Anies Dianggap Main-main Jalankan PSBB di DKI, Ini Alasannya Jakarta Governor Anies Baswedan. (ANTARA/HO-PR of Jakarta Provincial Administration/sh)

MerahPutih.com - Langkah pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta tidak sesuai dengan tujuan utama. Yakni mencegah terjadinya perkumpulan orang dengan skala besar, untuk menekan penyebaran virus corona atau COVID-19.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino usai melakukan sidak ke daerah Kota Jakarta Barat.

Baca Juga:

Pemprov DKI Cari Relawan Tenaga Medis Tangani Corona

Ia melihat minimnya petugas di lapangan yang mengawasi warga sehingga tak heran jika lalu lintas dan beberapa tempat masih didapati keramaian warga.

"Ini PSBB yang dilakukan tidak maksimal. Sebab tidak ada pemantauan di lapangan yang dilakukan pemerintah melalui satpol PP dan yang lainnya," kata Wibi kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (18/4).

Saat melakukan sidak, ia menemui masih banyaknya toko yang buka dan pegawainya tidak menggunakan masker. Hal itu tidak semestinya dibiarkan.

"Pemerintah harusnya tegas. Ini saya lihat melawan corona seperti main-main," kata dia.

Wibu sendiri tak yakin target pemerintah mengurangi jumlah penderita corona di tanah air bakal cepat selesai.

"Kalau seperti ini, mustahil wabah berbahaya itu dapat segera berlalu," terang Wibi.

Petugas Satpol PP Kelurahan Karet Kuningan berpatroli menggunakan motor mengingatkan warga menggunakan maser saat beraktivitas di luar rumah, Jumat (17/4/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Petugas Satpol PP Kelurahan Karet Kuningan berpatroli menggunakan motor mengingatkan warga menggunakan maser saat beraktivitas di luar rumah, Jumat (17/4/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Ia mendesak Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza Patria langsung bekerja cepat dalam menanggulangi dampak wabah virus corona di ibu kota.

Riza diminta untuk mengawasi diatribusi bantuan sosial ke masyarakat Jakarta.

"Ketika Anies sibuk untuk mengantisipasi penyebaran corona, mungkin Bang Riza bisa bantu soal pelaksanaan distribusi bantuan ke masyarakat," ucap Wibi.

Menurut Wibi, bantuan sosial yang tengah berjalan harus cepat terdistribusi. Warga Jakarta harus bisa merasakan perbedaan antara ada atau tidak.

Untuk Gubernur Anies, Wibi menyarankan, fokus pada penanggulangan penyakit COVID-19 di DKI.

Sedangkan, Riza Patria didesak untuk difokuskan menangani pendistribusian bantuan sembako bagi warga miskin di Jakarta selama PSBB.

Baca Juga:

Tak Jadi Dihentikan, KRL Bakal Perketat Aturan Pembatasan Sosial

Wibi menilai, pembagian tugas semacam ini akan mengoptimalkan kinerja Pemprov DKI. Harapannya, penantian warga selama 2 tahun soal jabatan Wagub DKI bisa terobati dengan kerja cepat pemerintah.

Wibi yang juga seorang advokat muda ini mendesak Anies dan Riza untuk melibatkan legislatif dalam pengawasan pendistribusian bantuan.

Hal itu, merupakan upaya agar negara hadir untuk warga yang membutuhkan.

"Sebagai wakil rakyat, kita juga mendengarkan suara rakyat. Kalau ada yang belum dapat kita bisa bantu kasih tahu ke Pemprov DKI nantinya. Jadi negara hadir untuk seluruh warga terdampak PSBB di Jakarta," tutup Wibi. (Knu)

Baca Juga:

Polri Siapkan Pasukan Huru-hara di Tengah Pandemi COVID-19, Ada Apa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
IDI Minta Pemerintah Buka Identitas Pasien Corona
Indonesia
IDI Minta Pemerintah Buka Identitas Pasien Corona

Seperti beberapa kepala daerah yang positif juga membuka status kesehatannya

Hampir 7 Ribu Pekerja Migran Ilegal di Malaysia Bakal Dipulangkan ke Tanah Air
Indonesia
Hampir 7 Ribu Pekerja Migran Ilegal di Malaysia Bakal Dipulangkan ke Tanah Air

Para PMI tengah diamankan di tahanan imigrasi Malaysia.

96 Lembaga Masuk Radar Pembubaran, Tjahjo: Tinggal Tunggu Waktu
Indonesia
96 Lembaga Masuk Radar Pembubaran, Tjahjo: Tinggal Tunggu Waktu

Kementerian PANRB juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait

Alur Penyerahan Duit Suap Djoko Tjandra ke Tommy Buat Irjen Napoleon
Indonesia
Alur Penyerahan Duit Suap Djoko Tjandra ke Tommy Buat Irjen Napoleon

uang itu diserahkan kepada Tommy di dalam ruangan di Bisnis Centre Hotel Mulia.

Bakal Ada Tersangka Kerumunan Petamburan, Pemprov Ikut Putusan Aparat
Indonesia
Bakal Ada Tersangka Kerumunan Petamburan, Pemprov Ikut Putusan Aparat

DKI termasuk provinsi di Indonesia yang sejak awal masuk wabah corona sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan.

Dewan Pers Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah
Indonesia
Dewan Pers Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah

Dewan Pers menanggapi kasus pembunuhan wartawan media online Demas Leira di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Kamis (20/8) dini hari WIB.

Pemerintah Tegaskan Data Sebaran Virus Corona Tak Akan Dibuka ke Publik
Indonesia
Pemerintah Tegaskan Data Sebaran Virus Corona Tak Akan Dibuka ke Publik

Status yang disematkan WHO harus diartikan bahwa penyakit ini dapat menyerang siapa saja

5 Orang Meninggal Dunia akibat Banjir, Anies: Kita Ambil Hikmahnya
Indonesia
5 Orang Meninggal Dunia akibat Banjir, Anies: Kita Ambil Hikmahnya

Sebanyak 5 orang meninggal dunia atas bencana banjir yang menerjang wilayah Jakarta beberapa hari terakhir ini.

Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut Tangani COVID-19 Dinilai tidak Nyambung
Indonesia
Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut Tangani COVID-19 Dinilai tidak Nyambung

"Karena di luar kompetensinya, di luar tupoksi (tugas pokok dan fungsi). Kan beliau itu maritim dan investasi," kata Trubus

Rohadi Batal Jalani Sidang karena Terpapar COVID-19 di Lapas Sukamiskin
Indonesia
Rohadi Batal Jalani Sidang karena Terpapar COVID-19 di Lapas Sukamiskin

Mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Rohadi terpapar COVID-19.