punya potensi nyapres itulah yang membuat takut banyak kalangan. Termasuk elite-elite di pusat. Oleh karena itu, tak aneh dan tak heran jika Anies dikeroyok oleh para menteri Jokowi terkait penanggulangan corona dan bansos,” kata Ujang.

Ia menambahkan, sebagai pemegang jabatan politik, Anies wajar bersikap ingin mendapat posisi lebih tinggi.

"Apa yang dikerjakan politisi sudah tentu itu merupakan pergerakan politik," kata Ujang.

Baca Juga

MUI Sebut Pemerintah Tebang Pilih Dalam Penegakan Hukum Selama Pandemi Corona

Sebelumnya, Anies mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat yang disebut tidak konsisten terkait operasional bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) dari ibu kota.

Ia juga mengakui dirinya merasa frustrasi dengan cara yang diambil Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam menangani wabah corona, utamanya yang terjadi di ibu kota.

Keluhan-keluhan Itu disampaikan Anies dalam wawancara dengan salah satu media Australia beberapa waktu lalu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kejagung Korek Dugaan Pertemuan Pengacara Djoko Tjandra dan Kajari Jaksel
Indonesia
Kejagung Korek Dugaan Pertemuan Pengacara Djoko Tjandra dan Kajari Jaksel

Pemeriksaan Kepala Kejari Jakarta Selatan Anang Supriatna telah diambil alih Kejagung sejak 17 Juli 2020

Progres Pembangunan ITF Belum Terlihat, DPRD Bakal Bentuk Pansus
Indonesia
Progres Pembangunan ITF Belum Terlihat, DPRD Bakal Bentuk Pansus

PT Jakpro ataupun Dinas LH juga perlu mencermati RPJMD 2017-2022

Puan Perintahkan Politisi Senayan Bangun Optimisme Hadapi Pandemi
Indonesia
Puan Perintahkan Politisi Senayan Bangun Optimisme Hadapi Pandemi

Kehadiran vaksin COVID-19, tentu memberikan harapan yang besar untuk dapat segera mengakhiri pandemi.

Din Syamsuddin Dorong Ilmuwan Muslim Dobrak Lingkaran Setan Peradaban
Indonesia
Din Syamsuddin Dorong Ilmuwan Muslim Dobrak Lingkaran Setan Peradaban

Dia juga mengimbau kepada umat agar lebih produktif

Pengamat Minta Anies Tambah dan Perdalam Waduk Antisipasi Banjir
Indonesia
Pengamat Minta Anies Tambah dan Perdalam Waduk Antisipasi Banjir

Rissalwan bilang, wilayah Jakarta belum masuk dalam puncak musim penghujan atau masih dalam era perubahan iklim yang biasa disebut pancaroba

DPR Minta Rencana Pembahasan Redominasi Rupiah Ditunda
Indonesia
DPR Minta Rencana Pembahasan Redominasi Rupiah Ditunda

Kebijakan ini berpotensi menimbulkan kenaikan harga di sejumlah sektor karena adanya pembulatan harga ke atas secara berlebihan.

MPR: Hadirnya PAM Swakarsa Tunjukkan Potensi Ketakutan Masa Lalu
Indonesia
MPR: Hadirnya PAM Swakarsa Tunjukkan Potensi Ketakutan Masa Lalu

Perlu ada kajian lebih lanjut mengenai tugas Pam Swakarsa

Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 10.843, Meninggal 831
Indonesia
Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 10.843, Meninggal 831

Jumlah itu didapat berdasarkan hasil pendataan sejak 1 Mei 2020 hingga 2 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.

Masih Ada Saja Kendaraan yang Ngotot Keluar Jakarta Meski Angkanya Turun
Indonesia
Masih Ada Saja Kendaraan yang Ngotot Keluar Jakarta Meski Angkanya Turun

Kendaraan terbanyak yang diputarbalikan masih didominasi kendaraan pribadi

DPR Ingatkan Mendikbud Jangan Gegabah Mulai Tahun Ajaran Baru di Tengah Wabah
Indonesia
DPR Ingatkan Mendikbud Jangan Gegabah Mulai Tahun Ajaran Baru di Tengah Wabah

"Dan hanya di zona hijaulah yang memungkinkan dibuka kembali proses belajar mengajar di sekolah," jelas Illiza