Anies Bersyukur COVID-19 di Jakarta Capai Rekor, Pengamat: Hanya Alibi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) meninjau pelaksanaan PSBB transisi di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta/aa. (Humas Pemprov DKI Jakarta)

Merahputih.com - Pertambahan kasus COVID-19 bak rem mobil yang blong. Selain tak terkendali, pemerintah daerah sebagai pemegang kendali seakan tak mampu menghindari penambahan kaus yang terus terjadi.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengkritisi peningkatan jumlah kasus di Jakarta seiring dengan massifnya pelacakan kasus oleh Pemprov. Ini dikemukakan oleh Gubernur Anies Baswedan bahwa ia menyebut penambahan kasus karena massifnya tracking.

Baginya, pernyataan tersebut tidak lain sebagai alibi ketidakmampuan Pemprov mengendalikan virus yang menyerang pernafasan tersebut.

"Itu hanya alibi, kalimat pembenaran karena Pemprov lemah dalam kebijakan preventif," kata Trubus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/7).

Baca Juga

PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang Dua Pekan Lagi

Trubus meminta agar Pemerintah Provinsi DKI dan Pemerintah Pusat saling bersinergi dalam menerbitkan aturan hukum kala virus Corona masih belum terkendali

Sebab ia menilai aturan atau kebijakan yang dikeluarkan antara Pemprov dan pemerintah pusat acap kali saling kontradiksi.

Belum lagi aturan Pemprov yang disebut Trubus kerap kali tumpang tindih seperti Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) kemudian digantikan dengan CLM.

"Kemarin SIKM sekarang udah enggak perlu. Masyarakat jadi bingung. Tapi selalu saja masyarakat yang dikejar dan dituntut mengikuti aturan," jelas Ketua Pusat Studi Hukum dan Perundang-Undangan Universitas Trisakti ini.

Pembatasan ruang gerak sepatutnya diberlakukan terhadap tempat-tempat yang terkonfirmasi positif. Misalnya saja perkantoran, yang saat ini disebut sebagai tempat dengan risiko tinggi penularan COVID-19.

Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan dalam diskusi virtual "Optimalisasi Kredit Usaha Mikro Untuk Pulihkan Ekonomi Jakarta", Rabu (22/7/2020) (ANTARA/Livia Kristianti)
Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan dalam diskusi virtual "Optimalisasi Kredit Usaha Mikro Untuk Pulihkan Ekonomi Jakarta", Rabu (22/7/2020) (ANTARA/Livia Kristianti)

Akan menjadi masalah yang kompleks terhadap sektor ekonomi jika seluruh perkantoran ditutup seluruhnya untuk sementara waktu. Di samping Pemprov harus menjaga keselamatan warga Jakarta, Pemprov juga dituntut agar perekonomian tidak mati.

Untuk itu, seharusnya Pemerintah Provinsi DKI segera melakukan pemetaan kantor-kantor yang terdapat kasus konfirmasi positif COVID-19. Jika kantor yang ditutup merupakan jasa pelayanan publik, harus dicari alternatif pelayanan, misalnya saja pelayanan perpanjangan SIM secara daring.

"Jangan juga asal tutup, loh terus pelayanan publiknya gimana? Harus pikirkan itu juga," tuturnya.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memaparkan, terdapat rekor penambahan jumlah kasus positif sebanyak 441 kasus per Selasa (21/7).

Jumlah kasus baru terdistribusi berdasarkan domisili pasien di sejumlah wilayah DKI Jakarta, yaitu Jakarta Pusat sebanyak 50 kasus, Jakarta Utara sebanyak 45 kasus, Jakarta Barat sebanyak 73 kasus, Jakarta Selatan sebanyak 49 kasus, Jakarta Timur sebanyak 46 kasus, dan yang masih dalam proses identifikasi domisili sebanyak 178 kasus.

Adapun sumber pelaporan kasus baru yaitu RS sebanyak 261 kasus (59%), Puskesmas / komunitas sebanyak 167 kasus (38%), Wisma Atlet sebanyak 11 kasus (2,5 %), dan Perkantoran sebanyak 2 kasus (0,5%).

Jumlah 167 kasus yang dilaporkan Puskesmas tersebut adalah hasil Active Case Finding (ACF) dan penelusuran kasus atau tracing (137 dari ACF dan 32 dari tracing kasus).

Baca Juga:

Tiga Anak Buah Anies Enggak Hadir, Rapat BUMD Ditunda

Dengan rekor tersebut, Anies Baswedan malah bersyukur banyak warga yang positif corona. Menurut dia, banyak warga yang tidak menyadari bahwa mereka sudah terpapar virus corona.

"Kami justru merasa bersyukur sekali bisa menemukan warga yang positif di saat mereka tidak menyadari mereka tidak positif. Daripada mereka tidak tahu, pulang ke rumah menularkan orang tua, lingkungan," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/7).

"Jadi, angka positivity rate ini kita lihat sebagai usaha kita menyelamatkan warga. mudah-mudahan dengan kita lebih banyak bisa lebih cepat memutus mata rantainya," lanjutnya.

Anies mengklaim, rekor tambahan kasus baru itu juga bisa terjadi karena pihaknya memperbanyak tes di wilayah ibu kota. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Camat Tanah Abang Sebut Ratusan Pedagang yang Ditertibkan Tak Pernah Takut Corona
Indonesia
Camat Tanah Abang Sebut Ratusan Pedagang yang Ditertibkan Tak Pernah Takut Corona

Para petugas melakukan tindakan tegas lantaran para pedagang telah melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Politikus Demokrat Sindir Jenderal Gagal Mengudeta Mayor
Indonesia
Politikus Demokrat Sindir Jenderal Gagal Mengudeta Mayor

Andi membantah pernyataan Moeldoko yang menyebut pertemuan dengan kader Partai Demokrat sekadar ngopi-ngopi.

Anies Kirim Surat ke Jokowi, Minta Izin Lockdown Total Jakarta?
Indonesia
Anies Kirim Surat ke Jokowi, Minta Izin Lockdown Total Jakarta?

PP ini perlu dikeluarkan karena pemerintah tak bisa serta-merta menutup satu atau dua wilayah

Kembali Pecah Rekor, Penambahan Kasus Corona DKI Sebanyak 473 Orang
Indonesia
Kembali Pecah Rekor, Penambahan Kasus Corona DKI Sebanyak 473 Orang

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.702 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.993 orang melakukan isolasi mandiri (termasuk data Wisma Atlet)," kata Ani

Lima Wilayah Jakarta Belum Dibuat Sumur Resapan Tank
Indonesia
Lima Wilayah Jakarta Belum Dibuat Sumur Resapan Tank

Sumur resapan ini sebagai antisipasi banjir terutama di musim hujan.

Isu Pemakzulan Jokowi Hanya Kuras Energi dan Menuai Kritik
Indonesia
Isu Pemakzulan Jokowi Hanya Kuras Energi dan Menuai Kritik

Hak setiap warga negara menyampaikan pendapat

Menparekraf Sandiaga Uno Berikan Semua Gajinya untuk Zakat
Indonesia
Menparekraf Sandiaga Uno Berikan Semua Gajinya untuk Zakat

BAZNAS telah menerima seluruh gaji Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Tak Lagi Yurianto, Pemerintah Ganti Jubir Penanganan COVID-19
Indonesia
Tak Lagi Yurianto, Pemerintah Ganti Jubir Penanganan COVID-19

Posisinya digantikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

 Kisah Sopir Bus Kena PHK, Mudik Jalan Kaki Ratusan Kilometer Jakarta-Solo
Indonesia
Kisah Sopir Bus Kena PHK, Mudik Jalan Kaki Ratusan Kilometer Jakarta-Solo

"Saya kena PHK tanggal 8 Mei sebagai sopir bus pariwisata. Awalnya saya gunakan uang Rp500.000 untuk membeli tiket bus AKAP jurusan Jakarta-Solo, tetapi yang datang justru mobil Elf," kata Budi

Dari 210 SK, PKS Sudah Berikan Rekomendasi Pada 65 Kader
Indonesia
Dari 210 SK, PKS Sudah Berikan Rekomendasi Pada 65 Kader

Secara akumulatif, Pilkada 2020 berlangsung di 270 wilayah. PKS berencana mengikuti 230 di antaranya. Dengan begitu, PKS masih belum mengeluarkan SK di 20 daerah.