Anies 'Dapat Panggung' di Tengah Dugaan Intervensi Pimpinan KPK? Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di KPK, Selasa (21/9). Foto: Instagram/@aniesbaswedan

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur, pada Selasa (21/9) lalu. Terlihat ada gesture yang berbeda dari keduanya.

Prasetyo usai diperiksa KPK terlihat menghindari awak media. Sementara Anies, tampil percaya diri menghadapi awak media. Itu terlihat usai diperiksa, Anies justru menyambangi para wartawan yang sudah menunggunya.

Baca Juga

Anies Diperiksa KPK, Nasdem: KPK Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Orderan

Di samping itu, Pimpinan KPK diduga memerintahkan penyidik untuk memeriksa Anies. Para penyidik dikabarkan terpaksa memanggil Anies lantaran enggan terlibat masalah dengan petinggi KPK.

Sumber internal KPK menyebut, sejak awal KPK tidak punya rencana memanggil dan memeriksa Anies. Alasannya, penyidik tidak menemukan keterkiatan Anies dengan perbuatan materiil para tersangka.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, apabila informasi mengenai perintah pimpinan KPK untuk memeriksa Anies benar, maka lembaga antirasuah tengah bermain politik.

"Mestinya penyidik itu independen dan tak boleh diintervensi oleh pimpinan KPK," kata Ujang kepada MerahPutih.com, Senin (27/9).

Dirinya memandang, tindakan tersebut, jika benar adanya, terindikasi dilakukan untuk merusak citra dan menurunkan elektabilitas Anies.

"Karena ada hukum yang tak tertulis di masyarakat bagi pejabat atau tokoh yang diperiksa KPK itu seolah-olah salah, seolah-olah korup, dan terlibat, padahal hanya menjadi saksi dan tak terlibat sama sekali. Ini soal framing," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kantor KPK, Selasa (21/9). Foto: MP/Ponco

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini pun memuji langkah Anies yang tak terkesan menghindar dari awak media seusai diperiksa penyidik KPK.

"Gesturenya bagus. Dia percaya diri dan secara gentlemen melayani teman-teman media untuk menjelaskan terkait materi pemeriksaan," tukasnya.

Usai diperiksa pada Selasa pekan lalu, Anies terlihat percaya diri menemui awak media. Gelagat ini tak biasa bagi para pejabat yang diperiksa sebagai saksi suatu kasus di KPK.

Anies bahkan terkesan menyelenggarakan konferensi pers mini di hadapan para awak media menggunakan sebilah mikrofon. Ia menjelaskan, bahwa kedatangannya menemui penyidik untuk menjelaskan ihwal program pengadaan rumah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi tadi Alhamdulillah sudah selesai memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan. Ada 8 pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta. Pertanyaan menyangkut, landasan program dan seputar peraturan- peraturan yang ada di Jakarta," tegas Anies.

Baca Juga

Datangi KPK, Anies Jelaskan Soal Program dan Peraturan di Jakarta

Selain menjelaskan perihal program pengadaan rumah, Anies turut mengungkapkan penyidik bertanya soal biografi dirinya. Tak banyak, kata Anies, hanya sekitar sembilan pertanyaan.

Saking percaya dirinya, ia pun mengawali sesi wawancara dengan harapan keterangannya dapat membantu KPK dalam menegakkan hukum, menghadirkan keadilan, serta memberantas korupsi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BPPTKG Sebut Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi
Indonesia
BPPTKG Sebut Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi

"Sudah keluar magma berarti Gunung Merapi saat ini telah masuk fase erupsi 2021. EDM (electronic distance measurement) muncul karena ada desakan magma dari permukaan," kata dia

'Diasapi' Jonathan Rea di Mandalika, Toprak Razgatlioglu Juara Dunia
Olahraga
'Diasapi' Jonathan Rea di Mandalika, Toprak Razgatlioglu Juara Dunia

Para pembalap sebelumnya harus menelan kecewa karena gagal membalap pada Sabtu (21/11)

Politisi DKI Minta Pemprov Evaluasi Penanggulangan Banjir
Indonesia
Politisi DKI Minta Pemprov Evaluasi Penanggulangan Banjir

Data Pemprov untuk waktu surut, berturut-turut adalah 6 hari (2002), 10 hari (2007), 7 hari (2013), 7 hari (2015), 4 hari (2020), dan 1 hari (2021).

Jenazah Pengawal Rizieq Dibawa Keluar RS Polri
Indonesia
Jenazah Pengawal Rizieq Dibawa Keluar RS Polri

Ambulans pembawa jenazah enam pengawal Rizieq Shihab menuju kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (8/12) malam.

Polres Metro Jakarta Pusat Bentuk Relawan RT Awasi Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
Polres Metro Jakarta Pusat Bentuk Relawan RT Awasi Pelanggar Protokol Kesehatan

Polisi, Satpol PP dan TNI yang sudah ada bakal diperkuat

Diskon Pajak Beli Mobil Diperpanjang
Indonesia
Diskon Pajak Beli Mobil Diperpanjang

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel, secara akumulatif, Januari–April 2021 naik 5,9 persen yoy menjadi 257.953 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80.000 per bulan.

Buntut Tenggelamnya KRI Nanggala 402, DPR Bakal Panggil Kemenhan dan TNI
Indonesia
Buntut Tenggelamnya KRI Nanggala 402, DPR Bakal Panggil Kemenhan dan TNI

Tenggelamnya KRI Nanggala 402 di utara Laut Bali menimbulkan keprihatinan dari sejumlah kalangan.

Jurus Pemkot Yogyakarta Tekan Kasus Demam Berdarah
Indonesia
Jurus Pemkot Yogyakarta Tekan Kasus Demam Berdarah

Tahun 2021, jumlah kasus terbanyak terjadi pada April yakni sebanyak 11 kasus

Yayasan Harapan Kita Hormati Keputusan Negara Ambil Alih TMII
Indonesia
Yayasan Harapan Kita Hormati Keputusan Negara Ambil Alih TMII

Pihaknya telah berkesempatan melayani kunjungan masyarakat serta pejabat negara

WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM
Indonesia
WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberi respon positif terkait temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).