Anies Beberkan Strategi Tanggulangi COVID-19 di Depan 44 Wali Kota Dunia Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Twitter/@aniesbaswedan

MerahPutih.com - Gubernur DKI Anies Baswedan melakukan telekonferensi bersama 44 wali kota atau pimpinan kota di 31 negara. Kepala daerah di negara yang mengikuti telekonferensi terebut tergabung dalam kelompok C40 Cities. Menurut Anies, virus Corona tidak mengenal batas-batas negara.

"Kota-kota telah menjadi episenter dari krisis ini dan untuk menghentikan penyebaran virus Corona perlu tindakan ekstrem yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, bersama-sama di seluruh dunia," kata Anies dalam keterangannya, Sabtu (28/3).

Baca Juga

Anggota DPRD Jabar Gatot Tjahyono Meningggal Dunia Diduga Terinfeksi COVID-19

Anies mengatakan wilayah perkotaan kini telah menjadi titik pusat untuk menghentikan penyebaran virus corona. Melalui telekonferensi ini, Anies berbagi pengalaman dengan kota di negara lain sekaligus bertukar informasi untuk melindungi warga saat pendemi COVID-19.

"Karenanya penting untuk saling bertukar pengalaman dengan kota-negara lain, terutama mereka yang sudah lebih dulu mengalami krisis COVID-19. Belajar dari pengalaman mereka untuk menyelamatkan warga dan melindungi kesejahteraannya selama pandemi COVID-19?," ujarnya.

Anies meyakini dengan pertukaran informasi, seluruh kota dapat melewati krisis akibat Corona ini.
?
"Dari Jakarta kami sampaikan kondisi terakhir di Jakarta, hal-hal yang sudah dilakukan, tantangan yg dihadapi. Kami berharap pemerintah kota-kota dunia ini bisa terus saling bertukar informasi dan praktik baik dengan cepat," jelas Anies.

"Insya Allah, bersama-sama kita akan segera melewati krisis ini, lebih kuat dari sebelumnya," tutup Anies.

nies
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Twitter/@aniesbaswedan

Pemprov DKI memperbarui data kasus virus Corona (COVID-19) di Jakarta. Per hari ini tercatat sebanyak 603 kasus positif corona.

Dilihat dari situs informasi Corona milik Pemprov DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, sebanyak 43 pasien sembuh dan 62 orang meninggal dunia. Data dihimpun per pukul 08.00 WIB, Sabtu (28/3).

"Di rawat 364, sembuh 43, meninggal 62, isolasi mandiri 134," tulis Pemprov DKI Jakarta dalam situs tersebut.

Baca Juga

Ketum PSSI: Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Bisa Dihentikan

Jumlah tersebut meningkat dibanding pada data sebelumnya. Pada Jumat (27/3), pukul 08.00 WIB, tercatat ada 524 kasus. Sebanyak 31 dinyatakan sembuh dan 51 meninggal dunia. (Knu)

Berikut ini hasil pantauan kasus COVID-19 di Jakarta per 28 Maret 2020, pukul 08.00 WIB:

Jumlah kasus menunggu hasil: 532
Jumlah kasus positif di titik kelurahan: 388
Jumlah kasus positif (lokasi belum diketahui) : 215
Jumlah kasus positif: 603
Jumlah total kasus keseluruhan: 1.134


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH