Anies: Belum Ada Peningkatan Kasus COVID-19 Usai Libur Panjang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta mengklaim belum ada peningkatan kasus terkait virus corona di puskemas usai libur panjang pada akhir Oktober 2020 lalu.

"Kalau 1-2 hari ini belum ada (peningkatan pemeriksaan COVID-19 di puskesmas) yang khusus ya," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Menurut Anies, untuk bisa mengetahui efek dari libur panjang, diperlukan waktu beberapa hari ke depan atau tidak bisa 1 - 2 hari.

Baca Juga:

Usai Liburan, Warga Jakarta Diminta Periksa Kesehatan di Puskesmas

Di samping itu, ucap Anies, ada peningkatan signifikan kepadatan lalu lintas di Jakarta sejak Senin (2/11). Hal itu dilaporkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Kondisi jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek) KM 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/10/2020). (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc)
Kondisi jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek) KM 47, Karawang, Jawa Barat, saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/10/2020). (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku telah menginstruksikan Gugus Tugas COVID-19 di tingkat RW dan para Lurah untuk memandu masyarakat yang mengalami gejala corona untuk dilakukan pemeriksaan ke Puskesmas.

"Bila ada orang-orang yang memiliki keluhan maka akan dipandu untuk bisa segera ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan awal. Jadi itu untuk deteksinya," paparnya.

Baca Juga:

Nyaris 10 Ribu Wisatawan Padati Pulau Seribu Saat Libur Panjang

Disamping itu mengenai kapasitas keterisian ruang rawat inap isolasi pasien corona sebesar 55 persen, artinya masih ada 45 persen ruangan yang masih tersedia.

"Untuk ICU 58 persen tingkat keterisiannya, tentu kita ga berharap ini melonjak tapi bahwa kapasitasnya ada," tutup Anies. (Asp)

Baca Juga:

Warga DKI Diperingatkan Kembali dari Liburan sebelum Tanggal 1 November

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius
Indonesia
PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius

"KAMI diharapkan memberikan masukan argumentatif, solutif, khususnya terkait persoalan pandemi COVID-19. Ternyata tidak demikian" ujar Aria

Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19
Indonesia
Keluarga Besar Denjaka TNI-AL Dapat Bantuan 300 Alat Tes Cepat COVID-19

Alat tes cepat juga dapat disalurkan Denjaka untuk membantu masyarakat sekitar lingkungan

 KPK Tak Akan Tunda Proses Hukum Paslon yang Maju Pilkada 2020
Indonesia
KPK Tak Akan Tunda Proses Hukum Paslon yang Maju Pilkada 2020

Sikap KPK ini berbeda dengan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sudah mengeluarkan kebijakan untuk menunda proses penanganan perkara terhadap calon di Pilkada 2020.

Besok Balai Kota Gelar Salat Idul Adha Berjamaah
Indonesia
Besok Balai Kota Gelar Salat Idul Adha Berjamaah

Sebelum pandemi, Salat Ied di Balaikota dihadiri sekitar 1.200 masyarakat

Mulai Besok, KRL Layani Penumpang hingga Pukul 24.00
Indonesia
Mulai Besok, KRL Layani Penumpang hingga Pukul 24.00

"Jam operasional KRL Commuter Line mulai Senin (19/10) akan kembali normal melayani pengguna sebagaimana sebelum pandemi," ucapnya

[HOAKS atau FAKTA]: Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Jumat akibat Dikuasai PKI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Jumat akibat Dikuasai PKI

Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyebut Masjid Istiqlal, Jakarta sudah dikuasai oleh PKI.

Jakarta Kembali PSBB, Satgas COVID-19: Kita Mundur Selangkah untuk Maju ke Depan
Indonesia
Jakarta Kembali PSBB, Satgas COVID-19: Kita Mundur Selangkah untuk Maju ke Depan

Dengan kondisi tersebut diharapkan jadik momentum dan sarana pembelajaran bersama

Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter
Indonesia
Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter

DK disebut pernah melakukan koas atau co-asisten di sebuah Rumah Sakit. Tapi, DK tidak menyelesaikan koas itu sehingga dirinya tidak memiliki sertifikasi sebagai dokter.

Ekonomi Turun Karena Konsumsi Pemerintah Anjlok
Indonesia
Ekonomi Turun Karena Konsumsi Pemerintah Anjlok

Sudah terdapat indikator yang mengalami perbaikan seperti PMI manufaktur meski harus tetap diwaspadai adanya potensi pandemi COVID-19 gelombang kedua.

Jakarta Minta Rusun Kosong Milik Swasta Dijadikan Program DP 0 Rupiah
Indonesia
Jakarta Minta Rusun Kosong Milik Swasta Dijadikan Program DP 0 Rupiah

"Kalau misalnya memenuhi kualifikasi hunian terjangkau, bisa kita kerjasamakan program DP nol," ujar Sarjoko.