Anies Batasi Jam Operasional Moda Transportasi Umum, Warga: Malah Bikin Susah Penumpang penumpang di salah satu stasiun MRT Jakarta. Foto: Net

MerahPutih.com - Warga pengguna transportasi masal geram dengan adanya pembatasan angkutan umum yang dikeluarkan Gubernur DKI Anies Baswedan. Pasalnya, hal itu membuat mereka menjadi sulit beraktifitas dan bergerak.

Salah satu pengguna MRT, Aminudin (38) mengaku mengantri selama sejam karena karena transportasi masal tersebut diperlambat menjadi 30 menit sekali.

Baca Juga

Pemprov DKI Ubah Jam Operasional MRT, LRT, dan TransJakarta

"Ini malah menyusahkan. Saya sudah ngantri sejam tapi belum dapat kereta," kata Aminudin yang tengah mengantri di Stasiun MRT Lebak Bulus ini, Senin ?(16/3).

Warga Ciputat ini mengatakan, antrian mengular hingga 100 meter. Ia menuturkan, beberapa warga sudah komplain ke petugas namun respon yang diberikan tak memuaskan.

"Saya sudah 30 menti mengantri. Saya khawatir malah telat ke kantor. Warga kesusahan semua. Mereka bilang ini kebijakan pusat," sesal pekerja di bidang media ini.

MRT
Warga naik transportasi umum. Foto: @MP/Kanu

Penumpukan penumpang terjadi di sejumlah lokasi transportasi publik di Ibu Kota. Hal itu nampak mulai dari di halte Bus TransJakarta hingga Stasiun MRT.

Berdasarkan postingan di akun Instagram @jktinfo salah satu lokasi terjadi di Halte Bus TransJakarta Tosari. Kemudian juga ada di Halte Bus TJ Pinang Ranti. Hampir semua Halte Bus TransJakarta mengalami penumpukan.

Baca Juga

Gojek Menonaktifkan Akun Mitranya yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Sementara itu, untuk penumpukan penumpang MRT terlihat di Stasiun Dukuh Atas kemudian di Stasiun Lebak Bulus. Hal serupa juga terjadi di Stasiun Fatmawati.

Salah satu pengguna, yakni Adelina Ghassani. Dirinya mengaku antre selama hampir 40 menit di sana baru bisa masuk ke dalam MRT.

"Ngantri dari jam 7 dong. Jam 7:43 baru naik MRT," kata Adel.

MRT
Penumpukan penumpang Transjakarta di Halte Cawang Uki. Foto: MP/Kanu

Dia menjelaskan antrean cukup panjang hingga keluar Stasiun. Pengguna memang diminta antre tidak boleh masuk stasiun seperti biasanya. Sebab, jumlah penumpang yang masuk ke MRT kata Adel dibatasi. Atas dasar itulah lantas antrean panjang tak terelakan.

"Iya dibates-batesin. Per stasiun cuma boleh angkut 20-25 orang. Karena maximum angkut 360 orang dalam 1 rangkaian, kalo kata MRT Jakarta," katanya.

Warga lainnya, Anton (39) mengakui kemacetan tetap terjadi meski ada pembatasan angkutan dan kebijakan bekerja dari rumah.

"Di kawasan Pesanggrahan tetap macet. Padahal sekolah diliburkan," sesal Anton.

Baca Juga

Stok Pangan Aman, Anies Minta Warga Tetap Tenang dan Tidak Panik

Anton menuturkan, Pemprov DKI harus mengevaluasi kebijakan ini.

"Warga jadi susah. Ini malah mempersulit kami beraktifitas. Bayangkan kalau rumahnya di luar kota dan memanfaatkan angkutan umum. Jadi malah makin sulit," imbuh Anton yang merupakan warga Ciledug ini.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah jam pelayanan moda transportasi umum di ibu kota dalam pencegahan penularan wabah virus corona. Kebijakan itu akan dimulai Senin (16/3)

Memodifikasi pelayanan transportasi umum massal di Jakarta di antaranya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Transjakarta, dan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta.

MRT
Penumpukan penumpang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerangkan, untuk jadwal MRT semula keberangkatan tiap 5 menit dan 10 menit, diubah menjadi tiap 20 menit. Rangkaian MRT yang tiap hari ada 16 rangkaian akan berubah menjadi 4 rangkaian yang beroperasi.

"Selain itu waktunya yang semula pukul 05.00-24.00 menjadi 06.00-18.00," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (15/3).

Baca Juga

Penumpang Bersuhu 38 Derajat Dilarang Naik KA Bandara

Kebijakan layanan MRT Jakarta dalam rangka menghambat penyebaran virus Covid-19, yang mulai berlaku Senin (16/3). Kemudian layanan LRT Jakarta, lanjut Anies, yang biasanya keberangkatan tiap 10 menit, sekarang berubah tiap 30 menit.

"Waktu operasinya yang semula dari pukul 05.30-23.00 diubah menjadi 06.00-18.00," jelas Anies.

Sedangkan TransJakarta yang saat ini melayani 248 rute akan dikurangi secara signifikan menjadi 13 rute dan keberangkatnya setiap 20 menit. Pelayanan 13 rute ini hanya koridor utama, tanpa mikrotrans, metrotrans, royaltrans dan minitras. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH