Anies Dianggap Hanya Jual Retorika Aksi Jakarta Bergerak di depan Balai Kota Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Koordinator Jakarta Bergerak Siska Rumondor mengklaim aksinya murni menyuarakan kepentingan warga Ibu Kota. Yaitu yang menginginkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur dari jabatannya.

Siska mengatakan, ketidakbecusan kinerja Anies bukan hanya masalah banjir, tapi apa yang dikerjakan tidak membawa kesejahteraan kepada warga.

Baca Juga:

Berani Ganggu Anies, Ormas Bang Japar Berdiri di Barisan Paling Depan

"Terlebih dengan musibah banjir kemarin, bagaimana terlihat pencegahan pada saat terjadinya bencana dan penanggulangannya. Di situ kami melihat, 'aduh kenapa begini penanganannya'. Walapun kita tahu musibah selalu datang," kata Siska di seputaran Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Ia mengatakan, janji Anies akhirnya banyak yang tidak terealisasi.

"Hanya menjual retorika kata-kata. Kami butuh Anies melakukan kerja nyata untuk semua warga DKI, jangan hanya untuk golongan tertentu saja," terang Siska.

Gubernur DKI Anies Baswedan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Silang Monas, Senin (28/10). (Foto: MP/Asropih)
Gubernur DKI Anies Baswedan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Silang Monas, Senin (28/10). (Foto: MP/Asropih)

Selain itu, Siska menyebut kebijakan Anies juga banyak yang tidak tepat dan blunder.

"Kalau mau dikupas, banyak sekali. Kami bukan mau merinci, malah membuat banyak tidak nyaman. Misalnya pelebaran trotoar, ada yang ukuran sekian, malah menggangu pihak yang lain. Mengakibatkan kemacetan," jelas Siska.

"Terus trek sepeda di Jakarta, hari gini kan jarang yang naik sepeda, akhirnya yang rugi motor-motor," terang Siska.

Baca Juga:

Polda Jateng Dalami Motif Pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Siska melanjutkan,aksi yang dia lakukan sederhana dan tidak berlebihan.

"Kami ini terkumpul dari berbagai elemen dari hanya ajakan sederhana di media sosial. Ajakan tersambut oleh teman teman suara yang juga ingin ke balai kota," terang Siska.

Ia menyebut, jumlah massa yang ikut makin lama makin banyak.

"Awalnya hanya prediksi 200 massa, tapi ini viral ajakannya saya prediksi bisa sampai 1.000 orang. Kalau ada aksi yang lain, itu adalah kebebasan berpendapat dilindunngi undang-undang," jelas Siska. (Knu)

Baca Juga:

Desak Adili Novel Baswedan, Massa Bacakan Yasin ke Jaksa Agung



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH