Anies Berbohong Soal Pembelian Lahan Pemakaman Jenazah COVID-19? Petugas pemakaman menggali liang kubur untuk jenazah kasus COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4/2020). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

Merahputih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menilai Gubernur Anies Baswedan tidak jujur dalam persoalan pembelian lahan pemakaman untuk jenazah pasien COVID-19.

Anies menganggarkan dana Rp254 miliar untuk membeli lahan pemakaman. Ia beralasan Pemprov DKI masih membutuhkan lahan untuk pemakaman terkait pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Minta PSBB Diperpanjang, Golkar: Kontrol Ketat Kantor, Pasar dan Mal

Padahal Anies mengaku sudah menyiapkan alternatif lahan pemakaman sejak Maret 2020 yakni TPU Rorotan dab Pegadungan. Anies mengatakan lahan di TPU Rorotan masih dalam pematangan, sehingga belum dapat digunakan. Sementara, lahan TPU Pegadungan juga belum siap.

“Menurut kami, Pak Anies tidak jujur dalam persoalan lahan pemakaman ini. 2 bulan lalu bilang bahwa sudah menyiapkan lahan sejak Maret. Tapi sekarang bilang lahan-lahan yang dimiliki belum siap. Mana yang benar?” kata anggota Fraksi PSI DKI, Justin Untayana di Jakarta, Selasa (10/11).

Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien COVID-19 melakukan penyemprotan cairan disinfektan usai memakamkan jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Sejumlah petugas penanganan jenazah COVID-19 mengatakan hingga saat ini belum menerima dana insentif bulan Mei yang dijanjikan oleh Pemprov DKI Jakarta yang menurut rencana akan dibayarkan di bulan Juni 2020. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj)
Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien COVID-19 melakukan penyemprotan cairan disinfektan usai memakamkan jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Sejumlah petugas penanganan jenazah COVID-19 mengatakan hingga saat ini belum menerima dana insentif bulan Mei yang dijanjikan oleh Pemprov DKI Jakarta yang menurut rencana akan dibayarkan di bulan Juni 2020. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj)

Justin menerangkan, dirinya sudah mengunjungi lokasi TPU Rorotan dan TPU Pegadungan. Lahan TPU Rorotan memiliki luas sekitar 25 hektar, sudah dibeli sejak 4-6 tahun yang lalu, namun masih berupa sawah garapan yang ditanami padi. Sementara itu, luas TPU Pegadungan sekitar 60 hektar, namun masih berupa empang untuk memelihara ikan.

“Kedua lahan tersebut tidak siap karena Pemprov DKI lalai menjalankan tugasnya untuk mengelola dan merawat aset. Sepertinya Dinas Pertamanan lebih suka membelanjakan uang rakyat membeli tanah-tanah baru dibanding mengelola dan menggunakan aset-aset tanah yang sudah dimiliki," ucap Justin.

Justin menegaskan, PSI menolak anggaran pengadaan lahan makam ini. PSI mendesak agar Anies menindak kesalahan tersebut, lalu memperbaiki pengelolaan aset lahan pemakaman dan mengoptimalkan lahan yang telah dibeli.

Baca Juga:

Ini Alasan Pemprov Tak Polisikan Politikus Demokrat Soal Jakarta Zona Hitam

“Sayangnya, sekarang kesannya Pak Anies berusaha menutup-nutupi kesalahan Dinas Pertamanan dengan mengucurkan uang ratusan miliar uang pajak untuk beli lahan baru," ungkapnya.

"Jangan-jangan, ada oknum yang sengaja menelantarkan lahan-lahan yang telah dibeli, sehingga punya alasan untuk terus-menerus mengeluarkan anggaran pengadaan lahan. Kalau benar begitu situasinya, siapa yang diuntungkan? Penegak hukum perlu mendalami persoalan ini,” sambung Justin. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pakar Hukum: Bangsa Indonesia Sangat Kehilangan Syekh Ali Jaber
Indonesia
Pakar Hukum: Bangsa Indonesia Sangat Kehilangan Syekh Ali Jaber

akar hukum Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad turut berbela sungkawa atas wafatnya salah satu ulama panutan di Indonesia Syekh Ali Jaber

INTI Kembali Salurkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis Hadapi COVID-19
Indonesia
INTI Kembali Salurkan Bantuan APD untuk Tenaga Medis Hadapi COVID-19

Berbagai bantuan alat pelindung diri juga kembali disalurkan pada Senin (23/3) pagi

 Jubir Pemerintah Beberkan Alasan Terjadinya Lonjakan Drastis Pasien Corona di Jakarta
Indonesia
Jubir Pemerintah Beberkan Alasan Terjadinya Lonjakan Drastis Pasien Corona di Jakarta

"Namun ini bukan di seluruh di wilayah DKI, karena pekerja migran yang kembali ke Tanah Air dan kemudian melalui Bandara Soetta, keseluruhannya kita screening, periksa PCR dan banyak di antaranya positif," kata Yurianto

Ganjar Temukan Bangkai Babi dan Pipa Siluman Saat Sidak ke Sungai Bengawan Solo
Indonesia
Ganjar Temukan Bangkai Babi dan Pipa Siluman Saat Sidak ke Sungai Bengawan Solo

Hal itu tersebut ditemukan Ganjar saat inspeksi di sungai Bengawan Solo di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (6/8).

 KBRI: Seorang WNI di Singapura Terinfeksi Virus Corona
Indonesia
KBRI: Seorang WNI di Singapura Terinfeksi Virus Corona

"Pada 7 Maret 2020, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan kasus positif COVID-19 ke-133 di Singapura, yaitu WNI," kata KBRI Singapura

KPK Panggil Komisioner KPU Sumsel Soal Suap PAW DPR dari PDIP
Indonesia
Perkantoran di Jakarta Biang Keladi Membludaknya Penumpang di Stasiun Bogor Hari Ini
Indonesia
Perkantoran di Jakarta Biang Keladi Membludaknya Penumpang di Stasiun Bogor Hari Ini

Bima Arya tiba di Stasiun Bogor sekitar pukul 05:30 WIB

Jumlah Kejahatan Jalanan Alami Kenaikan Kuantitas dan Kualitas
Indonesia
Jumlah Kejahatan Jalanan Alami Kenaikan Kuantitas dan Kualitas

Meski Diklaim Menurun, Jumlah Kejahatan Jalanan Alami Kenaikan Kuantitas dan Kualitas

Kasus Positif Corona Jakarta Melonjak, Pengamat Kritik Anies
Indonesia
Kasus Positif Corona Jakarta Melonjak, Pengamat Kritik Anies

Data dari media massa disampaikan bahwa kasus positif Covid-19 di Jakarta melonjak tajam.

DPRD Jakarta Lakukan Revisi Perda Tata Ruang Demi Reklamasi Ancol
Indonesia
DPRD Jakarta Lakukan Revisi Perda Tata Ruang Demi Reklamasi Ancol

Proses revisi Perda RDTR di Dewan Kebon Sirih bakal menjadi payung hukum membangun perlusan Ancol 155 Ha tersebut.